Kafirnya Zaidiyyah dan Waqifiyyah Di Mata Imamiyyah (Bag. II)

Tulisan ringkas berikut hanya merupakan kelanjutan pada tulisan sebelumnya mengenai kafirnya Zaidiyyah, Waqifiyyah, dan Syi'ah lainnya di Mata Syi'ah Imamiyyah di :  http://jaser-leonheart.blogspot.com/2013/01/sekilas-kafirnya-zaidiyyah-waqifiyyah.html

Hurr Al-'Amili dalam Wasailusy-Syi'ah 28/351-352, juga Al-Majlisi dalam Biharul Anwar 50/274-275 :

[ 34943 ] 40 ـ سعيد بن هبة الله الراوندي في ( الخرائج والجرائح ) عن أحمد بن محمد بن مطهر ، قال : كتب بعض أصحابنا إلى أبي محمد ( عليه السلام ) يسأله عمن وقف على أبي الحسن موسى ( عليه السلام ) ، فكتب : لا تترحم على عمك وتبرأ منه أنا إلى الله منه بريء ، فلا تتولهم ، ولا تعد مرضاهم ، ولا تشهد جنائزهم ، ولا تصل على أحد منهم مات أبدا ، من جحد إماما من الله أو زاد إماما ليست إمامته من الله كان كمن قال : ( إن الله ثالث ثلثة ) إن الجاحد أمر آخرنا جاحد أمر أولنا . . . الحديث

Sa'id bin Hibatullah Ar-Rawandiy dalam Al-Kharaij Wal-Jaraih dari Ahmad bin Muhammad bin Muthahhar, berkata : sebagian sahabat kami menulis kepada Abu Muhammad 'alaihis salam, menanyakan beliau mengenai orang yang waqf kepada Abi Al-Hasan Musa 'alaihis salam. (Waqf : berhenti, maksudnya adalah seseorang yang mempercayai bahwa Imam Musa Al-Kazhim adalah Al-Qaim, mereka mempercayai bahwa Imam Musa Al-Kazhim tidak mati, dan mengingkari keimamahan anaknya. Orang syi'ah yang beraqidah demikian disebut Waqifi.). Maka beliau menulis: "Janganlah engkau berkasih kepada pamanmu, dan berlepas dirilah engkau darinya. Sesungguhnya aku kepada Allah berlepas diri darinya. Janganlah berteman dengan mereka, jangan mengunjungi mereka yang sakit, jangan saksikan jenazah mereka, dan janganlah engkau menshalati kepada satu pun yang mati dari mereka selama-lamanya. Barangsiapa yang menentang/mengingkari Imam dari Allah ataupun menambah seorang Imam yang keimamahannya bukan dari Allah maka ia sama seperti orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga. Sesungguhnya orang yang mengingkari perkara terakhir kami adalah pengingkar perkara awal kami."

Ulama mereka yang lain yaitu Muhammad Hasan Al-Jawahiri dalam Jawahirul Kalam 6/67 menukil hadits versi mereka :

ان الزيدية والواقفة والنصاب بمنزلة واحدة

"Sesungguhnya Zaidiyyah, Waqifiyyah, dan Nawashib adalah berkedudukan SATU (SAMA)."

Ath-Thusiy dalam Ikhtiyar Ma'rifat Ar-Rijal 2/756, Hurr Al-'Amili dalam Wasailusy-Syi'ah 9/229 :

862 – وجدت بخط جبريل بن أحمد في كتابه حدثني سهل بن زياد الادمي قال : حدثني محمد بن أحمد بن الربيع الأقرع قال : حدثني جعفر بن بكير قال : حدثني يونس بن يعقوب قال قلت لأبي الحسن الرضا ع : أعطى هؤلاء الذين يزعمون أن أباك حي من الزكاة شيئا؟ قال : لا تعطهم فإنهم كفار مشركون زنادقة

"...(sanad)...telah menceritakan kepada Yunus bin Ya'qub yang berkata 'aku berkata kepada Abi Al-Hasan Ar-Ridha 'alaihis salam' : "Haruskan aku memberikan sesuatu zakat kepada mereka yang meyakini bahwa ayah engkau masih hidup?" Beliau berkata : "Janganlah engkau memberikan kepada mereka karena sesungguhnya mereka ORANG-ORANG KAFIR, MUSYRIK DAN ZINDIQ."

