Tampilkan postingan dengan label Takfir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Takfir. Tampilkan semua postingan
Dapat dibaca di blog yang baru.
bag. 1 : http://jaser-1eonheart.blogspot.com/2013/08/hakikat-shufiyyah-di-mata-syiah-bag-1.html
bag. 2 : http://jaser-1eonheart.blogspot.com/2013/08/hakikat-shufiyyah-di-mata-syiah-bag-2.html
Demikian. Baarakallaahu fiikum.
- Jaser Leonheart -
bag. 1 : http://jaser-1eonheart.blogspot.com/2013/08/hakikat-shufiyyah-di-mata-syiah-bag-1.html
bag. 2 : http://jaser-1eonheart.blogspot.com/2013/08/hakikat-shufiyyah-di-mata-syiah-bag-2.html
Dan untuk selanjutnya, saya berakftifitas di blog baru tersebut. Sebab entah kenapa blog yang lama ini apabila ditambahkan artikelnya ia akan membuat loading daftar isi blog menjadi lebih berat. Atau mungkin hanya di tempat saya yang jaringan internetnya lemah? Maklum admin agak gaptek.
Demikian. Baarakallaahu fiikum.
- Jaser Leonheart -
Al-Khui dalam Mu'jam Rijalul Hadits juz 12 hal. 132 berkata :
Lihat : http://www.yasoob.com/books/htm1/m020/23/no2320.html
Scan Pages :
PADAHAL Waqifi ini hukumnya NASHIBI DAN KAFIR di mata Syi'ah Imamiyyah, baca di :
Allaahul Musta'aan.....
أقول: لا ينبغي الشك في أن عثمان بن عيسى كان منحرفا عن الحق ومعارضا للرضا عليه السلام، وغير معترف بامامته، وقد استحل أموال الامام عليه السلام، ولم يدفعها إليه ! وأما توبته ورده الاموال بعد ذلك فلم تثبت فإنها رواية نصر بن الصباح، وهو ليس بشئ، ولكنه مع ذلك كان ثقة بشهادة الشيخ وعلي بن إبراهيم وابن شهر آشوب
"Aku (Al-Khui) katakan : Tidak ada keraguan mengenai 'Utsman bin 'Isa bahwasanya dia adalah orang yang berpaling dari kebenaran dan penentang Imam Ar-Ridha 'alaihis salam. Dan dia bukanlah orang yang mengakui keimamahan beliau. Dia pun telah menghalalkan (baca: mengambil/mencuri) harta Imam 'alaihis salam dan tidak mengembalikannya kepada beliau! Adapun mengenai taubatnya dan pengembalian harta Imam darinya setelah itu sesungguhnya tidaklah tsabit, karena hal tersebut berdasarkan riwayat Nashr bin Shabah wa huwa laisa bi syai. Tetapi bersamaan hal itu dia adalah seorang yang TSIQAH dengan kesaksian Asy-Syaikh, 'Ali bin Ibrahim, dan Ibn Syahr Asyub." [http://www.yasoob.com/books/htm1/m020/23/no2370.html]
Jadi, 'Utsman bin 'Isa adalah :
- 1. Tidak mengakui (mengimani) keimamahan Imam Ar-Ridha
- 2. Penentang Imam Ar-Ridha
- 3. Pencuri harta Imam Ar-Ridha
- 4. Dia adalah SEORANG WAQIFI sebagaimana diterangkan dalam Rijal An-Najasyi hal. 300 sbb :
817 ] عثمان بن عيسى أبو عمرو العامري الكلابي ثم من ولد عبيد بن رؤاس، فتارة يقال الكلابي و تارة العامري وتارة الرؤاسي، والصحيح أنه مولى بني رؤاس. وكان شيخ الواقفة ووجهها
Lihat : http://www.yasoob.com/books/htm1/m020/23/no2320.html
Scan Pages :
PADAHAL Waqifi ini hukumnya NASHIBI DAN KAFIR di mata Syi'ah Imamiyyah, baca di :
- http://jaser-leonheart.blogspot.com/2013/01/sekilas-kafirnya-zaidiyyah-waqifiyyah.html
- http://jaser-leonheart.blogspot.com/2013/03/kafirnya-zaidiyyah-dan-waqifiyyah-di.html
Namun meskipun demikian, dia TSIQAH!!!! Dia menjadi salah satu syarat shahihnya sebuah sabda dari Imam Ma'shum!!!
ORANG KAFIR DAN KURANG AJAR TERHADAP IMAM ADALAH TSIQAH DI MATA IMAMIYYAH !!!
Allaahul Musta'aan.....
-----oOo-----
Tulisan ringkas berikut hanya merupakan kelanjutan pada tulisan sebelumnya mengenai kafirnya Zaidiyyah, Waqifiyyah, dan Syi'ah lainnya di Mata Syi'ah Imamiyyah di : http://jaser-leonheart.blogspot.com/2013/01/sekilas-kafirnya-zaidiyyah-waqifiyyah.html
Hurr Al-'Amili dalam Wasailusy-Syi'ah 28/351-352, juga Al-Majlisi dalam Biharul Anwar 50/274-275 :
[ 34943 ] 40 ـ سعيد بن هبة الله الراوندي في ( الخرائج والجرائح ) عن أحمد بن محمد بن مطهر ، قال : كتب بعض أصحابنا إلى أبي محمد ( عليه السلام ) يسأله عمن وقف على أبي الحسن موسى ( عليه السلام ) ، فكتب : لا تترحم على عمك وتبرأ منه أنا إلى الله منه بريء ، فلا تتولهم ، ولا تعد مرضاهم ، ولا تشهد جنائزهم ، ولا تصل على أحد منهم مات أبدا ، من جحد إماما من الله أو زاد إماما ليست إمامته من الله كان كمن قال : ( إن الله ثالث ثلثة ) إن الجاحد أمر آخرنا جاحد أمر أولنا . . . الحديث
Sa'id bin Hibatullah Ar-Rawandiy dalam Al-Kharaij Wal-Jaraih dari Ahmad bin Muhammad bin Muthahhar, berkata : sebagian sahabat kami menulis kepada Abu Muhammad 'alaihis salam, menanyakan beliau mengenai orang yang waqf kepada Abi Al-Hasan Musa 'alaihis salam. (Waqf : berhenti, maksudnya adalah seseorang yang mempercayai bahwa Imam Musa Al-Kazhim adalah Al-Qaim, mereka mempercayai bahwa Imam Musa Al-Kazhim tidak mati, dan mengingkari keimamahan anaknya. Orang syi'ah yang beraqidah demikian disebut Waqifi.). Maka beliau menulis: "Janganlah engkau berkasih kepada pamanmu, dan berlepas dirilah engkau darinya. Sesungguhnya aku kepada Allah berlepas diri darinya. Janganlah berteman dengan mereka, jangan mengunjungi mereka yang sakit, jangan saksikan jenazah mereka, dan janganlah engkau menshalati kepada satu pun yang mati dari mereka selama-lamanya. Barangsiapa yang menentang/mengingkari Imam dari Allah ataupun menambah seorang Imam yang keimamahannya bukan dari Allah maka ia sama seperti orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga. Sesungguhnya orang yang mengingkari perkara terakhir kami adalah pengingkar perkara awal kami."
Ulama mereka yang lain yaitu Muhammad Hasan Al-Jawahiri dalam Jawahirul Kalam 6/67 menukil hadits versi mereka :
ان الزيدية والواقفة والنصاب بمنزلة واحدة
"Sesungguhnya Zaidiyyah, Waqifiyyah, dan Nawashib adalah berkedudukan SATU (SAMA)."
Ath-Thusiy dalam Ikhtiyar Ma'rifat Ar-Rijal 2/756, Hurr Al-'Amili dalam Wasailusy-Syi'ah 9/229 :
862 – وجدت بخط جبريل بن أحمد في كتابه حدثني سهل بن زياد الادمي قال : حدثني محمد بن أحمد بن الربيع الأقرع قال : حدثني جعفر بن بكير قال : حدثني يونس بن يعقوب قال قلت لأبي الحسن الرضا ع : أعطى هؤلاء الذين يزعمون أن أباك حي من الزكاة شيئا؟ قال : لا تعطهم فإنهم كفار مشركون زنادقة
"...(sanad)...telah menceritakan kepada Yunus bin Ya'qub yang berkata 'aku berkata kepada Abi Al-Hasan Ar-Ridha 'alaihis salam' : "Haruskan aku memberikan sesuatu zakat kepada mereka yang meyakini bahwa ayah engkau masih hidup?" Beliau berkata : "Janganlah engkau memberikan kepada mereka karena sesungguhnya mereka ORANG-ORANG KAFIR, MUSYRIK DAN ZINDIQ."
