Tampilkan postingan dengan label General. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label General. Tampilkan semua postingan
Bagi orang yang telah tertipu oleh para penipu, simaklah woro-woro
berikut yang akan membuat mata menjadi melek semelek-meleknya.
Ada orang tertipu oleh penipu yang mengatakan bahwa Kitab Al-Kafy yang memuat hadits-hadits berjumlah 16.000an itu tidak semuanya shahih, ada yang bilang sekitar 9.000an tidak shahih, berarti separuh lebih tidak shahih. Dan ada pula yang mengatakan 2/3 nya tidak shahih. Wow..berarti lebih dari 9.000an yang tidak shahih.
Benarkah demikian…?
Ada orang dari Iran yang mengatakan bahwa sudah ada kitab yang memilih hadits-hadits shahih Al-Kafy dengan judul kitab Shahih Al-Kafy karangan Syeikh Muhammad Baqir Al-Bahbudy, cetakan Beirut tahun 1401 H. ada 3 Juz. Namun sebelum kita meyakini kesaktian kitab ini, kita akan melanglang buana dulu ke dunia lain dimana para Ulama besar syi'ah berkata tentang kitab Al-Kafy.
Tersebutlah pada jaman dahulu seseorang bernama Al-Kulainy yang menyusun kitabnya berjudul Al-Kafy. Ia berkata sendiri tentang Al-Kafy bahwa kitabnya itu terkumpul di dalamnya semua cabang ilmu agama yang cukup dengannya para muta'allim (pencari ilmu) dan mustarsyid (pencari petunjuk). Ia mengatakan ini dalam Ushulul Kafy halaman 8.
Dan berikut kesaksian para ulama syi'ah tentang kedigdayaan Al-Kulainy dan kitabnya Al-Kafy:
Gurunya berjumlah 36 syeikh sedang muridnya berjumlah 15 orang.[muqaddimah kitab Alkafi oleh Khadim Ahlil Bait DR. Husain Ali Mahfudz halaman 12-16 cetakan Darut Ta'aruf Lilmathbu'at Beirut Libanon tahun 1990/1411.]
An-Najasyi berkata : "Al-Kulainy adalah orang paling dipercaya dan paling kuat dalam masalah hadits" [Kitab Ar-Rijal oleh An-Najasyi halaman 266, juga kitab Khulashatul Aqwaal oleh Al-Hully halaman 71, dan kitab Ar-Rijal oleh Ibnu Dawud halaman 48]
At-Thusy berkata : "Tsiqah (kuat hafalannya) dan mengetahui tentang hadits-hadits." [kitab Al-Fahrasat halaman 135]
Sayyid Ridha Ad-Din Ibnu Thawus berkata : "Ia seorang syeikh yang telah disepakati ketsiqahannya dan amanahnya." [kitab Kasyful Mahajjah halaman 158]
Ia juga berkata : "Riwayatnya sempurna dan ilmu dirayahnya dapat dipercaya." [kitab Farajul Humum halaman 90]
Ibnu Syahraasyuub berkata : "Ia seorang yang Alim (mengetahui) tentang hadits-hadits." [kitab Ma'alimul Ulama halaman 88]
Ibnul Atsir berkata : "Ia termasuk jajaran imamnya syi'ah imamiyah dan juga ulama mereka." [kitab Kamil Ibnil Atsir juz 8 hal.128]
Al-Qadhi As-Syustari berkata : "Pemimpin para ahli hadits." [kitab Majalisul Mukminin hal.194]
Sayyid Muhammad Baqir Al-Khawansary berkata : "Ia adalah penjaga agama Islam." [Raudhaatul Jannaat hal.552]
Abdul Husain Syarafuddin berkata : "Sebaik-baik kitab yang disusun dalam hadits adalah empat kitab yang seluruhnya adalah rujukan syi'ah imamiyah dalam masalah ushul dan furu' mulai dari masa pertama sampai dengan saat ini adalah; Al-Kafy, At-Tahdzib, Al-Istibshar dan Man La Yahdhuruhul Faqih. Semua haditsnya mutawatir dan ditetapkan keshahihannya. Dan kitab Al-Kafy adalah yang paling terdahulu, paling agung, paling bagus dan paling kuat haditsnya." [kitab Al-Muraaja'aat hal.370
At-Thibrisiy berkata : "Kedudukan kitab Al-kafy di antara kitab yang empat tersebut laksana matahari di antara planet-planet lain. Seorang yang obyektif melihat kitab ini niscaya akan mendapati para perawinya adalah kuat sehingga membuat hati tenang dengan riwayatnya, keshahihannya dan kedudukannya." [kitab Mustadrakul Wasa'il 3/532]
Al-Hurr Al-Amily berkata : "Faedah keenam, bahwa kitab Al-Kafy adalah kitab yang penyusunannya dapat dibuat sandaran, penisbatannya shahih, kedudukan haditsnya kuat yang bersumber dari para imam." [kitab Al-Wasail hal.61]
