Takutlah engkau kepada Allah wahai PENDUSTA! (Menyingkap Dusta Murahan Web Recehan Syiahali.Wp)

Sebelumnya, saya telah mempublish sebuah artikel dengan judul "Web Dungu Syi'ah Recehan (syiahali.wp) Meng-KAFIR-kan Ulamanya Sendiri". Dan sebagaimana yang telah diketahui, bahwa artikel tersebut memuat gugatan terhadap apa yang dinyatakan oleh penulis dungu pada syiahali.wordpress.com (bahwa barangsiapa yang mendakwakan seluruh riwayat Al-Kafi adalah shahih, maka ia kafir dan murtad) dengan hujjah dari pernyataan-pernyataan para dedengkot besarnya sendiri mengenai keshahihhan Al-Kafi.

Si penulis dungu tersebut telah membacanya dan kemudian mengingkarinya pada web murahan miliknya dengan cara yang sangat menggelikan. Bukti-bukti yang telah saya paparkan mengenai ucapannya berupa screen-shot di-dustai mentah-mentah olehnya, link menuju artikel yang ditulis pada webnya dihapus, lalu kemudian menuduh bahwa saya lah yang berdusta.

Web pecinta kawin kontrak, syiahali.wordpress.com berkata :


takkala saya tengah ‘iseng’ melihat wahabi yang begitu membenci AHLUL BAiT  dengan mata dengki dan otak bodoh mereka pada webnya yakni http://jaser-leonheart.blogspot.com/2012/12/web-dungu-syiah-recehan-syiahaliwp-meng.html
.
saya mendapatkan penulis di blog tersebut turut MEMBUAT TULiSAN  berjudul  Web Dungu Syi’ah Recehan (syiahali.wp) Meng-KAFIR-kan Ulamanya Sendiri
.
wahabi memang pandai merekayasa data. Faktanya kami tidak pernah menulis “Barang siapa yang mendakwahkan (seluruh) riwayat al-Kâfî demikian (sahih) maka dia adalah kafir dan murtad”
.
Itu cuma trik kamera wahabi untuk menipu umat !! Screen shot wahabi tersebut adalah rekayasa kamera belaka !
Syi’ah  tidak mengatakan riwayat al-Kâfî dari awal sampai akhir adalah sahih atau “wahyu”. (???) Kami mengatakan riwayat dalam al-Kâfî ada yang sahih dan daif. Kami mempunyai kaidah dan kelengkapan ilmu rijal.

Screenshot (buka pada tab baru agar lebih besar) :


Silahkan untuk membaca baik-baik tulisan kami dan tulisan dia, dan anda akan mendapati bahwa dia hanya mengingkari bahwa dia pernah menulis pernyataan takfir (kafir kepada siapa pun yang meyakini keshahihhan seluruh riwayat Al-Kafi) dan kemudian memaparkan pernyataan ulama dia yang tidak meyakini seluruh riwayat Al-Kafi adalah shahih, yang dengan hal tsb dia mengajak pembaca seolah-olah telah membantah tulisan saya, padahal tidak. Perhatikan tulisan dia, tidak ada satu pun dari pemaparan saya mengenai dedengkot-dedengkot besarnya yang meyakini keshahihhan seluruh riwayat Al-Kafi yang dibantah olehnya.

Karena itu, artikel baru yang dibuatnya bukanlah bantahan, melainkan tuduhan palsu bahwa saya telah berdusta atas nama web murahannya dengan screen-shot yang telah saya buat. Sikap curang yang dilakukannya dengan menghapus pernyataan takfir yang pernah dia tulis sangat menunjukkan bahwa dia tidak bisa membantah pernyataan para dedengkot besar Syi'ah yang meyakini keshahihhan seluruh riwayat Al-Kafi karena hal itu benar adanya. Jika tidak benar, tentu dia tidak akan menghapusnya dan tetap mempertahankan pernyataan takfirnya karena tidak ada yang meyakini keshahihhan seluruh riwayat Al-Kafi. Namun faktanya justru membuat wajahnya semakin hitam, dia tidak mau dicap sebagai recehan yang kurang ajar terhadap para ulamanya karena mengkafirkan mereka, akhirnya dia menghapus dan membuat tuduhan palsu kepada saya.