Al-Kasyi dalam kitab Rijalnya menukil sabda Imam :
409- حمدويه، قال حدثنا يعقوب بن يزيد، قال حدثنا محمد بن عمر، عن محمد بن عذافر، عن عمر بن يزيد، قال : سألت أبا عبد الله (عليه السلام) عن الصدقة على الناصب و على الزيدية فقال لا تصدق عليهم بشيء و لا تسقهم من الماء إن استطعت، و قال لي الزيدية هم النصاب
Hamdawayh berkata telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin Yazid yang berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin 'Umar, dari Muhammad bin 'Udzafir, dari 'Umar bin Yazid, yang berkata aku bertanya kepada Abu 'Abdillah 'alaihis salam mengenai pemberikan sedekah kepada orang-orang Nawashib dan Zaidiyyah, maka beliau menjawab "Janganlah engkau memberikan suatu pun sedekah kepada mereka, dan jangan pula engkau memberikan kepada mereka untuk minum dari air apabila engkau mampu. Beliau berkata (lagi) kepadaku : "Sesungguhnya Zaidiyyah adalah Nawashib".
410- محمد بن الحسن، قال حدثني أبو علي الفارسي، قال حكى منصور، عن الصادق علي بن محمد بن الرضا (عليهم السلام) : أن الزيدية و الواقفة و النصاب بمنزلة عنده سواء
Muhammad bin Al-Hasan, berkata telah menceritakan kepadaku Abu 'Ali Al-Farisiy, berkata, Manshur telah meriwayatkan dari Ash-Shadiq 'Ali bin Muhammad bin Ar-Ridha 'alaihis salam : Sesungguhnya Zaidiyyah, Waqifiyyah, dan Nawashib menurut beliau berkedudukan SAMA.
411- محمد بن الحسن، قال حدثني أبو علي، عن يعقوب بن يزيد، عن ابن أبي عمير، عمن حدثه، قال سألت محمد بن علي الرضا (عليه السلام) عن هذه الآية وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ خاشِعَةٌ عامِلَةٌ ناصِبَةٌ قال :نزلت في النصاب و الزيدية و الواقفة من النصاب
Muhammad bin Al-Hasan, berkata telah menceritakan kepadaku Abu 'Ali, dari Ya'qub bin Yazid, dari Ibn Abi 'Umair, dari yang menceritkan kepadanya berkata, aku bertanya kepada Muhammad bin 'Ali Ar-Ridha 'alaihis salam mengenai Ayat ini (yang artinya) : "'Banyak muka pada hari itu tunduk terhina, bekerja keras lagi kepayahan' [Al-Ghasyiah]". Beliau menjawab "Ayat tersebut turun mengenai kaum Nawashib. Dan Zaidiyyah juga Waqifah termasuk dari Nawashib."
412- حمدويه، قال حدثنا أيوب بن نوح، قال حدثنا صفوان، عن داود بن فرقد، عن أبي عبد الله (عليه السلام) قال : ما أحد أجهل منهم يعني العجلية، إن في المرجئة فتيا و علما و في الخوارج فتيا و علما، و ما أحد أجهل منهم
Hamdawayh, berkata telah menceritakan kepada kami Ayyub bin Nuh, berkata telah menceritakan kepada kami Shafwan, dari Daud bin Farqad, dari Abi 'Abdillah 'alaihis salam berkata "Tidak ada seorang pun yang lebih bodoh daripada mereka yakni kaum Al-'Ijliyyah (pengikut Zaidi Harun bin Sa'd Al-'Ijli, dekat dalam doktrin kepada Batriyyah). Sesungguhnya pada Murji'ah terdapat pemuda (atau bermaksud : kekuatan/kehormatan -pent) dan pengetahuan. Dan pada Khawarij terdapat pemuda dan pengetahuan. Dan tidak ada satu pun yang lebih bodoh daripada mereka.
Demikian sekilas mengenai kekafiran Zaidiyyah dan Waqifiyyah di mata Imamiyyah bagian II. Walhashil keduanya adalah Nawashib alias KAFIR di mata Imamiyyah karena tidak meyakini Imamah sebagaimana versi Imamah pada Imamiyyah yang berjumlah 12 Imam. Dan fakta yang menakjubkan adalah sesungguhnya betapa banyak dari hadits-hadits versi mereka yang pada perawinya banyak yang beraqidah Waqifiyyah.
Maka jika ada orang Syi'ah berkata macam-macam mengenai perawi-perawi pada Ahlus Sunnah sebagaimana asumsi dungu mereka yang tidak faham mengenai Ushul Ilmu Hadits, katakan kepada mereka bahwa sesungguhnya pada hadits mereka sendiri lah yang banyak periwayatan dari orang-orang KAFIR. Orang-orang kafir tersebut diberikan ta'dil oleh para Ulama Hadits mereka sebagai orang-orang yang tsiqaat sehingga orang-orang kafir tersebut menjadi syarat dari shahihnya sebuah sabda Imam yang Ma'shum. Betapa penting dan mulianya kedudukan orang-orang kafir tersebut di sisi mereka.
Allaahul Musta'aan..
-----oOo-----
Kitab : Shirathun Najat 2/438, Maktabah Al-Faqih - Kuwait
Muallif : Ayatusy-SYAITHAN Al-Khui
Ta'liq : Ayatusy-SYAITHAN Al-Mirza Jawad At-Tibrizi
الخوئي : نعم يقال له مؤمن
Shirathun Najat 2/438 via maktabah Syi'ah Online :
http://shiaonlinelibrary.com/الكتب/778_صراط-النجاة-الميرزا-جواد-التبريزي-ج-٢/الصفحة_433
Atau pada Web resmi fatwa Al-Khui disini : http://www.al-khoei.us/fatawa1/index.php?id=224
And Here The Scan Pages :
Maka jelas, Laqob Mukmin (orang yang beriman) KHUSUS Untuk Syi'ah -di mata mereka-, Selain Syi'ah -yaitu Kita- adalah orang-orang yang tidak beriman alias KAFIR !!!!
Muallif : Ayatusy-SYAITHAN Al-Khui
Ta'liq : Ayatusy-SYAITHAN Al-Mirza Jawad At-Tibrizi
س ١٣٧٥ : لقب المؤمن خاص لشيعة اهل البيت عليهم السلام هل يقال للشيعي مؤمن حتى لو ترك الواجبات , كالصلاة مثلا ؟
الخوئي : نعم يقال له مؤمن
Pertanyaan 1375 : "Laqob (gelar/panggilan) Mukmin (orang yang beriman) KHUSUS hanya untuk Syi'ah Ahlul Bait 'alaihim as-salam. Apakah tetap dikatakan bagi seorang Syi'ah sebagai Mukmin meskipun dia meninggalkan perkara-perkara yang diwajibkan seperti Shalat?"
Al-Khui : "Na'am (Iya), tetap dikatakan baginya sebagai Mukmin."
Shirathun Najat 2/438 via maktabah Syi'ah Online :
http://shiaonlinelibrary.com/الكتب/778_صراط-النجاة-الميرزا-جواد-التبريزي-ج-٢/الصفحة_433
Atau pada Web resmi fatwa Al-Khui disini : http://www.al-khoei.us/fatawa1/index.php?id=224
And Here The Scan Pages :
-----oOo-----
Telah kita ketahui bahwa selain Syi'ah 12 Imam (Imamiyyah) terdapat juga kelompok Syi'ah lainnya, yang diantaranya adalah Syi'ah Zaidiyyah, Syi'ah Waqifiyyah, juga Fathiyyah. Namun bagaimana status kelompok-kelompok tersebut di mata Syi'ah Imamiyyah? Apakah mereka bersaudara? Berikut ini pemaparan ringkas mengenai hal tsb.