At-Thahraniy berkata : "Al-Kafy adalah kitab paling agung di antara kitab rujukan yang empat itu. Belum ada yang menulis seperti itu dari keluarga Rasul." [kitab Adz-Dzari'ah ila Tashanifis Syi'ah 17/245]
Syeikh Abbas Al-Qummy berkata : "Kitab Islam yang paling agung, kitab imamiyah paling agung yang belum pernah ada semisalnya." [kitab Al-Kunya wal Al-Qaab 3/98]
Khadim Ahlil Bait DR. Husain Ali Mahfudz berkata : "Ahlul imamah dan Jumhur Syi'ah telah bersepakat atas keutamaan kitab Al-Kafy dan kewajiban untuk mengambil hadits-haditsnya, percaya dengan hadits-haditsnya dan mencukupkan diri dengan hukum-hukumnya." [Muqaddimah kitab Al-Kafy halaman 21]
Syeikh Al-Mufid berkata : "Kitab Al-Kafy adalah kitab Syi'ah paling agung dan paling banyak manfaatnya." [kitab Tash-hihul I'tiqad halaman 27]
Muhammad bin Makky berkata : "Kitab Al-Kafy adalah kitab yang belum pernah ditulis seorang pun dari imamiyah." [kitab Biharul Anwar 25/67]
Ali bin Abdul Ali Al-Kurky berkata : "Sebuah kitab besar dalam bidang hadits yang belum pernah ada semisalnya, kitab ini mencakup semua hadits tentang syari'at dan rahasia-rahasia agama yang belum pernah ada sebelumnya." [kitab Biharul Anwar 25/67]
Al-Faidh berkata : "kitab yang paling mulia, paling terpercaya, paling sempurna dan paling lengkap sebab ia mengandung perkara-perkara ushul dan bebas dari kekurangan." [kitab Al-Wafy 1/6]
Al-Majlisiy berkata : "Kitab yang paling tepat dalam masalah ushul dan paling mencakup segalanya, sebaik-baik dan seagung-agung kitab yang dikarang oleh firqah najiyah." [kitab Mir'atul Uquul 1/3]
Bahkan di halaman 23 pada Muqaddimah kitab Al-Kafy yang ditulis oleh Khadim Ahlil Bait DR. Husain Ali Mahfudz, bahwa kitab Al-Kafy lebih tinggi dari kutubus sittah di kalangan "awam" (mereka menyebut penyusun kutubus sittah dengan kata "ammah" yang berarti orang-orang awam yang tidak mengerti hadits sebagaimana Al-Kulainy)
Dan masih banyak lagi....
Sungguh luar biasa ternyata sebanyak itu pujian para Ulama syi'ah terhadap Al-Kulainy dan Al-Kafy.
Selanjutnya kita akan melihat ulah orang sotoy yang mencoba mengelabui dan menipu orang-orang awam dengan mengatakan bahwa kitab Al-Kafy tidak semuanya shahih. Dan tersebutlah sebuah kitab, ya, sebuah kitab, kita ulangi lagi, sebuah kitab karangan Muhammad Baqir Al-Bahbudy dengan judul yang kelihatannya wow banget yaitu Shahihul Kafy.
Tapi apa "pujian" Ulama Syi'ah terhadapnya ?
Mari kita simak, dan setelahnya kita coba bandingkan dengan kedigdayaan kitab Al-kafy, yuuuk mari...:
Syeikh Abdur Rasul Al-Ghifariy berkata : "Kitab shahihul Kafy disusun tidak dengan metode yang diridhai, ia menggugurkan hampir separuh isi kitab Al-Kafy, ia memilih hadits shahih yang sesuai dengan seleranya. Saya kira dia tidak profesional dalam masalah hadits atau tidak bisa memilah dan memilih. Dan pada cetakan yang kedua ia mengganti judul kitabnya dengan "Zubdatul Kafy", dan ini semakin menunjukkan kelakuan buruknya yang telah lalu. Saya tidak tahu prinsip apa yang dia pakai. Ia tidak berjalan di atas jalan para ulama terdahulu sebagaimana ia telah jauh dari jalan yang dilalui oleh ulama mutaakhkhirin." [kitab Al-Kafy Wal-Kulainy halaman 453]
Sayyid Al-Askary berkata : "Muhammad Baqir Al-bahbudy telah memilih 3.328 hadits shahih dan membuang 11.693 hadits dari kitab Al-Kafy melalui ijtihadnya yang tidak shahih." [kitab Ma'alimul Madrasatain 3/282]
Dan di halaman 283 ia menambahkan bahwa kitab Shahihul Kafy ini tash-hihnya berpedoman pada kitab Rijal karangan Ibnul Ghadhairiy yang tidak diakui oleh Ulama hadits syi'ah. Oleh karena itu kitab Shahihul Kafy tidak diterima di Hauzah-hauzah ilmiyah.