Al-Kasyi dalam kitab Rijalnya menukil sabda Imam :

409- حمدويه، قال حدثنا يعقوب بن يزيد، قال حدثنا محمد بن عمر، عن محمد بن عذافر، عن عمر بن يزيد، قال : سألت أبا عبد الله (عليه السلام) عن الصدقة على الناصب و على الزيدية فقال لا تصدق عليهم بشي‏ء و لا تسقهم من الماء إن استطعت، و قال لي الزيدية هم النصاب

Hamdawayh berkata telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin Yazid yang berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin 'Umar, dari Muhammad bin 'Udzafir, dari 'Umar bin Yazid, yang berkata aku bertanya kepada Abu 'Abdillah 'alaihis salam mengenai pemberikan sedekah kepada orang-orang Nawashib dan Zaidiyyah, maka beliau menjawab "Janganlah engkau memberikan suatu pun sedekah kepada mereka, dan jangan pula engkau memberikan kepada mereka untuk minum dari air apabila engkau mampu. Beliau berkata (lagi) kepadaku : "Sesungguhnya Zaidiyyah adalah Nawashib".

410- محمد بن الحسن، قال حدثني أبو علي الفارسي، قال حكى منصور، عن الصادق علي بن محمد بن الرضا (عليهم السلام) : أن الزيدية و الواقفة و النصاب بمنزلة عنده سواء

Muhammad bin Al-Hasan, berkata telah menceritakan kepadaku Abu 'Ali Al-Farisiy, berkata, Manshur telah meriwayatkan dari Ash-Shadiq 'Ali bin Muhammad bin Ar-Ridha 'alaihis salam : Sesungguhnya Zaidiyyah, Waqifiyyah, dan Nawashib menurut beliau berkedudukan SAMA.

411- محمد بن الحسن، قال حدثني أبو علي، عن يعقوب بن يزيد، عن ابن أبي عمير، عمن حدثه، قال سألت محمد بن علي الرضا (عليه السلام) عن هذه الآية وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ خاشِعَةٌ عامِلَةٌ ناصِبَةٌ قال :نزلت في النصاب و الزيدية و الواقفة من النصاب

Muhammad bin Al-Hasan, berkata telah menceritakan kepadaku Abu 'Ali, dari Ya'qub bin Yazid, dari Ibn Abi 'Umair, dari yang menceritkan kepadanya berkata, aku bertanya kepada Muhammad bin 'Ali Ar-Ridha 'alaihis salam mengenai Ayat ini (yang artinya) : "'Banyak muka pada hari itu tunduk terhina, bekerja keras lagi kepayahan' [Al-Ghasyiah]". Beliau menjawab "Ayat tersebut turun mengenai kaum Nawashib. Dan Zaidiyyah juga Waqifah termasuk dari Nawashib."

412- حمدويه، قال حدثنا أيوب بن نوح، قال حدثنا صفوان، عن داود بن فرقد، عن أبي عبد الله (عليه السلام) قال : ما أحد أجهل منهم يعني العجلية، إن في المرجئة فتيا و علما و في الخوارج فتيا و علما، و ما أحد أجهل منهم

Hamdawayh, berkata telah menceritakan kepada kami Ayyub bin Nuh, berkata telah menceritakan kepada kami Shafwan, dari Daud bin Farqad, dari Abi 'Abdillah 'alaihis salam berkata "Tidak ada seorang pun yang lebih bodoh daripada mereka yakni kaum Al-'Ijliyyah (pengikut Zaidi Harun bin Sa'd Al-'Ijli, dekat dalam doktrin kepada Batriyyah). Sesungguhnya pada Murji'ah terdapat pemuda (atau bermaksud : kekuatan/kehormatan -pent) dan pengetahuan. Dan pada Khawarij terdapat pemuda dan pengetahuan. Dan tidak ada satu pun yang lebih bodoh daripada mereka.


Demikian sekilas mengenai kekafiran Zaidiyyah dan Waqifiyyah di mata Imamiyyah bagian II. Walhashil keduanya adalah Nawashib alias KAFIR di mata Imamiyyah karena tidak meyakini Imamah sebagaimana versi Imamah pada Imamiyyah yang berjumlah 12 Imam. Dan fakta yang menakjubkan adalah sesungguhnya betapa banyak dari hadits-hadits versi mereka yang pada perawinya banyak yang beraqidah Waqifiyyah.

Maka jika ada orang Syi'ah berkata macam-macam mengenai perawi-perawi pada Ahlus Sunnah sebagaimana asumsi dungu mereka yang tidak faham mengenai Ushul Ilmu Hadits, katakan kepada mereka bahwa sesungguhnya pada hadits mereka sendiri lah yang banyak periwayatan dari orang-orang KAFIR. Orang-orang kafir tersebut diberikan ta'dil oleh para Ulama Hadits mereka sebagai orang-orang yang tsiqaat sehingga orang-orang kafir tersebut menjadi syarat dari shahihnya sebuah sabda Imam yang Ma'shum. Betapa penting dan mulianya kedudukan orang-orang kafir tersebut di sisi mereka.

Allaahul Musta'aan..

-----oOo-----



Related Posts

No Response to "Kafirnya Zaidiyyah dan Waqifiyyah Di Mata Imamiyyah (Bag. II)"

Posting Komentar