Ulama besar Syi'ah kontemporer, Ayatusy-SYAITHAN Al-'Uzhma Al-Husaini Asy-Syirazi menyatakan :
وأما سائر أقسام الشيعة غير الإثني عشرية، فقد دلت نصوص كثيرة على كفرهم، ككثير من الأخبار المتقدمة، الدالة على أن من جحد إماماً كان كمن قال: "إن الله ثالث ثلاثة" ونحوه رواية الكشي بسنده عن ابن أبي عمير عمن حدثه قال : سألت محمد بن علي الرضاع عن هذه الآية " وجوه يومئذ خاشعة عاملة ناصبة " قال : نزلت في النصاب والزيدية والواقفة من النصاب
Dan adapun golongan-golongan Syi'ah lain selain Syi'ah Al-Itsna 'Asyariyyah (Syi'ah 12 / Imamiyyah) maka banyak nash-nash yang menunjukkan KEKAFIRAN mereka seperti banyaknya khobar-khobar terdahulu yang menunjukkan bahwa barangsiapa yang menolak/mengingkari Imam sama seperti orang yang mengatakan bahwa Allah adalah satu dari yang tiga. Dan juga riwayat Al-Kasyi dengan sanadnya dari Ibn Abi 'Umair, dari yang menceritakan kepadanya berkata : "Aku bertanya kepada Muhammad bin 'Ali Ar-Ridha 'alaihis salam mengenai Ayat ini (yang artinya) : "'Banyak muka pada hari itu tunduk terhina, bekerja keras lagi kepayahan' [Al-Ghasyiah]". Beliau menjawab "Ayat tersebut turun mengenai kaum Nawashib. Dan Zaidiyyah juga Waqifah termasuk dari Nawashib" [Al-Fiqh oleh Asy-Syirazi 4/269, Darul 'Ulum, Beirut - Lebanon]
Scan Pages :
Zaidiyyah dan Waqifah adalah kafir di mata Imamiyyah. Mereka pun adalah Nawashib. Dan tidak ragu lagi sebagaimana telah kita ketahui bahwa Nawashib memang kafir di mata Syi'ah, darah dan harta mereka adalah halal. Julukan nawashib mereka (Syi'ah) sematkan kepada golongan-golongan selain mereka termasuk kita Ahlus Sunnah. Silahkan baca : http://jaser-leonheart.blogspot.com/2012/04/hakekat-nashibi-di-mata-syiah.html , juga artikel lainnya pada bab "Takfir" (lihat pada Daftar Artikel).
Riwayat yang dinukil di atas sebagaimana terdapat dalam Biharul Anwar juz 37 hal. 34 oleh Al-Majlisi, yang kemudian dia turut menyatakan :
أقول : كتب أخبارنا مشحونة بالاخبار الدالة على كفر الزيدية وأمثالهم من الفطحية والواقفة وغيرهم من الفرق المضلة المبتدعة
Aku katakan : "Kitab-kitab khobar kami sangat sarat (penuh) dengan khobar-khobar yang menunjukkan KAFIRNYA Zaidiyyah dan yang semisal dengan mereka dari Fathiyyah, Waqifah, dan selain mereka dari firqah sesat nan bid'ah." [Biharul Anwar 37/34, lihat : www.yasoob.com/books/htm1/m013/13/no1316.html]
عن محمد بن علي الرضا ع أنه قال : الواقفة هم حمير الشيعة ثم تلا هذه الآية " إن هم إلا كالانعام بل هم أضل سبيلا
Dari Muhammad bin 'Ali Ar-Ridha 'alaihis salam, bahwa beliau berkata : "Syi'ah Waqifah mereka adalah keledai-keledai Syi'ah" Kemudian membacakan Ayat ini (QS Al-Furqan : 44, yang artinya) "Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu)." [Biharul Anwar 48/267, lihat : www.yasoob.com/books/htm1/m013/13/no1327.html]
Al-Majlisi menambahkan lagi :
حكى منصور، عن الصادق محمد بن علي الرضا ع : أن الزيدية والواقفية والنصاب عنده بمنزلة واحدة
"...Manshur meriwayatkan dari Ash-Shadiq Muhammd bin 'Ali Ar-Ridha 'alaihis salam : Sesungguhnya Zaidiyyah, Waqifiyyah, dan Nawashib menurut beliau berkedudukan SATU (SAMA)." [Biharul Anwar 48/267, lihat : www.yasoob.com/books/htm1/m013/13/no1327.html]
Demikian sekilas mengenai aqidah mereka (Syi'ah Imamiyyah) terhadap firqah-firqah selain mereka dari Syi'ah. Meski "sesama" Syi'ah namun dikafirkan oleh mereka, apa lagi kita yang jelas amat berbeda dari mereka yang tidak mengakui aqidah dongeng keimamahan para Imam?
Maka kini semakin nampak pendustaan mereka yang suka menggembar-gemborkan taqrib bathil untuk bersatu dengan mereka, karena di balik mulut berbisa mereka, hati mereka berlumur kebencian, permusuhan, dan pengingkaran yang sangat keras terhadap selain mereka, bahkan terhadap sesama anak buah gembong Yahudi 'Abdullah bin Saba'.
-----oOo-----
Terdapat sebuah doa agung di sisi Syi'ah, yang dimana doa ini begitu menunjukkan 'aqidah Syi'ah yang penuh dengan kemunafikan, kebencian dan laknat. Doa tersebut adalah doa shonamay quraisy yang artinya dua patung quraisy.
Doa Dua Patung Quraisy Yang dimaksud oleh orang Syi'ah tentang doa dua patung Quraisy ini adalah mendoakan keburukan untuk Jibt dan Thaghut yang kedua sebutan itu mereka maksudkan kepada Abu Bakar dan Umar radhiyallaahu 'anhumaa. Teks doa itu seperti di bawah ini:
بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على محمد وعلى آل محمد، اللهم العن صنمي قريش وجبتيها وطاغوتيها وإفكيها وابنتيها اللذين خالفا أمرك، وأنكرا وحيك، وجحدا إنعامك،وعصيا رسولك، وقلبا دينك وحرفا كتابك، وعطلا أحكامك، وأبطلا فرائضك، وألحدا في آياتك، وعاديا أولياءك وواليا أعداءك وخربا بلادك، وأفسدا عبادك
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Ya Allah berikanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya. Ya Allah laknatilah dua patung Quraisy, dua thaghut, dua jibt, dua pendusta, dan kedua anak perempuannya yang telah menyelisihi perintah-Mu, mendustakan wahyumu, tidak mensyukuri nikmat-nikmat-Mu, bermaksiat kepada utusan-Mu, memutar balik agama-Mu, mengubah kitab-Mu, mencintai musuh-musuh-Mu, mengingkari nikmat-nikmat-Mu, meninggalkan hukum-hukum-Mu, membatalkan dan mengabaikan kewajiban-kewajiban-Mu, memusuhi kekasih-Mu, loyal kepada musuh-musuh-Mu,menghancurkan negara-Mu, dan merusak hamba-hamba-Mu".
اللهم العنهما وأنصارهما فقد أخربا بيت النبوة، وردما بابه، ونقضا سقفه، وألحقا سماءه بأرضه، وعاليه بسافله، وظاهره بباطنه،واستأصلا أهله، وأبادا أنصاره وقتلا أطفاله، وأخليا منبره من وصيِّه ووارثه، وجحدا إمامته، وأشركا بربهما، فعظم ذنبهما وخلدهما في سقر! وما أدراك ما سقر؟ لاتبقي ولا تذر
"Ya Allah, laknatilah mereka berdua beserta pengikutnya, wali-walinya, golongannya dan kekasihnya yang telah merusak rumah kenabian (maksudnya Ali bin Abi Thalib), merobohkan pintunya, menjatuhkan atapnya, dan membumihanguskannya, baik luarnya maupun dalamnya, mereka membinasakan keluarganya, dan penolong-penolongnya, membunuh anak-anaknya, mengosongkan mimbar dari wasiatnya, dan pewaris ilmunya, mengingkari keimamannya (kepemimpinannya), dan menyekutukan tuhannya, karena itu besarkanlah dosa mereka berdua, dan kekalkanlah di dalam neraka Saqar. Tahukan kamu apa itu neraka Saqar? Yaitu neraka yang tidak menyisakan dan tidak pula membiarkan."