Sayyid Kamal Al-Haidariy di halaman resminya berkata : "saya tidak setuju dengan kitab Shahihul Kafy Muhammad Baqir, dan sampai detik ini saya membela kitab Al-Kafy." [http://alhaydari[DOT]com/ar/2012/09/38240/]
Dan di banyak kesempatan diskusi, orang-orang syi'ah malah menuduh Muhammad Baqir Al-Bahbudy sebagai wahabi sedang nyamar. Wkwkwkwkwk.....
------
Sekarang kita bandingkan dengan kitab Shahihul Bukhari. Sampai detik ini belum ada ulama Islam yang mengarang kitab seperti Muhammad Baqir Al-Bahbudy dalam rangka memilih dan memilah hadits-hadits Imam Bukhari. Padahal Kitab Bukhari adalah kitab hadits number one di kalangan umat Islam, sebagaimana kitab Al-Kafy di kalangan syi'ah sesuai dengan pujian setinggi langit terhadapnya, bahkan Al-Kafy lebih tinggi dari Al-Bukhari.
Kalaupun ada studi kritis terhadap Shahih Bukhari maka itu tercatat sangat sedikit sekali, ada yang mengatakan sampai 23 hadits, namun tidak semua kritikan itu diterima, artinya ada kritikan yang masih dapat dimentahkan sehingga ia tetap shahih. Dan ada juga yang mengatakan hanya ada 2 hadits saja yang lemah. Kalau diprosentase, maka tingkat keshahihan Bukhari masih di atas 99%, sedang Al-Kafy kalau sesuai dengan metode Muhammad Baqir....? habis dah, Cuma 3.328 dari 16.121 hadits. Coba deh ambil kalkulator dan dihitung berapa persen ?
Jadi kalau dibandingkan dengan kritikan Muhammad Baqir terhadap Al-Kafy sangatlah jauh sekali, sejauh mata memandang dari bawah sumur ke atas langit tingkat tujuh.
KESIMPULAN :
Kitab Al-Kafy adalah kitab number one, dan ia akan tetap menjadi number one di kalangan syi'ah sebab sangatlah susah bagi siapa saja pengikut Syi'ah melawan pujian setinggi langit dari para Ulama terdahulunya dan tersekarangnya.
Dan dengan pujian ini, sekaligus susahnya mengalahkan pujian itu, maka seluruh isi dari kitab Al-Kafy adalah SHAHIH. Alias BAIK BURUKnya adalah BENAR dan SHAHIH.
Jadi buat pengikut agama Syi'ah yang ikut-ikutan baik karena taklid buta maupun tidak buta, yang ingin mengelabui dan menipu orang-orang awam di kalangan umat Islam, jangan macam-macam dengan kitab Al-Kafy ya...bisa kualat nanti.
TAMBAHAN :
Ada beberapa Ulama Syi'ah yang mempelajari hadits-hadits Al-Kafy dan semuanya bersepakat mendha'ifkan sebagian besar riwayatnya. Berikut para Ulama yang tidak menshahihkan seluruh riwayat di Al-Kafy :
1. Jumlah hadits shahih, hasan, muwatstsaq dan kuat menurut Fakhruddin At-Thuraihiy adalah 41%.
2. Jumlah hadits shahih, hasan, muwatstsaq dan kuat menurut Agha Bazrak At-Thahraniy adalah 37,5%
3. Jumlah hadits shahih, hasan, muwatstsaq dan kuat menurut Muhammad Baqir Al-Bahbudy adalah 27,9%
4. Jumlah hadits shahih, hasan, muwatstsaq dan kuat menurut Murtadha Al-Askary adalah 27,4%
Dan ternyata riwayat yang bisa diterima dari kitab yang katanya lebih baik dari kutubussittah itu tidak sampai 50%.