Dan ketahuilah wahai Kaum Muslimin -rahimakumullah- , kelakuan licik si penulis dungu itu sama halnya dengan kelicikan para marja-nya di website-website resmi mereka yang ketika membuat fatwa-fatwa gila dan cabul, dan kemudian berhasil di screenshot oleh Ahlus Sunnah, namun di hari-hari berikutnya fatwa-fatwa busuk tersebut langsung buru-buru dihapus oleh para ulama busuk mereka (Syi'ah) di website mereka itu yang juga busuk.

Sekarang, mari kita menuju pada tulisan saya yang dimaksud olehnya. Silahkan klik : http://jaser-leonheart.blogspot.com/2012/12/web-dungu-syiah-recehan-syiahaliwp-meng.html

Pada bagian awal tulisan saya di artikel tersebut, saya turut memberikan screenshot dengan command "klik". Silahkan anda buka dan anda akan mendapati bahwa web syiahali.wp mengatakan "Barang siapa yang mendakwahkan (seluruh) riwayat al-Kâfî demikian (sahih) maka dia adalah kafir dan murtad."

Pernyataan tsb setelah kalimat "Tapi kita tidak mengatakan riwayat al-Kâfî dari awal sampai akhir adalah sahih atau “wahyu”". Namun pada tulisan dia yang baru di atas, setelah kalimat tsb pernyataan itu sudah tidak ada. Oleh karena itu pada screenshot di atas saya memberi tanda tanya berwarna merah pada tulisan dia yang saya beri frame biru.

Dan sebelum command klik tsb saya turut memberikan alamat url yang dishorter dengan underline yaitu syiahaliwordpress.com yang apabila diklik akan menuju pada artikel syiahali.wp yang menulis pernyataannya tsb yaitu : http://syiahali.wordpress.com/2012/12/15/bukhari-menuduh-nabi-kencing-berdiri-bukhari-menuduh-nabi-musa-a-s-mengejar-batu-dalam-keadaan-telanjang-sehingga-diketahui-bani-israil-bukhari-menuduh-nabi-musa-menampar-wajah-izrail-hingga-buta/

Namun sekarang, ketika anda mengklik alamat url syiahali.wp tsb, anda akan mendapati bahwa "HALAMAN TIDAK DITEMUKAN"

Tentu akan ada yang bertanya-tanya, siapakah sesungguhnya yang berdusta? Saya atau justru penulis syiahali.wp tersebut? Sebenarnya mudah bagi saya untuk menunjukkan bahwa dia-lah yang berdusta dan telah menghapusnya dengan langsung menunjukkan kepadanya bahwa terdapat pada artikel-artikel lain miliknya yang memuat tulisan yang sama seperti yang saya gugat pada tulisan saya sebelumnya.

Membantah dia seperti ini pun sebenarnya tidak penting, para pembaca juga sudah bisa menilai siapa sesungguhnya yang berwatak pendusta antara Ahlus Sunnah dan Syi'ah. Dusta adalah sesuatu yang amat rendah dalam 'Aqidah Ahlus Sunnah. Tidak ada cerita bahwa Ahlus Sunnah dihalalkan berdusta dalam berhujjah. Dan Ahlus Sunnah tidak butuh bersenjatakan dusta dalam membantah argumen-argumen tolol Syi'ah. Namun saya tertarik untuk mengajak bermain "analisa" disini dan menunjukkan betapa tidak professionalnya si penulis dungu tsb dalam berdusta, yang justru dengan kedustaannya itu sendiri lah yang membuatnya menjadi semakin hina.

Sekali lagi saya katakan, bahwa sesungguhnya si penulis dungu tsb telah menghapusnya dan mendustai kotorannya sendiri. Meskipun dia adalah admin yang dapat mengubah sekehendak hawa nafsunya isi pada web murahannya itu, namun bau busuk dari bangkai dustanya itulah yang menyingkap kelicikan dan topeng munafiknya dengan bukti-bukti seperti pemaparan berikut :

1. Tanggal Post Dan Alamat URL Yang Berbeda

  • 2013/01/14 (14 Januari 2013), dan ada angka 2 di bagian akhir alamat url-nya.
  • 2012/12/15 (15 Desember 2012), dan tidak ada angka 2 di bagian akhir alamat url-nya.
Maka disini jelas bahwa si penulis dungu tsb telah menghapus artikelnya yang lama lalu kemudian diganti olehnya dengan artikel yang baru, angka dua (bermaksud artikel kedua dengan judul yang sama) pada bagian akhir alamat url dari artikelnya yang baru adalah bukti dari itu semua.