اللهم العنهم بعدد كل منكر أتياه، وحق أخفياه، ومنبر علواه، ومنافق ولياه ومؤمن أرجياه، وولي آذياه، وطريد أوياه، وصادق طرداه، وكافر نصراه، وإمام قهراه، وفرض غيراه، وأثر أنكراه، وشر أضمراه، ودم أراقاه، وخبر بدلاه، وحكم قلباه، وكفر أبدعاه، وكذب دلساه، وإرث نصباه، وفيء اقتطعاه، وسحت أكلاه، وخمس استحلاه، وباطل أسساه، وجور بسطاه، وظلم نشراه، ووعد أخلفاه، وعهد نقضاه، وحلال حرماه، وحرام حللاه، ونفاق أسراه، وغدر أضمراه وبطن فتقاه، وضلع كسراه، وصك مزقاه، وشمل بدداه، وذليل أعزاه، وعزيز أذلاه، وحق منعاه، وأمام خالفاه
Ya Allah, laknatilah mereka sebanyak kemungkaran yang mereka lakukan, sebanyak kebenaran yang mereka rahasiakan, sebanyak mimbar yang mereka naiki, sebanyak orang mukmin yang mereka jadikannya bergantung kepadanya, sebanyak orang munafik yang mereka cintai, sebanyak wali yang mereka siksa, sebanyak orang yang terusir yang mereka lindungi, sebanyak orang benar yang mereka usir, sebanyak orang kafir yang mereka tolong, sebanyak pemimpin yang mereka tindas, sebanyak kewajiban yang mereka rubah, sebanyak atsar yang mereka inkari, sebanyak kejelekan yang mereka lakukan, sebanyak darah yang mereka tumpahkan, sebanyak kebaikan yang mereka putar balikkan, sebanyak kekufuran yang mereka kibarkan, sebanyak kebohongan yang mereka tipukan, sebanyak harta warisan yang mereka ambil, sebanyak fai' (harta rampasan perang) yang mereka rampas, sebanyak harta haram yang mereka makan, sebanyak pembagian khumus (seperlima harta rampasan perang yang harus diserahkan ke baitul mal) yang mereka ambil, sebanyak kebatilan yang mereka dirikan, sebanyak ketidakadilan yang mereka sebarluaskan, sebanyak kemunafikan yang mereka sembunyikan, sebanyak pengkhianatan yang mereka rahasiakan, sebanyak kezaliman yang mereka sebarluaskan, sebanyak janji yang mereka ingkari, sebanyak amanat yang mereka khianati, sebanyak perjanjian yang mereka terjang, sebanyak perkara halal yang mereka haramkan, sebanyak perkara haram yang mereka halalkan, sebanyak perut yang mereka bedah, sebanyak janin yang mereka gugurkan, sebanyak tulang rusuk yang mereka hancurkan, sebanyak kertas perjanjian yang mereka cabik-cabik, sebanyak persatuan yang mereka pecahkan, sebanyak orang mulia yang mereka hinakan, sebanyak orang hina yang mereka agungkan, sebanyak kebenaran yang mereka larang, sebanyak kebohongan yang mereka palsukan, sebanyak kekuasaan yang mereka rampas, sebanyak imam yang mereka pungkiri."
اللهم العنهما بكل آية حرفاها، وفريضة تركاها، وسنة غيراها وأحكام عطلاها، وأرحام قطعاها، وشهادات كتماها، ووصية ضيعاها، وأيمان نكثاها ودعوى أبطلاها، وبينة أنكراها، وحيلة أحدثاها، وخيانة أورداها، وعقبة أرتقياها، ودباب دحرجاها، وأزياف لزماها (وأمانة خاناها
Ya Allah laknatilah mereka sejumlah ayat yang mereka rubah, sebanyak kewajiban yang mereka tinggalkan, sebanyak sunnah yang mereka rubah, sebanyak hukum yang mereka batalkan, sebanyak uang yang mereka ambil, sebanyak wasiat yang mereka ganti, sebanyak urusan yang mereka sia-siakan, sebanyak baiat yang mereka terjang, sebanyak kesaksian yang mereka sembunyikan, sebanyak pengakuan yang mereka batalkan, sebanyak bukti yang mereka ingkari, sebanyak tipu daya yang mereka wujudkan, sebanyak pengkhianatan yang mereka lakukan, sebanyak musibah yang mereka limpahkan, sebanyak halangan jalan yang mereka gelindingkan, sebanyak perhiasan yang mereka selalu kenakan.
اللهم العنهم في مكنون السر وظاهر العلانية لعناً كثيراً دائباً أبدا دائما سرمدا لا انقطاع لأمده، ولا نفاذ لعدده، يغدو أوله ولا يروح آخره، لهما ولأعوانهما وأنصارهما، ومحبيهما ومواليهما، والمسلمين لهما والمائلين إليهما، والناهضين بأجنحتهما والمقتدين بكلامهما والمصدقين بأحكامهما
Ya Allah, laknatilah mereka dalam keadaan rahasia dan jelas dengan sebanyak-banyaknya laknat, dan selama-lamanya, yang tidak terbatas bilangannya, dan tidak berakhir lamanya, laknatilah dengan laknat yang diawali dengan pembelengguan yang tidak ada akhirnya, laknat mereka beserta teman-temannya, penolong-penolongnya, kekasihnya, orang-orang yang taat kepadanya, orang-orang yang tunduk kepada mereka, orang- orang yang memohon kepadanya, yang berhujjah dengan dalilnya, yang setia bersamanya, yang mengikuti ucapannya, dan membenarkan hukum-hukumnya".
قل أربع مرات ) : اللهم عذبهم عذابا يستغيث منه أهل النار، آمين ربالعالمين
(Diucapkan empat kali) : Wahai Allah, adzablah mereka dengan adzab yang penduduk neraka saja berlindung dari adzab tersebut, Amin Rabbal 'Alamin.
Begitulah diantara doa laknat nan busuk para pemeluk agama Syi'ah. Para ulama Syi’ah banyak yang menyebutkan do’a ini, sebagian atau kesuluruhan. Diantara yang menyebutkan secara keseluruhan adalah Al Kaf’ami dalam Al-Baladu Al-Amin hal. 511-514. Al Mishbahu Al Jannah Al Waqiyah hal. 548-557. Al-Kasyany dalam Ilmul Yaqin 2/701-703, An-Nury Ath-Thabrasy dalam Fashlul Khithab hal. 9-10, Asadullah Ath-Thahrany Al-Ha’iry dalam Mafatihul Jinan hal. 113-114, Sayyid Murtadho Husein dalam Shahifah Alawiyah hal. 200-202, Manzhur bin Husein dalam Tuhfatul Awam Maqbul 213-214 dan masih banyak lainnya. Adapun yang hanya menyebutkan petikannya saja diantaranya Al-Kurky dalam Tufahat Al Lahutu fie la’ni Al Jibti wa At Thaghut” (ق: 6/أ، 74/ب) , juga Al-Kasyany dalam “Kurratu Al-'Ain” Hal. 426. Ad-Damadi Al-Huseini dalam Syir’atu At-Tasmiyah Fie Az-Zamani Al-Ghaibah (ق: 26/أ) . Al-Majlisi dalam ”Mir’atu Al-‘Uqul” 4/356, At-Tusturi dalam ” Ihqaqu Al-Haq” hal. 58, 133-134. Abu Al-Hasan Al-‘Amily dalam Muqadimah tafsir Al-Burhannya, hal: 113, 174, 226, 250, 290, 294, 313, 339. Al-Ha’iry dalam “Ilzami An-Nashib” 2/95, An-Nury Ath-Thabrasy dalam ” Fashlu Al-Khithab” hal. 221-222, Abdullah Sybr dalam ” Haq Al-Yaqin” 1/219 dan masih banyak lainnya.
Sebagian kaum syi’ah tidak secara jelas menyatakan makna kedua berhala itu adalah Abu Bakar dan Umar- ini adalah taktik taqiyah yang mereka gunakan untuk bermuamalah dengan Ahli sunnah tapi hanya menyebutkan isyarat berupa gelar yang dengannya sesama orang Syi’ah akan tahu maksud dari gelar tersebut.
Dan sesungguhnya maksud dari dua berhala Quraisy adalah Abu Bakar dan Umar Radiyallahu ‘Anhuma – semoga Allah meridhai keduanya dan mengadili orang yang membencinnya- sebagaimana banyak diterangkan orang syi’ah dalam banyak literatur mereka. Diantaranya: Al-Kaf’ami dalam syarh do’a ini dalam Al-Mishbah hal 552-554, Al Kurky dalam” Tufahat Al Lahat” Bukunya yang berjudul Nufhatu Al Lahut Fie la’ni Jibt wa At taghut khusus ia karang untuk melaknat Abu Bakar dan Umar, dua sahabat mulia inilah yang dimaksud dengan Jibt dan At Taghut ia sebutkan dalam buku ini bahwa Ali bin Abi Thalib berqunut dalam shalat witir melaknat dua ‘berhala Quraisy’. Lalu ia berkata :
يريد بهما أبا بكر وعمر، وقد ورد استحباب الدعاء على أعداء الله في الوتر
"Yang dimaksud Ali adalah Abu Bakar dan Umar, telah kami sebutkan perihal disunahkannya berdo’a atas musuh-musuh Allah dalam sholat witir." [Nufhatu Al-Lahut oleh Al-Kurky (ق: 74/ب)]
Kemudian juga sebagaimana diterangkan oleh Al-Majlisy dalam Mir’atu Al Uqul 4/356, juga Ad-Damadi Al-Huseini, orang yang mengisyaratkan do’a untuk dua berhala Quraisy berkata,
إن المراد بـ (صنمي قريش) الرجلان المدفونان مع رسول الله
”Maksud dari dua berhala quraisy adalah dau orang yang dimakamkan bersama Rasulullah shollalahu ‘alahi wasallam.” [Syir’atu At-Tasmyah fie Zamani Al-Ghaibah (ق: 26/أ)]
Kemudian sebagaimana diterangkan pula oleh At-Tusturi dalam ” Ihqaqu Al Haq Hal. 133-134, juga Al-Ha’iry dalam “Ilzami An Nashib” , diantara yang ia katakan :
صنما قريش هما: أبو بكر وعمر.. غصبا الخلافة بعد رسول الله
”Dua berhala Quraisy adalah Abu Bakar dan Umar……keduanya merampas kekhilafahan setelah Rasulullah…” [Ilzami An Nashib 2/95]
Lalu An-Nury Ath-Thabrasy dalam ”Fashlu Al-Khithab”, hal.9-10, ia mengatakan seperti yang dikatakan Al-Ha’iry.