-------------------------
Ada orang tertipu oleh penipu yang mengatakan bahwa Kitab Al-Kafy yang memuat hadits-hadits berjumlah 16.000an itu tidak semuanya shahih, ada yang bilang sekitar 9.000an tidak shahih, berarti separuh lebih tidak shahih. Dan ada pula yang mengatakan 2/3 nya tidak shahih. Wow..berarti lebih dari 9.000an yang tidak shahih.
Benarkah demikian…?
Ada orang dari Iran yang mengatakan bahwa sudah ada kitab yang memilih hadits-hadits shahih Al-Kafy dengan judul kitab Shahih Al-Kafy karangan Syeikh Muhammad Baqir Al-Bahbudy, cetakan Beirut tahun 1401 H. ada 3 Juz. Namun sebelum kita meyakini kesaktian kitab ini, kita akan melanglang buana dulu ke dunia lain dimana para Ulama besar syi'ah berkata tentang kitab Al-Kafy.
Tersebutlah pada jaman dahulu seseorang bernama Al-Kulainy yang menyusun kitabnya berjudul Al-Kafy. Ia berkata sendiri tentang Al-Kafy bahwa kitabnya itu terkumpul di dalamnya semua cabang ilmu agama yang cukup dengannya para muta'allim (pencari ilmu) dan mustarsyid (pencari petunjuk). Ia mengatakan ini dalam Ushulul Kafy halaman 8.
Dan berikut kesaksian para ulama syi'ah tentang kedigdayaan Al-Kulainy dan kitabnya Al-Kafy:
Gurunya berjumlah 36 syeikh sedang muridnya berjumlah 15 orang.[muqaddimah kitab Alkafi oleh Khadim Ahlil Bait DR. Husain Ali Mahfudz halaman 12-16 cetakan Darut Ta'aruf Lilmathbu'at Beirut Libanon tahun 1990/1411.]
An-Najasyi berkata : "Al-Kulainy adalah orang paling dipercaya dan paling kuat dalam masalah hadits" [Kitab Ar-Rijal oleh An-Najasyi halaman 266, juga kitab Khulashatul Aqwaal oleh Al-Hully halaman 71, dan kitab Ar-Rijal oleh Ibnu Dawud halaman 48]
At-Thusy berkata : "Tsiqah (kuat hafalannya) dan mengetahui tentang hadits-hadits." [kitab Al-Fahrasat halaman 135]
Sayyid Ridha Ad-Din Ibnu Thawus berkata : "Ia seorang syeikh yang telah disepakati ketsiqahannya dan amanahnya." [kitab Kasyful Mahajjah halaman 158]
Ia juga berkata : "Riwayatnya sempurna dan ilmu dirayahnya dapat dipercaya." [kitab Farajul Humum halaman 90]
Ibnu Syahraasyuub berkata : "Ia seorang yang Alim (mengetahui) tentang hadits-hadits." [kitab Ma'alimul Ulama halaman 88]
Ibnul Atsir berkata : "Ia termasuk jajaran imamnya syi'ah imamiyah dan juga ulama mereka." [kitab Kamil Ibnil Atsir juz 8 hal.128]
Al-Qadhi As-Syustari berkata : "Pemimpin para ahli hadits." [kitab Majalisul Mukminin hal.194]
Sayyid Muhammad Baqir Al-Khawansary berkata : "Ia adalah penjaga agama Islam." [Raudhaatul Jannaat hal.552]
Abdul Husain Syarafuddin berkata : "Sebaik-baik kitab yang disusun dalam hadits adalah empat kitab yang seluruhnya adalah rujukan syi'ah imamiyah dalam masalah ushul dan furu' mulai dari masa pertama sampai dengan saat ini adalah; Al-Kafy, At-Tahdzib, Al-Istibshar dan Man La Yahdhuruhul Faqih. Semua haditsnya mutawatir dan ditetapkan keshahihannya. Dan kitab Al-Kafy adalah yang paling terdahulu, paling agung, paling bagus dan paling kuat haditsnya." [kitab Al-Muraaja'aat hal.370
At-Thibrisiy berkata : "Kedudukan kitab Al-kafy di antara kitab yang empat tersebut laksana matahari di antara planet-planet lain. Seorang yang obyektif melihat kitab ini niscaya akan mendapati para perawinya adalah kuat sehingga membuat hati tenang dengan riwayatnya, keshahihannya dan kedudukannya." [kitab Mustadrakul Wasa'il 3/532]
Al-Hurr Al-Amily berkata : "Faedah keenam, bahwa kitab Al-Kafy adalah kitab yang penyusunannya dapat dibuat sandaran, penisbatannya shahih, kedudukan haditsnya kuat yang bersumber dari para imam." [kitab Al-Wasail hal.61]