Dan bantahan yang dimuat olehnya bermaksud bahwa pada artikel dia yang sesungguhnya berkenaan Al-Kafi, dia hanya menulis tanpa ada pernyataan bahwa barangsiapa yang mendakwakan keseluruhan riwayat pada Al-Kafi maka ia kafir dan murtad, maka dia mengulangnya pada bantahannya itu. Namun disini aneh, bila ia memang sempat menulisnya, maka :
  • Mengapa tidak diberikan alamat url-nya dari artikel sebelumnya yang menurut dia itulah artikel yang sesungguhnya?
  • Mengapa ia hanya menggabungnya dengan bantahannya itu yang bertanggal jauh setelahnya yaitu 14 Januari 2013?
  • Apakah karena dia takut kedustaannya terbongkar karena sesungguhnya alamat url dari artikel yang sempat ditulisnya adalah sebagaimana yang telah saya muat pada tulisan saya yang ketika di-klik justru yang muncul adalah "HALAMAN TIDAK DITEMUKAN" ?
2. Ketololan Si Penulis

Rupa-rupanya si penulis dungu tersebut lupa bahwa sesungguhnya dia juga sempat menulis hal yang serupa dengan pernyataan yang sama (barangsiapa yang meyakini seluruh riwayat pada Al-Kafi adalah shahih maka ia kafir dan murtad) pada tulisannya yang lain selain dari tulisannya yang telah dihapus sendiri olehnya.

Pada artikelnya yang lain berjudul "Kritik dan Rekonstruksi Hadis Sunni Berlabel Tershahih", dia berkata :


Tapi kita tidak mengatakan riwayat al-Kâfî dari awal sampai akhir adalah sahih atau “wahyu”. Barang siapa yang mendakwahkan (seluruh) riwayat al-Kâfî demikian (sahih) maka dia adalah kafir dan murtad. Kami mengatakan riwayat dalam al-Kâfî ada yang sahih dan daif. Kami mempunyai kaidah dan kelengkapan ilmu rijal.....

Screen-shot :


Lihatlah, faktanya lebih memalukan dan menampar wajah si penulis dungu tersebut. Karena sesungguhnya di artikelnya yang lain dengan sangat jelas dia menyatakannya (Yaitu Kafir bagi siapa pun yang meyakini seluruh riwayat Al-Kafi adalah Shahih) yang ternyata merupakan ceramah dari seorang Ayatullah yaitu "Ayatullah DR. Husaini Qazwini", dan dengan berbangga pula ia mengambilnya dengan mencatutkan namanya.

Apakah si penulis dungu tsb akan meludahi pernyataan ulamanya untuk yang kesekian kali? Husaini Qazwini memang hanyalah recehan dibandingkan dengan Al-Kulaini, Al-Kasyani, dan dedengkot Syi'ah lainnya yang meyakini keshahihan Al-Kafi. Namun si penulis dungu web syiahali.wp itu tetap tidak lebih berpengetahuan daripada Husaini Qazwini. Maka syiahali.wp bersama boss-nya (Husaini Qazwini) telah mengkafirkan para ulamanya. Inilah kaum Syi'ah, kaum orang-orang kurang ajar dan bodoh.

Dan setelah tertangkap basah seperti ini lagi, akankah si penulis dungu itu kembali menghapus atau mengedit artikelnya untuk menghilangkan pernyataan kurang ajar dan takfir kepada para dedengkotnya itu?

3. Web Syi'ah ejajufri.wp Turut Menyatakan Hal Yang Serupa

Lihat : http://ejajufri.wordpress.com/2011/03/10/kritik-dan-rekonstruksi-hadis-suni-syiah/

Screen-shot :


Dengan bukti ini makin jelas bahwa artikel yang telah dihapus oleh syiahali.wp, kemudian berlanjut kepada bantahannya, lalu artikel lain miliknya yang memuat pernyataan takfirnya, juga artikel dari ejajufri.wp di atas, semuanya adalah artikel dengan BAHASA, TULISAN, DAN PERNYATAAN YANG SAMA. Memuat takfir kepada para dedengkotnya yang meyakini keshahihhan Al-Kafi.

Maka jangan pernah mencoba-coba beralasan bahwa engkau (syiahali.wp) tidak pernah menulis pernyataan takfir tsb wahai himar. Itu sungguh tidak masuk akal karena artikel-artikel yang sama di tempat lain pada web murahanmu sendiri, juga pada web syi'ah lain seperti ejajufri.wp memuat hal yang sama dan mengambil dari sumber yang sama yaitu dari Ceramah DR. Husaini Qazwini, dan dia sendiri yang menyatakan pernyataan takfir tsb yang kemudian di-muat pada web-web Syi'ah. Sungguh lucu bila engkau (syiahali.wp) mengatakan hal yang serupa dengan DR. Husaini Qazwini namun hanya berbeda pada satu kalimat yaitu pada pernyataan takfir tsb.