Baca juga : http://jaser-leonheart.blogspot.com/2012/08/lata-dan-uzza-adalah-dua-berhala.html
Kaum Syi’ah sangatlah memperhatikan do’a ini, mereka menganggapnya termasuk do’a yang masyru’ [Adz-Dzari’ah , Agha Bazrak Ath-Thahrani 8/192.]. Mereka pun mengarang syarhnya yang jumlahnya lebih dari sepuluh syarh (penjelasan). [Lihat : Al-Baladu Al-Amin oleh Al Kaf’ami hal. 511, Al Misbah oleh Al-Kaf'ami hal 551. Nafhatu Al-Nufhatu Al Lahut oleh Al-Kurky (ق: 74/ب) . 'Ilmu Al-Yaqin oleh Al-Kasyani 2/701. Fashlul Khithab oleh An-Nury Ath-Thabrisi hal. 221-222. Amalul Amal oleh Al-Hurr Al-Amili 2/32.]
Betapa agung kedudukan doa shanamay quraisy di sisi Syi'ah. Pada salah satu forum mereka yaitu Syi'ah Iraq (http://iraqshia.net), mereka berkata (seraya membongkar kedok taqiyyah mereka) :
عندما يستشكل علينا اهل السنة بوجود دعاء صنمي قريش في كتبنا ونحن فقط من باب الألفة نقول لهم ان هذا الدعاء غير معتبر لدينا وحتى ان بعض المراجع عندما يُسألون عن مدى صحة هذا الدعاء يجيبون بأن سنده غير معتبر وكل هذا من اجل الوحدة
أما الحقيقة ان هذا الدعاء عظيم الشأن
واعتباره لا يشترط ان يكون في سنده بل نحن لدينا قاعدة عمل الأصحاب بها واشتهارها وايضا الكتب الشيعية المعتبرة التي نقلتها والكتب المؤلفة في شرحها
فهذا يكفي لاعتبارة
أما الحقيقة ان هذا الدعاء عظيم الشأن
واعتباره لا يشترط ان يكون في سنده بل نحن لدينا قاعدة عمل الأصحاب بها واشتهارها وايضا الكتب الشيعية المعتبرة التي نقلتها والكتب المؤلفة في شرحها
فهذا يكفي لاعتبارة
"Tatkala ahlus sunnah mempermasalahkan kita tentang adanya doa shonamay Quraisy dalam kitab-kitab kita, dan karena demi mengambil hati mereka maka kita berkata, "Sesungguhnya doa ini tidak mu'tabar (tidak diakui) di sisi kami". Bahkan tatkala sebagian ulama kita ketika ditanya tentang sejauh mana kevalidan doa ini maka mereka menjawab, "Sanad doa ini tidaklah shahih". Semua jawaban ini hanyalah demi persatuan saja. Adapun hakekatnya bahwasanya doa ini adalah doa yang sangat agung, dan keabsahan/kevalidan doa ini tidak dipersyaratkan keshahihan sanadnya. Kita memiliki kaidah bahwasanya doa ini telah diamalkan oleh para ulama kita dan telah masyhur. Selain itu kitab-kitab Syi'ah yang menjadi pegangan/diakui telah menukil doa ini, demikian pula kitab-kitab yang ditulis untuk menjelaskannya. Ini sudah cukup menunjukkan akan absahnya/validnya doa ini. Berikut ini saya akan membawakan untuk kalian kitab-kitab yang menyebutkan doa yang mulia ini…"
Demikian perkataan kaum syi'ah sebagaimana merekapun menyebut kitab-kitab pegangan mereka yang menyebutkan tentang doa ini, seperti kitab Bihaarul Anwaar dll, lihat : http://iraqshia.net/vb/showthread.php?t=70848 , lalu dilanjutkan pada forum tersebut bukti-bukti dari kitab mereka semisal dari biharul anwar yang dimana Al-Majlisi menukil dari Al-Kaf'ami seperti berikut :
عن المصباح للكفعمي : ان دعاء صنمي قريش دعاء عظيم الشأن رفيع المنزلة وهو من غوامض الأسرار وكرائم الأذكار رواه عبدالله ابن عباس عن أمير المؤمنين علي انه يقنت به ويواظب عليه في ليله ونهاره وأوقات أسحاره وقد ذكر بعض العلماء أن قراءة هذا الدعاء مجرب لقضاء الحوائج وتحقق الآمال وقد روي أن الداعي بهذا الدعاء هو كالرامي مع النبي ص في بدر وأحد وحنين بألف ألف سهم . أ هـ
dari Al-Mishbah oleh Al-Kaf'ami : sesungguhnya doa shonamay quraisy adalah doa yang agung dan tinggi kedudukannya. Dan doa tersebut termasuk dari rahasia-rahasia yang mendalam dan dzikir-dzikir yang mulia. Diriwayatkan oleh 'Abdullah bin 'Abbas dari Amirul Mukminin bahwa beliau ('Ali) membaca qunut dengan doa tersebut dan beliau rutin membacanya pada waktu malam, siang, juga di waktu sahur. Dan telah disebutkan beberapa ulama bahwa membaca doa ini adalah mujarab untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dan mencapai harapan. Dan telah diriwayatkan bahwasanya berdoa dengan doa ini seperti ikut berperang bersama Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam sebagai pemanah dalam perang Badar, Uhud, dan Hunain dengan satu juta anak panah. [Biharul Anwar 85/40]
Tak hanya sampai disitu, mereka (Syi'ah) menambahkan kedustaan kepada Imam Ahli Bait mereka - yang semuanya adalah dusta- sebagaimana termuat dalam Dhiya’u Ash-Shalihin hal. 513 sbb :
أن من قرأه مرة واحدة كتب الله له سبعين ألف حسنة، ومحي عنه سبعين ألف سيئة، ورفع له سبعين ألف درجة، ويقضى له سبعون ألف ألف حاجة
"bahwa barangsiapa yang membaca do’a ini sekali Allah akan menulis baginya 70.000 kebaikan, menghapus 70.000 keburukan dan mengangkat 70.000 derajat serta memenuhi puluhan ribu kebutuhannya."
أن من يلعن أبا بكر وعمر رضي الله تعالى عنهما في الصباح لم يكتب عليه ذنب حتى يمسي، ومن لعنهما في المساء لم يكتب عليه ذنب حتى يصبح
"Sesungguhnya barangsiapa melaknat Abu Bakar dan Umar -Radiyallaahu ‘Anhumaa- pada pagi hari, takkan ditulis baginya satu kejelakan pun hingga sore, dan barangsiapa melaknat keduanya pada sore hari, takkan ditulis baginya satu kejelakn pun hingga pagi tiba."