At-Thahraniy berkata : "Al-Kafy adalah kitab paling agung di antara kitab rujukan yang empat itu. Belum ada yang menulis seperti itu dari keluarga Rasul." [kitab Adz-Dzari'ah ila Tashanifis Syi'ah 17/245]
Syeikh Abbas Al-Qummy berkata : "Kitab Islam yang paling agung, kitab imamiyah paling agung yang belum pernah ada semisalnya." [kitab Al-Kunya wal Al-Qaab 3/98]
Khadim Ahlil Bait DR. Husain Ali Mahfudz berkata : "Ahlul imamah dan Jumhur Syi'ah telah bersepakat atas keutamaan kitab Al-Kafy dan kewajiban untuk mengambil hadits-haditsnya, percaya dengan hadits-haditsnya dan mencukupkan diri dengan hukum-hukumnya." [Muqaddimah kitab Al-Kafy halaman 21]
Syeikh Al-Mufid berkata : "Kitab Al-Kafy adalah kitab Syi'ah paling agung dan paling banyak manfaatnya." [kitab Tash-hihul I'tiqad halaman 27]
Muhammad bin Makky berkata : "Kitab Al-Kafy adalah kitab yang belum pernah ditulis seorang pun dari imamiyah." [kitab Biharul Anwar 25/67]
Ali bin Abdul Ali Al-Kurky berkata : "Sebuah kitab besar dalam bidang hadits yang belum pernah ada semisalnya, kitab ini mencakup semua hadits tentang syari'at dan rahasia-rahasia agama yang belum pernah ada sebelumnya." [kitab Biharul Anwar 25/67]
Al-Faidh berkata : "kitab yang paling mulia, paling terpercaya, paling sempurna dan paling lengkap sebab ia mengandung perkara-perkara ushul dan bebas dari kekurangan." [kitab Al-Wafy 1/6]
Al-Majlisiy berkata : "Kitab yang paling tepat dalam masalah ushul dan paling mencakup segalanya, sebaik-baik dan seagung-agung kitab yang dikarang oleh firqah najiyah." [kitab Mir'atul Uquul 1/3]
Bahkan di halaman 23 pada Muqaddimah kitab Al-Kafy yang ditulis oleh Khadim Ahlil Bait DR. Husain Ali Mahfudz, bahwa kitab Al-Kafy lebih tinggi dari kutubus sittah di kalangan "awam" (mereka menyebut penyusun kutubus sittah dengan kata "ammah" yang berarti orang-orang awam yang tidak mengerti hadits sebagaimana Al-Kulainy)
Dan masih banyak lagi....
Sungguh luar biasa ternyata sebanyak itu pujian para Ulama syi'ah terhadap Al-Kulainy dan Al-Kafy.
Selanjutnya kita akan melihat ulah orang sotoy yang mencoba mengelabui dan menipu orang-orang awam dengan mengatakan bahwa kitab Al-Kafy tidak semuanya shahih. Dan tersebutlah sebuah kitab, ya, sebuah kitab, kita ulangi lagi, sebuah kitab karangan Muhammad Baqir Al-Bahbudy dengan judul yang kelihatannya wow banget yaitu Shahihul Kafy.
Tapi apa "pujian" Ulama Syi'ah terhadapnya ?
Mari kita simak, dan setelahnya kita coba bandingkan dengan kedigdayaan kitab Al-kafy, yuuuk mari...:
Syeikh Abdur Rasul Al-Ghifariy berkata : "Kitab shahihul Kafy disusun tidak dengan metode yang diridhai, ia menggugurkan hampir separuh isi kitab Al-Kafy, ia memilih hadits shahih yang sesuai dengan seleranya. Saya kira dia tidak profesional dalam masalah hadits atau tidak bisa memilah dan memilih. Dan pada cetakan yang kedua ia mengganti judul kitabnya dengan "Zubdatul Kafy", dan ini semakin menunjukkan kelakuan buruknya yang telah lalu. Saya tidak tahu prinsip apa yang dia pakai. Ia tidak berjalan di atas jalan para ulama terdahulu sebagaimana ia telah jauh dari jalan yang dilalui oleh ulama mutaakhkhirin." [kitab Al-Kafy Wal-Kulainy halaman 453]
Sayyid Al-Askary berkata : "Muhammad Baqir Al-bahbudy telah memilih 3.328 hadits shahih dan membuang 11.693 hadits dari kitab Al-Kafy melalui ijtihadnya yang tidak shahih." [kitab Ma'alimul Madrasatain 3/282]
Dan di halaman 283 ia menambahkan bahwa kitab Shahihul Kafy ini tash-hihnya berpedoman pada kitab Rijal karangan Ibnul Ghadhairiy yang tidak diakui oleh Ulama hadits syi'ah. Oleh karena itu kitab Shahihul Kafy tidak diterima di Hauzah-hauzah ilmiyah.