4. Youtube Husaini Qazwini Dengan Pernyataan Dan Terjemahan Yang Serupa.

Saat sebelumnya tadi kita melihat di web murahan syiahali.wp pada artikel yang lupa dihapusnnya dan masih menyimpan pernyataan takfir tsb, di bagian akhir sebagaimana pada screen-shot yang saya beri kotak ber-frame merah, dia memuat catatan dengan mengatakan :

Ceramah ini disampaikan pada seminar al-Ghadir yang dihadiri ratusan pelajar Syiah dan ahlusunah pada 11/09/1338 di kota Masyhad. Diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu oleh Kachiwa dan disesuaikan ke dalam bahasa Indonesia.

Note yang sama sebagaimana ditulis oleh ejajufri.wp di bagian akhir tulisan :

Ceramah ini disampaikan pada seminar al-Ghadir yang dihadiri ratusan pelajar Syiah dan ahlusunah pada 11/09/1338 di kota Masyhad. Diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu oleh Kachiwa dan disesuaikan ke dalam bahasa Indonesia oleh Ali Reza Aljufri.

Perbedaannya, bahwa di web syiahali.wp tidak dimuat penyesuaian ke dalam bahasa Indonesia oleh Ali Reza Aljufri. Saya tidak tahu siapa yang mengcopas, apakah syiahali.wp yang mengopas ejajufri.wp dengan kecurangan ilmiyyah karena tidak memuat nama Ali Reza AlJufri ataukah sebaliknya yaitu ejajufir.wp yang mencopas syiahali.wp dengan kecurangan ilmiyyah karena mengaku-ngaku bahwa dialah yang menyesuaikan ke dalam bahasa Indonesia?

Namun itu tidak penting, pointnya adalah bahwa keduanya pada artikel tsb merupakan penyesuaian dari bahasa Melayu oleh Kachiwa sebagaimana mereka sendiri yang menulisnya, yang Kachiwa ini adalah yang menerjemahkan ceramah DR. Husaini Qazwini ke dalam bahasa Melayu yang kemudian syiahali.wp dan ejajufri.wp menyesuaikannya ke dalam bahasa Indonesia.

Dan berikut ini adalah youtube DR. Husaini Qazwini yang telah diupload dan diterjemahkan oleh Kachiwa dengan bahasa yang sama sebagaimana yang ditulis oleh syiahali.wp dan ejajufri.wp.


Perhatikan mulai menit 6:27, DR Husaini Qazwini mengatakan: "Tapi kita tidak mengatakan riwayat al-Kâfî dari awal sampai akhir adalah sahih atau “wahyu”. Lalu berlanjut mengatakan (menit 6:36 - 6:38) : "Barang siapa yang mendakwahkan (seluruh) riwayat al-Kâfî demikian (sahih) maka dia adalah kafir dan murtad."

Buktikan sendiri :


Screen-shoot :


Masihkah engkau berdusta wahai hamba mut'ah?

Masihkah engkau meludahi kesaksian ini setelah Allah membuatmu lupa?

Apakah anda ingin menghapus artikel anda lagi yang baru saya screenshot beserta link di atas? Saya sarankan, jika ingin menghapus ataupun meng-editnya, jangan lupa untuk turut meng-edit ataupun menghapus artikel anda lainnya pada tanggal 30 Juli 2011 selain artikel anda di atas, yaitu yang satu ini : http://syiahali.wordpress.com/2011/07/30/jikalau-melihat-suatu-riwayat-meskipun-dalam-shahihain-jika-bertentangan-dengan-alquran-bertentangan-dengan-sunah-yang-sebenarnya-bertentangan-dengan-akal-sehat-manusia-hendaknya-mereka-pisahka/

Karena disitu anda menyatakan dengan sangat jelas :

Tapi kita tidak mengatakan riwayat al-Kâfî dari awal sampai akhir adalah sahih atau “wahyu”. Barang siapa yang mendakwahkan (seluruh) riwayat al-Kâfî demikian (sahih) maka dia adalah kafir dan murtad. Kami mengatakan riwayat dalam al-Kâfî ada yang sahih dan daif. Kami mempunyai kaidah dan kelengkapan ilmu rijal.......