Begitulah doa yang diajarkan oleh para ulama Syi'ah yang mereka menyandarkannya dengan dusta kepada 'Ali bin Abi Thalib Radhiyallaahu 'Anhu. Doa tersebut adaalah doa yang muktabar di sisi mereka dan diamalkan pula siang dan malam oleh mereka. Para ulama besar mereka di atas mengakuinya sebagaimana telah terbit kitab dengan berbahasa Urdu yakni Tuhfatul 'Awam Maqbul Jadid karya Manzhur Husain dan didukung oleh enam ulama syiah kontemporer:
1. Sayyid Muhsin Al-Hakim,
2. Sayyid ruhullah Khumaini,
3. Sayyid Abul Qasim Al-Khu’i
4. Haji Sayyid Mahmud Husaini Asy-Syahrudi
5. Haji Sayyid Muhammad Kazhim Syariat Madari,
6. Allamah Sayyid 'Ali Naqiy An-Naqawi
Dan juga terdapat dalam Tuhfatul Awam Mu’tabar wa Mukammil hal. 303, sesuai dengan fatwa 9 marja’ mereka yang besar, diantara mereka:
1. Ayatollah Sayyid Abul Qasim Al-Khu’i
2. Sayyid Husain Barujardi
3. Sayyid Muhsin Al-Hakim
4. Sayyid Abul Hasan al-Ashfahani
5. Sayyid Muhammad Baqir Shahib Qiblah
Berikut scan kitab tuhfatul awam dan doa dua berhala quraisy sesuai dengan fatwa 6 imam kontemporer dan Khumaini dalam nomor urut 2:
Dan scan doa shonamay quraisy dari kitab di atas
Berikut scan dari kitab al-Mishbah hal. 552-553 karya Taqiyyuddin Ibrahim bin Ali bin al-Hasan bin Muhammad bin Shalih Al-Ami yang dikenal dengan nama Al-Kaf’ami, cetakan 2, terbitan Muassasah Al-A’lami Asy-Syi’iyyah , Beirut Lebanon.
other scan from the same book (al-mishbah) :
Lainnya :
berikutnya, dari Iksiru da'wat oleh 'Abdullah bin Muhammad bin 'Abbas Az-Zahid
Kemudian, dari kitab Ihqaq Al-Haq 1/337, terbitan maktabah ayatollah al-mur’isyi, Qumm, Iran.
Dan ini adalah buku yang dibagi-bagikan oleh Hizbullah kepada para pendukungnya di Beirut yang juga berisi doa shanamay quraisy tersebut.
Demikianlah diantara kitab-kitab muktamad Syi'ah yang memuat doa laknat karangan dedengkot-dedengkot busuk mereka yang mereka sandarkan secara dusta kepada sahabat mulia 'Ali bin Abi Thalib Radhiyallaahu 'Anhu, lalu mereka benarkan dengan hawa nafsu mereka disebabkan hati mereka yang sakit dan dengki terhadap Islam dan para pembelanya dari kalangan Shahabat Radhiyallaahu 'Anhum.
Maka tak heran dengan banyaknya para Imam Besar Salafush Shalih yang menyatakan kekafiran Syi'ah Rafidhah disebabkan kebencian mereka kepada para Shahabat yang dengan kebencian itu mereka hendak menjauhkan umat dari Al-Qur'an dan As-Sunnah, karena keduanya (Al-Qur'an dan As-Sunnah) sampai kepada kita melalui musuh-musuh mereka yakni para Shahabat. Mereka ingin agar kita beraqidah dengan berpegang teguh pada kitab-kitab dan fatwa-fatwa busuk ulama mereka.
Semoga Allah merahmati Al-Imam Abu Zur'ah Ar-Razi, beliau berkata :
إذا رأيت الرجل ينتقص أحدا من أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم فاعلم أنه زنديق ، وذلك أن الرسول صلى الله عليه وسلم عندنا حق ، والقرآن حق ، وإنما أدى إلينا هذا القرآن والسنن أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم ، وإنما يريدون أن يجرحوا شهودنا ليبطلوا الكتاب والسنة ، والجرح بهم أولى وهم زنادقة
"Jika engkau melihat orang yang mencela salah satu dari shahabat Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam, maka ketahuilah bahwa orang tersebut adalah ZINDIQ. Yang demikian itu karena Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam bagi kita adalah haq ( benar ucapannya ), Al-Qur'an adalah haq, dan sesungguhnya yang menyampaikan Al-Qur'an dan As-Sunnah adalah para Shahabat Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam. Sungguh orang-orang yang mencela para saksi kita (para Shahabat), berarti mereka bertujuan untuk membatalkan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Mereka lebih pantas untuk di-Jarh (dicela, diberi penilaian negatif ) dan mereka adalah orang-orang yang ZINDIQ!!!" [الكفاية في علم الرواية للخطيب البغدادي ج 1 / ص 119]
Dan sebagaimana kita ketahui banyak pernyataan Imam-Imam besar Salafush-Shalih yang menyatakan kekafiran Syi'ah, diantaranya ialah Al-Imam Darul Hijrah, Imam Malik Rahimahullah, beliau berkata :
الذي يشتم أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم ليس لهم اسم أو قال : نصيب في الإسلام
“Orang yang mencela shahabat-shahabat Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam, maka ia tidak termasuk dalam golongan Islam.” [As-Sunnah, Lil-Khalal: 2/557]
Wallahul Muwaffiq.
-----oOo-----
Wilayah / Imamah, bukan lagi sesuatu yang asing bagi mereka yang mengenal hakikat Syi'ah. Wilayah / Imamah merupakan titik perbedaan paling mendasar dalam agama Syi'ah dengan Islam. Wilayah / Imamah adalah 'aqidah bathil paling pokok dan merupakan USHULUDDIN dalam agama Syi'ah, sehingga barangsiapa yang tidak berwilayah / meyakini keimamahan para imam maka dia kafir sebagaimana kafirnya orang yang mengingkari Tauhid dan Nubuwwah (Kenabian).
Lihat (Ushuluddin Syi'ah) : http://al-shia.org/html/ara/others/index.php?mod=maqalat&id=32
1. At-Tauhid (KeEsaan Allah)
2. Al-'Adl (Keadilan Allah)
3. An-Nubuwwah (Kenabian)
4. Al-Imamah (Kepemimpinan Imam)
5. Al-Ma'ad (Hari Kebangkitan)
Perhatikan, Tauhid dan Nubuwwah termasuk dalam Ushuluddin, maka barangsiapa yang tidak bertauhid dan juga tidak meyakini Kenabian, jelas ia adalah kafir. And its ok. Namun Syi'ah memasukkan Imamah pada bagian Ushuluddin bersamaan dengan Tauhid dan Nubuwwah, maka barangsiapa yang mengingkarinya, jatuhlah hukum kafir terhadapnya sebagaimana kafirnya orang yang mengingkari Tauhid dan Nubuwwah.
Maka dari itu tak heran jika Syi'ah sepakat atas kafirnya seseorang yang tidak berwilayah kepada para imam sebagaimana yang dinyatakan oleh dedengkot Al-Mufid seperti berikut :
و اتفقت الإمامية على أن من أنكر إمامة أحد الأئمة و جحد ما أوجبه الله تعالى من فرض الطاعة فهو كافر ضال مستحق للخلود في النار
"Syi'ah Imamiyyah SEPAKAT bahwa orang yang tidak meyakini keimamahan salah satu dari para imam dan mengingkari apa yang telah diwajibkan Allah Ta'ala kepadanya dari kewajiban taat (kepada para imam), MAKA DIA KAFIR, SESAT, DAN LAYAK KEKAL DI NERAKA." [Awail Al-Maqalat hal. 44 oleh Al-Mufid, lihat : www.al-shia.org/html/ara/books/lib-aqaed/avael-maqalat/a01.htm]
Dan karena pula, sebuah hadits Qudsiy yang ada pada mereka dengan sanad silsilah adz-dzahabiyyah (rantai emas) seperti berikut :
حدثنا : أحمد بن الحسن القطان قال : ، حدثنا : عبد الكريم بن محمد الحسيني قال : ، حدثنا : محمد بن إبراهيم الرازي ، قال : ، حدثنا : عبد الله بن يحيى الأهوازي قال : ، حدثني : أبو الحسن علي بن عمرو ، قال : ، حدثنا : الحسن بن محمد بن جمهور ، قال : ، حدثني : علي بن بلال ، عن علي بن موسى الرضا (ع) ، عن موسى بن جعفر (ع) ، عن جعفر بن محمد (ع) ، عن محمد بن علي (ع) ، عن علي بن الحسين (ع) ، عن الحسين بن علي (ع)، عن علي بن أبي طالب (ع) ، عن رسول الله (ص) ، عن جبرئيل ، عن ميكائيل ، عن إسرافيل (ع) ، عن اللوح والقلم قال : يقول الله عز وجل : ولاية علي بن أبي طالب حصني ، فمن دخل حصني أمن من ناري
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Al-Hasan Al-Qathan, berkata : telah menceritakan kepada kami 'Abdul Karim bin Muhammad Al-Husainiy, berkata : telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ibrahim Ar-Raziy, berkata : telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yahya Al-Ahwaziy, berkata : telah menceritakan kepada kami Abu Al-Hasan 'Ali bin 'Amru, berkata : telah menceritakan kepada kami Al-Hasan bin Muhammad bin Jumhur, berkata : telah menceritakan kepada kami 'Ali bin Bilal, dari 'Ali bin Musa Ar-Ridha 'Alaihis Salam, dari Musa bin Ja'far 'Alaihis Salam, dari Ja'far bin Muhammad 'Alaihis Salam, dari Muhammad bin 'Ali 'Alaihis Salam, dari 'Ali bin Al-Husain 'Alaihis Salam, dari Al-Hasan bin 'Ali 'Alaihis Salam, dari 'Ali bin Abi Thalib 'Alaihis Salam, dari Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wa Aalihi Wasallam, dari Jibril ('Alaihis Salam), dari Mikail ('Alaihis Salam), dari Israfil 'Alaihis Salam, dari Al-Lauh, dari Al-Qalam, berkata : Allah 'Azza Wa Jalla berfirman : "Wilayah 'Ali bin Abi Thalib adalah Benteng-KU, barangsiapa yang masuk ke dalam Benteng-Ku, maka ia aman dari Neraka-Ku." [Al-'Urwah Al-Wutsqa oleh Sayyid Al-Yazdi Juz 2 Hal. 76]
Riwayat pada Kitab Al-'Urwah Al-Wutsqa di atas turut dipaparkan pada link Syi'ah berikut :
عدد 100 حديث متصل السند بشرط الشيعة
100 Hadits Muttashil As-Sanad (Sanad Yang Bersambung) Dengan Syarat Syi'ah
Lihat pada baris ke-dua. Riwayat pada kitab Al-'Urwah Al-Wutsqa di atas Hadits dengan Silsilah Adz-Dzahabiyyah (mata rantai emas) dan dihukumi dengan حديث صحيح متصل السند Hadits SHAHIH Muttashil As-Sanad.