Sayyid Kamal Al-Haidariy di halaman resminya berkata : "saya tidak setuju dengan kitab Shahihul Kafy Muhammad Baqir, dan sampai detik ini saya membela kitab Al-Kafy." [http://alhaydari[DOT]com/ar/2012/09/38240/]
Dan di banyak kesempatan diskusi, orang-orang syi'ah malah menuduh Muhammad Baqir Al-Bahbudy sebagai wahabi sedang nyamar. Wkwkwkwkwk.....
------
Sekarang kita bandingkan dengan kitab Shahihul Bukhari. Sampai detik ini belum ada ulama Islam yang mengarang kitab seperti Muhammad Baqir Al-Bahbudy dalam rangka memilih dan memilah hadits-hadits Imam Bukhari. Padahal Kitab Bukhari adalah kitab hadits number one di kalangan umat Islam, sebagaimana kitab Al-Kafy di kalangan syi'ah sesuai dengan pujian setinggi langit terhadapnya, bahkan Al-Kafy lebih tinggi dari Al-Bukhari.
Kalaupun ada studi kritis terhadap Shahih Bukhari maka itu tercatat sangat sedikit sekali, ada yang mengatakan sampai 23 hadits, namun tidak semua kritikan itu diterima, artinya ada kritikan yang masih dapat dimentahkan sehingga ia tetap shahih. Dan ada juga yang mengatakan hanya ada 2 hadits saja yang lemah. Kalau diprosentase, maka tingkat keshahihan Bukhari masih di atas 99%, sedang Al-Kafy kalau sesuai dengan metode Muhammad Baqir....? habis dah, Cuma 3.328 dari 16.121 hadits. Coba deh ambil kalkulator dan dihitung berapa persen ?
Jadi kalau dibandingkan dengan kritikan Muhammad Baqir terhadap Al-Kafy sangatlah jauh sekali, sejauh mata memandang dari bawah sumur ke atas langit tingkat tujuh.
KESIMPULAN :
Kitab Al-Kafy adalah kitab number one, dan ia akan tetap menjadi number one di kalangan syi'ah sebab sangatlah susah bagi siapa saja pengikut Syi'ah melawan pujian setinggi langit dari para Ulama terdahulunya dan tersekarangnya.
Dan dengan pujian ini, sekaligus susahnya mengalahkan pujian itu, maka seluruh isi dari kitab Al-Kafy adalah SHAHIH. Alias BAIK BURUKnya adalah BENAR dan SHAHIH.
Jadi buat pengikut agama Syi'ah yang ikut-ikutan baik karena taklid buta maupun tidak buta, yang ingin mengelabui dan menipu orang-orang awam di kalangan umat Islam, jangan macam-macam dengan kitab Al-Kafy ya...bisa kualat nanti.
TAMBAHAN :
Ada beberapa Ulama Syi'ah yang mempelajari hadits-hadits Al-Kafy dan semuanya bersepakat mendha'ifkan sebagian besar riwayatnya. Berikut para Ulama yang tidak menshahihkan seluruh riwayat di Al-Kafy :
1. Jumlah hadits shahih, hasan, muwatstsaq dan kuat menurut Fakhruddin At-Thuraihiy adalah 41%.
2. Jumlah hadits shahih, hasan, muwatstsaq dan kuat menurut Agha Bazrak At-Thahraniy adalah 37,5%
3. Jumlah hadits shahih, hasan, muwatstsaq dan kuat menurut Muhammad Baqir Al-Bahbudy adalah 27,9%
4. Jumlah hadits shahih, hasan, muwatstsaq dan kuat menurut Murtadha Al-Askary adalah 27,4%
Dan ternyata riwayat yang bisa diterima dari kitab yang katanya lebih baik dari kutubussittah itu tidak sampai 50%.
-------------------------
Fairuz Ahmad.
Bintara, 7 Syawal 1434 H./ 14 Agustus 2013 M.
____________________
Source : Note F.B Ustadz Fairuz Ahmad
.