Screen-shot :


Teruslah engkau berdusta wahai hamba mut'ah dan membusuklah karena tangan kotormu sendiri

Benarlah tatkala Al-Imam Asy-Syafi'iy rahimahullaahu Ta'aalaa berkata :

لم أر أحداً من أصحاب الأهواء أكذب في الدعوى، ولا أشهد بالزور من الرافضة

“Aku tidak pernah melihat seorang pun dari kalangan pengekor hawa nafsu yang paling berdusta dalam pengakuan dan paling palsu dalam kesaksian melebihi orang-orang Syi'ah Rafidhah.” [Al-Ibanah Al-Kubra 2/545]

Imam Abu 'Ubaid Al-Qasim bin Salam rahimahullaahu Ta'aalaa berkata :

عاشرت الناس، وكلمت أهل الكلام، وكذا، فما رأيت أوسخ وسخاً، ولا أقذر قذراً، ولا أضعف حجة، ولا أحمق من الرافضة
 
"Aku telah hidup dengan seluruh manusia. Dan aku telah berdebat dengan ahli kalam. Dan aku tidak melihat ada yang lebih kotor, lebih menjijikkan, lebih lemah hujjahnya, dan lebih bodoh daripada Syi'ah Rafidhah" [As-Sunnah Lil Khalal 1/499]

Sebagaimana dari dahulu para 'Ulama mensifati rafidhah sebagai :


أكذب الناس في النقليات .. و أجهل الناس في العقليات

"adalah sedusta-dustanya manusia dalam riwayat.. dan sebodoh-bodohnya manusia dalam akal."
 

Imam mereka di kitab mereka mengatakan :

قال أبو عبد الله (ع): إن ممن ينتحل هذا الأمر ليكذب حتى أنا الشيطان ليحتاج إلى كذبه 

Telah berkata Abu 'Abdullah (Imam Ja'far Ash-Shadiq) 'alaihis salam : "Sesungguhnya diantara orang yang meyakini perkara ini (yaitu bertasyayyu’) melakukan dusta hingga setan saja perlu kepada kedustaannya. [Al-Kafi oleh Al-Kulaini 8/254, lihat : www.al-shia.com/html/ara/books/lib-hadis/al-kafi-8/07.htm, Al-Amali oleh Ath-Thusi hal. 414, lihat : www.yasoob.com/books/htm1/m013/11/no1186.html, Biharul Anwar oleh Al-Majlisi 69/260, lihat : www.yasoob.com/books/htm1/m013/13/no1348.html]

Wallaahul Muwaffiq.

-----oOo-----


Related Posts

6 Response to Takutlah engkau kepada Allah wahai PENDUSTA! (Menyingkap Dusta Murahan Web Recehan Syiahali.Wp)

23 Januari 2013 10.41

Lagi, sebuah page Syi'ah di facebook turut meng-copas hal yang serupa
dengan di atas bahwa "Barang siapa yang mendakwahkan (seluruh) riwayat
al-Kâfî demikian (sahih) maka dia adalah kafir dan murtad."

Lihat : http://www.facebook.com/permalink.php?id=193210487368118&story_fbid=493905507298613

Screen-shot : http://4.bp.blogspot.com/-w7KyJp8yl-o/UQAugQqKN_I/AAAAAAAAFOc/Zb6R_9j78Dc/s1600/pagesyiahtolol.JPG

dengan bukti-bukti ini maka semakin jelas bahwa semua tulisan tentang hal
tersebut adalah sama, maka sangat tidak masuk akal artikel bantahan dari
si penulis dungu web syiahali.wp itu yang memuat tanpa pernyataan
takfir di atas. Karena sesungguhnya semua tulisan tsb bersumber dari
ulama mereka DR. Husaini Qazwini. Sangat lucu bila si penulis dungu itu
mengatakan hal yang 99 % sama dengan DR. Husaini Qazwini namun hanya
berbeda 1 % yakni pada pernyataan takfir tsb.

23 Januari 2013 10.53

Lagi, sebuah page Syi'ah di facebook turut meng-copas hal yang serupa dengan di atas bahwa "Barang siapa yang mendakwahkan (seluruh) riwayat al-Kâfî demikian (sahih) maka dia adalah kafir dan murtad."

Lihat : http://www.facebook.com/permalink.php?id=193210487368118&story_fbid=493905507298613

Lihat dan klik screenshot-nya pada file yang telah saya attach tepat di bawah komentar saya.