Dan hadits tersebut menyebar pada banyak kitab-kitab muktamad Syi'ah dan pada beberapa redaksi adalah "Maka Ia Aman dari Adzab-Ku", diantaranya adalah :
Biharul Anwar - Al-'Allamah Al-Majlisi juz 39 hal. 246 pada Bab 87
باب 87 : حبه وبغضه صلوات الله عليه ، وأن حبه ايمان وبغضه كفر ونفاق ، وأن ولايته ولاية الله ورسوله ، وأن عداوته عداوة الله ورسوله ، وأن ولايته عليه السلام حصن من عذاب الجبار ، وأنه لو اجتمع الناس على حبه ما خلق الله نار
Bab 87 : Cinta dan Kebencian Kepadanya ('Ali) Shalawaatullaahi 'Alaihi. Sesungguhnya Mencintainya Adalah Iman Dan Membencinya Adalah Kekufuran Dan Nifaq. Wilayahnya adalah Wilayah Allah Dan Rasul-Nya. Memusuhinya adalah Memusuhi Allah dan Rasul-Nya. Wilayahnya 'Alaihis Salam adalah Benteng dari 'Adzab Allah Al-Jabbar. Dan Sesungguhnya Seandainya Manusia Berkumpul Pada Kecintaan Terhadapnya Maka Allah Tidak Menciptakan Neraka.
القطان ، عن عبد الرحمن بن ومحمد الحسيني ، عن محمد بن إبراهيم الفزاري ، عن عبد الله بن بحر الاهوازي ، عن علي بن عمرو ، عن الحسن بن محمد بن جمهور ، عن علي بن بلال ، عن علي بن موسى الرضا ، عن موسى بن جعفر عن جعفر بن محمد ، عن محمد بن علي ، عن علي بن الحسين ، عن الحسين بن علي ، عن علي بن أبي طالب عليهم السلام ، عن النبي صلى الله عليه وآله ، عن جبرئيل ، عن ميكائيل ، عن إسرافيل عن اللوح ، عن القلم قال : يقول الله عزوجل : ولاية علي بن أبي طالب حصني فمن دخل حصني أمن من عذابي
"Al-Qathan, dari 'Abdul Karim bin Muhammad Al-Husainiy, dari Muhammad bin Ibrahim Al-Fazariy, dari 'Abdullah bin Bahr Al-Ahwaziy, dari 'Ali bin 'Amru, dari Al-Hasan bin Muhammad bin Jumhur, dari 'Ali bin Bilal, dari 'Ali bin Musa Ar-Ridha
'Alaihis Salam, dari Musa bin Ja'far 'Alaihis Salam, dari Ja'far bin
Muhammad 'Alaihis Salam, dari Muhammad bin 'Ali 'Alaihis Salam, dari
'Ali bin Al-Husain 'Alaihis Salam, dari Al-Hasan bin 'Ali 'Alaihis
Salam, dari 'Ali bin Abi Thalib 'Alaihis Salam, dari Rasulullah
Shallallaahu 'Alaihi Wa Aalihi Wasallam, dari Jibril ('Alaihis Salam),
dari Mikail ('Alaihis Salam), dari Israfil 'Alaihis Salam, dari Al-Lauh,
dari Al-Qalam, berkata : Allah 'Azza Wa Jalla berfirman : "Wilayah 'Ali bin Abi Thalib adalah Benteng-KU, barangsiapa yang masuk ke dalam Benteng-KU maka ia aman dari 'Adzab-KU"
Lihat Biharul Anwar 39/246 : http://www.al-shia.org/html/ara/books/lib-hadis/behar39/a25.html#t18
Dan disebutkan juga oleh pentahqiq pada footnote bahwa terdapat pula pada Jami' Al-Akhbar hal. 15, Amali Ash-Shaduq hal. 142, Ma'ani Al-Akhbar hal. 371.
Mustamsik Al-'Urwah - Sayyid Muhsin Al-Hakim 4/183
حدثنا أحمد ابن الحسن القطان قال : حدثنا عبد الكريم بن محمد الحسيني ، قال : حدثنا محمد ابن ابراهيم الرازي ، قال : حدثنا عبد الله بن يحيى الاهوازي ، قال حدثني أبوالحسن علي بن عمرو ، قال : حدثنا الحسن بن محمد بن جمهور ، قال : حدثني : علي بن بلال عن علي بن موسى الرضا - عليهما السلام - عن موسى بن جعفر ( ع ) عن جعفر بن محمد ( ع ) عن محمد بن علي ( ع ) عن علي بن الحسين ( ع ) عن الحسين بن علي ( ع ) عن علي بن أبي طالب ( ع ) عن رسول الله صلى الله عليه وآله عن جبرائيل عن ميكائيل عن اسرافيل - عليهم السلام - عن اللوح والقلم ، قال : يقول الله عزوجل : " ولاية علي بن أبي طالب حصني فمن دخل حصني أمن من ناري
Source : http://shiaonlinelibrary.com/الكتب/441_مستمسك-العروة-السيد-محسن-الحكيم-ج-٤/الصفحة_0?pageno=183#topKitab Ath-Thaharah - Sayyid Al-Khui 8/420
حدثنا أحمد بن الحسن القطان قال : حدثنا عبد الكريم بن محمد الحسيني قال : حدثنا محمد بن ابراهيم الرازي ، قال : حدثنا عبد الله بن يحيى الاهوازي قال : حدثني ابوالحسن علي بن عمرو قال : حدثنا الحسن محمد بن جمهور قال : حدثني علي بن بلال عن علي بن موسى الرضا عليهما السلام عن موسى بن جعفر ( ع ) عن جعفر بن محمد ( ع ) عن محمد بن علي ( ع ) عن علي بن الحسين ( ع ) عن الحسين بن علي ( ع ) عن علي بن أبي طالب ( ع ) عن رسول الله صلى الله عليه وآله عن جبرائيل عن ميكائيل عن اسرافيل عليهم السلام عن اللوح والقلم قال : يقول الله عزوجل : ( ولاية علي بن أبي طالب حصني فمن دخل حصني أمن من ناري
Source : http://shiaonlinelibrary.com/الكتب/524_كتاب-الطهارة-السيد-الخوئي-ج-٨/الصفحة_0?pageno=420#top'Uyun Akhbar Ar-Ridha - Syaikh Ash-Shaduq 1/146
أحمد بن الحسن القطان قال : حدثنا عبد الرحمن بن محمد الحسيني قال : حدثني محمد بن إبراهيم بن الفزاري قال : حدثنا عبد الرحمن بن بحر الاهوازي قال حدثني أبو الحسن علي بن عمرو قال حدثنا الحسن بن محمد بن جمهور قال ، حدثنا علي بن بلال عن علي بن موسى الرضا عليه السلام عن أبيه عن آبائه عن علي بن أبي طالب عليهم السلام عن النبي ( ص ) عن جبرئيل عن ميكائيل عن إسرافيل عن اللوح عن القلم قال : يقول الله عز وجل ولاية علي بن أبي طالب حصني فمن دخل حصني أمن من عذابي
Source : http://shiaonlinelibrary.com/الكتب/1142_عيون-أخبار-الرضا-ع-الشيخ-الصدوق-ج-١/الصفحة_0?pageno=146#topManaqib 'Ali bin Abi Thalib - Ibn Syahr Asyub 2/296
أمالي الطوسي، والقمي، ومسند أبي الفتح الحفار وابن شبل الوكيل روى علي بن بلال عن الرضا (ع) عن آبائه عليهم السلام، عن النبي، عن جبرئيل، عن ميكائيل عن إسرافيل عليهم السلام، عن اللوح، عن القلم قال يقول الله تعالى ولاية علي بن أبي طالب حصني فمن دخل حصني امن من عذابي
Ibn Syahr Asyub menyebutkan : "Amali Ath-Thusi, Al-Qummiy, Musnad Abi Al-Fath Al-Haffar, dan Al-Wakil meriwayat dari 'Ali bin Bilal, dari Ar-Ridha 'Alaihis Salam, dari ayah-ayahnya 'Alaihim As-Salam, dari Nabi (Shallallaahu 'Alaihi Wa Aalihi Wasallam), dari Jibril, dari Mikail, dari Israfil 'Alaihim As-Salam, dari Al-Lauh, dari Al-Qalam, berkata : Allah Ta'ala berfirman : "Wilayah 'Ali bin Abi Thalib adalah Benteng-KU, barangsiapa masuk ke dalam Benteng-KU maka ia aman dari 'Adzab-KU."