Telah kita ketahui pada artikel-artikel sebelumnya mengenai pernyataan para Ulama besar Syi'ah bahwa seluruh riwayat yang ada pada Al-Kafi adalah shahih, sbb :
http://jaser-leonheart.blogspot.com/2012/09/buku-dialog-sunnah-syiah-dan-keshahihan_29.html
http://jaser-leonheart.blogspot.com/2012/11/bantahan-abul-hasan-al-amili-kepada-al.html
http://jaser-leonheart.blogspot.com/2012/12/web-dungu-syiah-recehan-syiahaliwp-meng.html
Hal tersebut sebagaimana dinyatakan oleh dedengkot besar mereka, yakni Al-Khui yang juga menyertakan apa yang dinyatakan gurunya mengenai Al-Kafi.. Al-Khui berkata :
وقد ذكر غير واحد من الاعلام أن روايات الكافي كلها صحيحة ولا مجال لرمي شئ منها بضعف سندها . وسمعت شيخنا الأستاذ الشيخ محمد حسين النائيني - قدس سره - في مجلس بحثه يقول : ( إن المناقشة في إسناد روايات الكافي حرفة العاجز
Bukan satu orang saja dari kalangan alim ulama yang menyebutkan bahwa semua riwayat dalam Al-Kafi adalah shahih dan tidak ada ruang untuk membuang mana-mana riwayat padanya dengan alasan sanad yang dha’if. Aku mendengar dari guru kami AL-Ustadz Asy-Syaikh Muhammad Husain An-Na’ini berkata di dalam satu majlis: “Pembahasan berkenaan dengan sanad-sanad riwayat dalam al-Kafi adalah pekerjaan yang sia-sia” [Mu'jam Rijal Al-Hadits 1/81]
-----oOo-----
Sungguh
banyak pertanyaan yang sebenarnya layak dilemparkan kepada para
penganut Syi'ah Rafidhah. Fondasi agama yang rapuh membuatnya mirip
dengan Kristen, setiap satu kebohongannya terbongkar, mereka terpaksa
menciptakan dusta baru untuk menutupi kebohongan yang lama, dan
demikianlah seterusnya.
Mungkin, pertanyaan terbesar adalah masalah Imamah?
- Mengapa sampai sekarang nas/teks hadits wasiat Rasulullah tentang imamah Ali tidak ditemukan?
- Jika ada, mengapa Ali membiarkan Abu Bakar, Umar, dan Utsman menjadi Khalifah, sementara wasiat 'klaim' syi'ah menyatakan Ali dan keluarganya yg lebih berhak?
- Lalu mengapa pula, Sayyiduna Hasan Ibn Ali dengan senang hati menyerahkan Khilafah kepada Mu'awiyah?
-Mengapa Imam Syi'ah harus berjumlah 12, atau mengapa hanya dua belas?
- Mengapa keturunan Hasan Ibn Ali tidak ada yang diangkat menjadi Imam?
- Mengapa pada masa selanjutnya, tidak ada keturunan Ali yang mejadi Amirul Mukminin?
- Mengapa mereka (keturuan Ali) tidak ngotot menuntut imamah, karena wasiat tersebut?
- Setelah Imam ke 11, Hasan al-Askari wafat, dan tidak mempunyai putra.. siapa yg menjadi Imam ke-12 ? dll....dll
FAKTA YANG SANGAT MENYEDIHKAN
Sayyiduna Husain radhiyallahu 'anhu, dibunuh oleh Syamr Ibn Dzi Jausyan di Karbala. Seharusnya, sebagai bukti cinta mereka kepada Husein, mereka merayakan kematian Syamr Dzi Jausyan, pembunuh Husein.
Tetapi fakta aneh dan sekaligus melukai hati, kaum Syi'ah malah berterimaksaih kepada Syamr Ibn Jausyan.
Lihatlah, photo ini, bagaimana Syi'ah bergembira merayakan syahidnya Husein Ibn Ali, dan berterimakasih kepada Syamr Dzi Jausyan.
Mungkin, pertanyaan terbesar adalah masalah Imamah?
- Mengapa sampai sekarang nas/teks hadits wasiat Rasulullah tentang imamah Ali tidak ditemukan?
- Jika ada, mengapa Ali membiarkan Abu Bakar, Umar, dan Utsman menjadi Khalifah, sementara wasiat 'klaim' syi'ah menyatakan Ali dan keluarganya yg lebih berhak?
- Lalu mengapa pula, Sayyiduna Hasan Ibn Ali dengan senang hati menyerahkan Khilafah kepada Mu'awiyah?
-Mengapa Imam Syi'ah harus berjumlah 12, atau mengapa hanya dua belas?
- Mengapa keturunan Hasan Ibn Ali tidak ada yang diangkat menjadi Imam?
- Mengapa pada masa selanjutnya, tidak ada keturunan Ali yang mejadi Amirul Mukminin?
- Mengapa mereka (keturuan Ali) tidak ngotot menuntut imamah, karena wasiat tersebut?