Dengan bukti-bukti ini maka semakin jelas bahwa semua tulisan tentang hal tersebut adalah sama, maka sangat tidak masuk akal artikel bantahan dari si penulis dungu web syiahali.wp itu yang memuat tanpa pernyataan takfir (Kafir bagi siapa pun yang meyakini seluruh riwayat Al-Kafi adalah shahih) di atas. Karena sesungguhnya semua tulisan tsb bersumber dari ulama mereka DR. Husaini Qazwini. Sangat lucu bila si penulis dungu itu mengatakan hal yang 99 % sama dengan DR. Husaini Qazwini namun hanya berbeda 1 % yakni pada pernyataan takfir tsb.

23 Januari 2013 10.57

Lagi, sebuah page Syi'ah di facebook turut meng-copas hal yang serupa dengan di atas bahwa "Barang siapa yang mendakwahkan (seluruh) riwayat al-Kâfî demikian (sahih) maka dia adalah kafir dan murtad."

Lihat : http://www.facebook.com/permalink.php?id=193210487368118&story_fbid=493905507298613

Lihat dan klik screenshot-nya pada file yang telah saya attach tepat di bawah komentar saya..

Dengan bukti-bukti ini maka semakin jelas bahwa semua tulisan tentang hal tersebut adalah sama, maka sangat tidak masuk akal artikel bantahan dari si penulis dungu web syiahali.wp itu yang memuat tanpa pernyataan takfir (Kafir bagi siapa pun yang meyakini seluruh riwayat Al-Kafi adalah shahih) di atas. Karena sesungguhnya semua tulisan tsb bersumber dari ulama mereka DR. Husaini Qazwini. Sangat lucu bila si penulis dungu itu mengatakan hal yang 99 % sama dengan DR. Husaini Qazwini namun hanya berbeda 1 % yakni pada pernyataan takfir tsb.

23 Januari 2013 11.11

Lagi, sebuah page Syi'ah di facebook turut meng-copas hal yang serupa di atas bahwa : "Barang siapa yang mendakwahkan (seluruh) riwayat al-Kâfî demikian (sahih) maka dia adalah kafir dan murtad."

Lihat : http://www.facebook.com/permalink.php?id=193210487368118&story_fbid=493905507298613

Lihat screenshot-nya pada file yang telah saya attach di bawah komentar saya. Maka dengan bukti-bukti ini semakin jelas bahwa seluruh tulisan yang tentang hal tersebut adalah SAMA. Bersumber dari ulama mereka yakni DR. Husaini Qazwini.

Maka sangat tidak masuk akal artikel baru si penulis dungu web syiahali.wp itu di atas yang tidak memuat pernyataan takfir tersebut (bahwa barangsiapa yang menyakini seluruh riwayat al-kafi adalah shahih maka ia kafir dan murtad). Sungguh sangat lucu bila dia beralasan bahwa dia mengucapkan hal yang 99 % sama dengan DR. Husaini Qazwini dan hanya berbeda 1 % yaitu pada pernyataan takfir tsb.

Dusta murahan..

23 Januari 2013 11.16

Lagi, sebuah page Syi'ah di facebook turut meng-copas hal yang serupa di atas bahwa : "Barang siapa yang mendakwahkan (seluruh) riwayat al-Kâfî demikian (sahih) maka dia adalah kafir dan murtad."

Lihat : http://www.facebook.com/permalink.php?id=193210487368118&story_fbid=493905507298613

Screen-shoot : http://mediacdn.disqus.com/uploads/mediaembed/images/420/9509/original.jpg

Maka dengan bukti-bukti ini semakin jelas bahwa seluruh tulisan yang tentang hal tersebut adalah SAMA. Bersumber dari ulama mereka yakni DR. Husaini Qazwini.

Maka sangat tidak masuk akal artikel baru si penulis dungu web syiahali.wp itu di atas yang tidak memuat pernyataan takfir tersebut (bahwa barangsiapa yang menyakini seluruh riwayat al-kafi adalah shahih maka ia kafir dan murtad). Sungguh sangat lucu bila dia beralasan bahwa dia mengucapkan hal yang 99 % sama dengan DR. Husaini Qazwini dan hanya berbeda 1 % yaitu pada pernyataan takfir tsb.

Dusta murahan..

Putra Yasa
28 Januari 2014 08.42

Syiah memang ajarannya para pendusta.Makanya bukan dikatakan syiah kalau tidak pandai berdusta

Posting Komentar