Putra 'Aliy Yang Bernama 'Umar -Biografi 'Umar bin 'Aliy bin Abi Thalib -Rahimahullahu Ta'ala-

Diantara putra dan putri 'Aliy bin Abi Thaalib -radhiyallaahu 'anhu-, kita sudah sangat familiar dengan nama-nama seperti Al-Hasan, Al-Husain, Zainab binti 'Aliy, Ummu Kultsum binti Aliy (yang menjadi istri 'Umar bin Al-Khaththaab) lalu Muhammad Al-Hanafiyyah -radhiyallaahu Ta'aala 'anhum-. Tetapi mungkin sedikit dari kita yang mengetahui mengenai putra beliau yang bernama 'Umar. Tulisan ini sedikit membahas tentang biografi 'Umar bin 'Aliy secara ringkas.


Nama Beliau

Beliau bernama lengkap 'Umar bin 'Aliy bin Abi Thaalib bin 'Abdul Muththalib bin Haasyim bin 'Abd Manaaf Al-Qurasyiy Al-Haasyimiy Al-Madaniy. Ibunya adalah seorang wanita yang ditawan Khaalid bin Al-Waliid ketika Khaalid menyerbu 'Aiin At-Tammar, namanya Ummu Habiib Ash-Shahbaa' binti Rabii'ah dari bani Taghlib yang kemudian dinikahi 'Aliy bin Abi Thaalib. Dari pernikahan mereka ini lahir 'Umar dan Ruqayyah yang keduanya adalah anak kembar. [Taariikh Al-Umam wa Al-Muluuk 4/118]. Tetapi Ibnu Hibbaan berpendapat nama ibunya adalah Ummu An-Nujuum binti Jundub bin 'Amr. [Ats-Tsiqaat no. 4291].

Tidak ada sumber yang menyebutkan secara pasti mengenai tahun kelahiran beliau, namun Al-Haafizh Adz-Dzahabiy -rahimahullaah- didalam As-Siyar menyebutkan bahwa beliau dilahirkan pada masa Khalifah 'Umar bin Al-Khaththaab kemudian diberi nama dengan nama 'Umar dan dituliskan pada selembar daun. [Siyar A'laam An-Nubalaa' 4/134].

Seputar Nama Beliau

Terdapat perbedaan pendapat seputar nama beliau, apakah 'Umar ataukah 'Amr. Ini dikarenakan terdapat penulisan nama 'Amr bin 'Aliy pada beberapa kitab-kitab hadits dan tarikh. Seperti diriwayatkan dengan sanad hingga 'Aliy bin Abi Thaalib :

حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ ، قال : حَدَّثَنِي مُوسَى ، قال : أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ عَلِيٍّ ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ ، قَالَ : " أَوَّلُ مَنْ دُفِنَ بِالْبَقِيعِ عُثْمَانُ بْنُ مَظْعُونٍ ، ثُمَّ اتَّبَعَهُ إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Telah menceritakan kepada kami Khaalid bin Makhlad, ia berkata, telah menceritakan kepadaku Muusa, ia berkata, telah mengkhabarkan kepadaku Muhammad bin 'Amr bin 'Aliy, dari 'Aliy bin Abi Thaalib, ia berkata, "Manusia yang pertama kali dimakamkan di pemakaman Baqii' adalah 'Utsmaan bin Mazh'uun, kemudian diikuti Ibraahiim bin Muhammad Rasulullaah Shallallaahu 'alaihi wasallam." [Mushannaf Ibnu Abi Syaibah 8/357].

Dan dalam riwayat lain :

حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرو بْنِ عَلِيٍّ ، قَالَ : حَدَّثَنِي أَبِي ، قَالَ : قَالَ عَلِيٌّ : " وَالَّذِي فَلَقَ الْحَبَّةَ وَبَرَأَ النَّسَمَةَ , لَإِزَالَةُ الْجِبَالِ مِنْ مَكَانِهَا أَهْوَنُ مِنْ إِزَالَةِ مَلِكٍ مُؤَجَّلٍ

Telah menceritakan kepada kami Abu Usaamah, dari 'Abdullaah bin Muhammad bin 'Amr bin 'Aliy, ia berkata, telah menceritakan kepadaku Ayahku, ia berkata, 'Aliy mengatakan, "Demi Dzat yang membelah biji-bijian dan menciptakan nyawa, memindahkan gunung dari tempatnya jauh lebih mudah dibandingkan menurunkan penguasa pada waktunya." [Mushannaf Ibnu Abi Syaibah 8/612].

Dan keterangan dalam Taariikh Ath-Thabariy dimana beliau menukil pendapat Al-Waaqidiy :

إن النسل من ولد علي لخمسة الحسن والحسين ومحمد بن الحنفية والعباس بن الكلابية و عمرو بن التغلبية

Keturunan laki-laki dari 'Aliy ada 5 orang, yaitu Al-Hasan, Al-Husain, Muhammad bin Al-Hanafiyyah, Al-'Abbaas bin Al-Kilaabiyyah dan 'Amr bin At-Taghlibiyyah. [Taariikh Al-Umam wa Al-Muluuk 4/119].

Kemungkinan terjadi kesalahan penulisan, dan yang lebih tepat adalah 'Umar sebagaimana ma'ruf terdapat dalam kitab-kitab rijaal para ulama ahlussunnah. Allaahu a'lam.