Source : http://shiaonlinelibrary.com/الكتب/1350_مناقب-آل-أبي-طالب-ابن-شهر-آشوب-ج-٢/الصفحة_0?pageno=296#top
Al-Jawahir As-Sunniyyah - Al-Hurr Al-'Amili 225
أحمد بن الحسن القطان قال : حدثنا عبد الرحمن ابن محمد الحسيني قال : حدثني محمد بن ابراهيم بن القراري قال : حدثنا عبد الله بن يحيى الأهوازي قال : حدثني أبو الحسن علي بن عمرو قال : حدثنا علي بن الحسن بن عمرو قال : حدثنا الحسن بن محمد بن جمهور قال : حدثني علي بن بلال عن علي ابن موسى الرضا عن موسى بن جعفر عن جعفر بن محمد عن محمد بن علي عن علي بن الحسين عن الحسين بن علي عن علي ابن أبي طالب عن رسول الله ( ص ) عن جبرئيل عن ميكائيل عن اسرافيل عن اللوح عن القلم قال : يقول الله عز وجل : ولاية علي ابن أبي طالب حصني فمن دخل حصني أمن ناري
Source : http://shiaonlinelibrary.com/الكتب/1417_الجواهر-السنية-الحر-العاملي/الصفحة_0?pageno=225#topMusnad Al-Imam Ar-Ridha' 1/114
أحمد بن الحسن القطان قال : حدثنا عبد - الرحمان بن محمد الحسنى ، قال : حدثنى محمد بن إبراهيم بن محمد الفزاري ، قال : حدثنى عبد الله بن يحيى الاهوازي ، قال : حدثنا أبو الحسن على بن عمرو ، قال : حدثنا الحسن ابن محمد بن جمهور قال : حدثني علي بن بلال ، عن على بن موسى الرضا عن موسى بن جعفر ، عن جعفر بن محمد ، عن محمد بن علي ، عن على بن الحسين ، عن الحسين بن علي ، عن علي بن أبي طالب عليهم السلام عن النبي صلى الله عليه وآله وسلم عن جبرئيل ، عن ميكائيل عن إسرافيل عليهم السلام عن اللوح عن القلم قال : يقول ا لله تبارك وتعالى ولاية علي بن أبي طالب حصني ، فمن دخل حصني أمن من عذابي
Source : http://shiaonlinelibrary.com/الكتب/1660_مسند-الإمام-الرضا-ع-الشيخ-عزيز-الله-عطاردي-ج-١/الصفحة_0?pageno=114#topTafsir Kanz Ad-Daqaiq - Mirza Muhammad Al-Masyhadi 1/505
الشيخ أبو جعفر بن بابويه في أماليه ، عن محمد بن القطان بإسناده ، عن علي بن بلال ، عن الامام علي بن موسى ، عن موسى بن جعفر ، عن جعفر بن محمد ، عن محمد بن علي ، عن علي بن الحسين ، عن الحسين بن علي ، عن علي بن أبي طالب ، عن النبي عليهم السلام ، عن جبرئيل ، عن ميكائيل ، عن إسرافيل ، عن اللوح ، عن القلم قال : يقول الله تبارك وتعالى : ولاية علي بن ابي طالب حصني ومن دخل حصني أمن من ناري
Source : http://shiaonlinelibrary.com/الكتب/2394_تفسير-كنز-الدقائق-الميرزا-محمد-المشهدي-ج-١/الصفحة_0?pageno=505#topDan masih banyak lagi.
Dan berikut, video seorang Syaikh Syi'ah 'Abdul Hasan Nashif Al-Jamriy, perhatikan pada detik ke 35, ia menyebutkan mengenai sebuah hadits Qudsiy dengan silsilah adz-dzahabiyyah seperti di atas : "Wilayah 'Ali bin Abi Thalib adalah Benteng-KU, barangsiapa yang masuk ke dalam Benteng-KU maka ia aman dari 'Adzab-KU."
Betapa bangganya para pemeluk Syi'ah dengan Hadits Qudsiy mereka tersebut yang merupakan pengkafiran terhadap Kaum Muslimin karena tidak berimannya Kaum Muslimin terhadap Wilayah 'Ali bin Abi Thalib (Radhiyallaahu 'Anhu), hingga para pemeluk agama Syi'ah pun menjadikan matan Hadits Qudsiy mereka tersebut sebagai kaligrafi pada wallpaper-wallpaper mereka, bahkan hingga di batu sekalipun. Berikut ini diantara contoh-contohnya :
ولاية علي بن أبي طالب حصني فمن دخل حصني أمن من عذابي
"Wilayah 'Ali bin Abi Thalib adalah Benteng-KU, barangsiapa yang masuk ke dalam Benteng-KU maka ia aman dari 'Adzab-KU"
[buka pada tab baru agar gambar gambar menjadi lebih besar]
Dan masih banyak lagi.
Sangat jelas bahwasanya siapa pun selain Syi'ah adalah KAFIR. Dan hal ini sering kami paparkan pada bab Takfir. Maka hendaklah kepada mereka yang masih tertipu oleh slogan palsu dan taqrib bathil Sunni Syi'ah yang sebenarnya memang sengaja dihembuskan oleh Syi'ah menjadi waspada agar apa yang telah menimpa pendahulunya oleh pengkhianatan-pengkhianatan Syi'ah tidak terulang kembali. [Baca : http://jaser-leonheart.blogspot.com/2012/07/mulut-mulut-busuk-para-hamba-mutah.html]
Kita adalah kafir di mata Syi'ah, dan orang kafir adalah amat terlaknat di sisi Tuhan. Dan kita adalah orang yang tidak aman dari 'Adzab dan Neraka Allah di mata Syi'ah. Kita adalah Nashibi, musuh dan amat najis di mata Syi'ah karena kita pun mengingkari wilayah dari Imam tertinggi mereka, 'Ali bin Abi Thalib Radhiyallaahu 'Anhu. [Baca : http://jaser-leonheart.blogspot.com/2012/04/hakekat-nashibi-di-mata-syiah.html]
Maka berfikirlah, apakah anda sudi untuk berpelukan kepada orang-orang yang justru di hati mereka menyimpan kebencian yang amat dalam kepada anda sebab anda kafir dan mendahulukan kepemimpinan musuh-musuh besar mereka (Abu Bakr dan 'Umar Radhiyallaahu 'Anhumaa) daripada 'Ali bin Abi Thalib Radhiyallaahu 'Anhu? Dan mereka menutupi semua itu dengan taqiyyah yang merupakan sembilan dari sepuluh bagian agama mereka hingga dikatakan tidak ada iman bagi yang tidak bertaqiyyah.
Wallahul Muwaffiq.
-----oOo-----







































Shahabatku.Uni.Me