'Umar bin 'Aliy Dalam Periwayatan Hadits Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam

'Umar meriwayatkan hadits Nabawiyyah dari ayahnya, 'Aliy. Diriwayatkan oleh Al-Imaam Al-Bukhaariy :

إسحاق أخ عيسى بن يونس حدثنا بن يسار حدثنا محمد بن عمر بن علي عن أبيه رأى عليا رضى الله تعالى عنه شرب قائما حديثه في أهل المدينة

Ishaaq, saudara 'Isa bin Yuunus (berkata), telah menceritakan kepada kami Ibnu Yasaar, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin 'Umar bin 'Aliy, dari Ayahnya (mengatakan), "Aku melihat 'Aliy -radhiyallaahu Ta'aala 'anhu- sedang minum sambil berdiri dan menceritakan haditsnya kepada penduduk Madiinah." [Taariikh Al-Kabiir juz 6 no. 8167].

Beliau termasuk tabi'in thabaqah ketiga, beliau adalah orang yang tsiqah. Demikian menurut Al-'Ijliy dan Ibnu Hajar. Diantara orang-orang yang meriwayatkan hadits darinya adalah kedua putranya, Muhammad dan 'Ubaidullaah bin 'Umar bin 'Aliy, 'Aliy bin 'Umar bin 'Aliy bin Al-Husain, Abu Zur'ah 'Amr bin Jaabir Al-Hadhramiy. Hadits-haditsnya dipakai oleh Abu Daawud, At-Tirmidziy, An-Nasaa'iy dan Ibnu Maajah. [Tahdziib Al-Kamaal no. 4289; Taqriib At-Tahdziib no. 4951].

Hadits yang diriwayatkan oleh 'Umar bin 'Aliy yang terdapat dalam kitab Sunan :

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْجُهَنِيِّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عُمَرَ بْنِ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ يَا عَلِيُّ ثَلَاثٌ لَا تُؤَخِّرْهَا الصَّلَاةُ إِذَا آنَتْ وَالْجَنَازَةُ إِذَا حَضَرَتْ وَالْأَيِّمُ إِذَا وَجَدْتَ لَهَا كُفْئًا

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah, ia berkata, telah menceritakan kepada kami 'Abdullaah bin Wahb, dari Sa'iid bin 'Abdillaah Al-Juhaniy, dari Muhammad bin 'Umar bin 'Aliy bin Abi Thaalib, dari Ayahnya, dari Aliy bin Abi Thaalib, bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wasallam pernah bersabda kepadanya, "Wahai Aliy, perhatikanlah tiga perkara yang jangan kau tunda, janganlah engkau akhirkan shalat jika telah masuk waktunya, janganlah engkau akhirkan jenazah jika telah datang dan menikahlah jika engkau telah menemukan pasangan yang cocok." [Jaami' At-Tirmidziy no. 171] - Didha'ifkan oleh Syaikh Al-Albaaniy dalam Dha'if At-Tirmidziy no. 1075.

Dan didalam Musnad Ahmad, riwayat 'Abdullaah bin Ahmad dengan sanad yang mauquf namun mempunyai hukum marfu' :

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عُمَرَ بْنِ عَلِيٍّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ
أَنَّ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كَانَ يَسِيرُ حَتَّى إِذَا غَرَبَتْ الشَّمْسُ وَأَظْلَمَ نَزَلَ فَصَلَّى الْمَغْرِبَ ثُمَّ صَلَّى الْعِشَاءَ عَلَى أَثَرِهَا ثُمَّ يَقُولُ هَكَذَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصْنَعُ

Telah menceritakan kepada kami 'Abdullaah, telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abi Syaibah, telah menceritakan kepada kami Abu Usaamah, dari 'Abdillaah bin Muhammad bin 'Umar bin 'Aliy, dari Ayahnya, dari Kakeknya, bahwa 'Aliy -radhiyallahu 'anhu- berjalan hingga matahari terbenam dan telah gelap, maka dia singgah di suatu tempat dan shalat maghrib, lalu langsung disambung shalat isya' setelahnya, kemudian dia berkata, "Demikianlah aku melihat Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam melakukannya." [Musnad Ahmad no. 1147] - Dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syaakir dalam Syarh Musnad Ahmad 2/265.

Wafat Beliau

Terjadi perbedaan pendapat diantara para ulama mengenai wafatnya 'Umar bin 'Aliy. Al-Haafizh Al-Mizziy menukil pendapat Khaliifah bin Khayyaath :

قال خليفة بن خياط: قتل مع مصعب بن الزبير أيام المختار سنة سبع وستين

Khaliifah bin Khayyaath berkata, "Ia terbunuh bersama Mush'ab bin Az-Zubair pada peristiwa Al-Mukhtaar (bin Abi 'Ubaid), tahun 67 H." [Tahdziib Al-Kamaal no. 4289]

Namun pendapat ini dibantah Adz-Dzahabiy :

ويقال قتل عمر مع مصعب بن الزبير ولا يصح بل ذاك أخوه عبيد الله ابن علي

"Dan dikatakan bahwa ia terbunuh bersama Mush'ab bin Az-Zubair dan ini tidak benar, akan tetapi yang terbunuh adalah saudaranya, 'Ubaidullaah bin 'Aliy." [Siyar A'laam An-Nubalaa' 4/134].

Ibnu Jariir Ath-Thabariy berkata :

فعمر عُمَر بن علي حَتَّى بلغ خمسا وثمانين سنة فحاز نصف ميراث علي ، عَلَيْهِ السلام ، ومات بينبع

Dan 'Umar bin 'Aliy, ia hidup hingga berusia 85 tahun, mewarisi setengah dari harta 'Aliy -'alaihissalam-, ia wafat di daerah Yanbu' (suatu daerah di Madinah yang terletak di tepi Laut Merah, -pent). [Taariikh Al-Umam wa Al-Muluuk 4/118].

Allaahu A'lamu bishawab.

Semoga bermanfaat.

-----oOo-----



Related Posts

No Response to "Putra 'Aliy Yang Bernama 'Umar -Biografi 'Umar bin 'Aliy bin Abi Thalib -Rahimahullahu Ta'ala-"

Posting Komentar