- Setelah Imam ke 11, Hasan al-Askari wafat, dan tidak mempunyai putra.. siapa yg menjadi Imam ke-12 ? dll....dll
FAKTA YANG SANGAT MENYEDIHKAN
Sayyiduna Husain radhiyallahu 'anhu, dibunuh oleh Syamr Ibn Dzi Jausyan di Karbala. Seharusnya, sebagai bukti cinta mereka kepada Husein, mereka merayakan kematian Syamr Dzi Jausyan, pembunuh Husein.
Tetapi fakta aneh dan sekaligus melukai hati, kaum Syi'ah malah berterimaksaih kepada Syamr Ibn Jausyan.
Lihatlah, photo ini, bagaimana Syi'ah bergembira merayakan syahidnya Husein Ibn Ali, dan berterimakasih kepada Syamr Dzi Jausyan.
CINTA AHLUL BAIT ATAU CINTA PERSIA MAJUSI ?
1. Syi'ah membangun kuburan megah untuk Abu Lu'lu'ah, pembunuh khalifah Umar Ibn Khattab radhiyallahu 'anhu, KARENA ABU LU'LU'AH ADALAH PERSIA - MAJUSI.
2. Syi'ah menetapkan Imamah hanya pada keturunan Husein, dan hanya dari salah satu isterinya, yaitu Puteri YazdajRaj raja persia (ini menurut klaim Syi'ah). Jika Benar Husein menikahi putri Yazdajraj -Kisra, dan jika benar Ali Zainal Abidin adalah anak dari puteri Kisra Persia, maka SEKALI LAGI, ALASANNYA HANYA KARENA DARAH PERSIA!
3. Samapai sekarang, tidak ada waliy faqih, atau presiden Iran dari Syi'ah Arab, semuanya adalah keturunan Syi'ah Persia. Lantas, kemana perginya Ahlul Bait bernasab Arab?
4. Semenjak zaman Shafawiyah, bahasa Arab dihapuskan di Iran, dan diganti dengan bahasa Persia. Tanya kenapa?
Maka, saudara akan dapatkan bahwa AyatusSyi'ah Persia tidak ada yg bisa bahsa Arab! Sementara kasta kedua, yaitu Ayatusyi'ah Arab, bisa bahasa Arab, namun tak punya kekauatan politik apapun!
5. Jika Syi'ah mengklaim cinta bahasa Arab, dengan dalih kitab-kitab marji' mereka berbahasa Arab. Maka ini jutru berbalik atas mereka. Kita katakan, jika kitab-kitab marji' kalian berbahasa Arab, maka mengapa semenjak pemerintahan Shafawiyah Bahasa Arab dihapuskan? Lalu, bagaimana AyatusSyi'ah Persia membaca referensi berbahasa Arab tersebut?
1. Syi'ah membangun kuburan megah untuk Abu Lu'lu'ah, pembunuh khalifah Umar Ibn Khattab radhiyallahu 'anhu, KARENA ABU LU'LU'AH ADALAH PERSIA - MAJUSI.
2. Syi'ah menetapkan Imamah hanya pada keturunan Husein, dan hanya dari salah satu isterinya, yaitu Puteri YazdajRaj raja persia (ini menurut klaim Syi'ah). Jika Benar Husein menikahi putri Yazdajraj -Kisra, dan jika benar Ali Zainal Abidin adalah anak dari puteri Kisra Persia, maka SEKALI LAGI, ALASANNYA HANYA KARENA DARAH PERSIA!
3. Samapai sekarang, tidak ada waliy faqih, atau presiden Iran dari Syi'ah Arab, semuanya adalah keturunan Syi'ah Persia. Lantas, kemana perginya Ahlul Bait bernasab Arab?
4. Semenjak zaman Shafawiyah, bahasa Arab dihapuskan di Iran, dan diganti dengan bahasa Persia. Tanya kenapa?
Maka, saudara akan dapatkan bahwa AyatusSyi'ah Persia tidak ada yg bisa bahsa Arab! Sementara kasta kedua, yaitu Ayatusyi'ah Arab, bisa bahasa Arab, namun tak punya kekauatan politik apapun!
5. Jika Syi'ah mengklaim cinta bahasa Arab, dengan dalih kitab-kitab marji' mereka berbahasa Arab. Maka ini jutru berbalik atas mereka. Kita katakan, jika kitab-kitab marji' kalian berbahasa Arab, maka mengapa semenjak pemerintahan Shafawiyah Bahasa Arab dihapuskan? Lalu, bagaimana AyatusSyi'ah Persia membaca referensi berbahasa Arab tersebut?
-----oOo-----
Betapa kaum Syi’ah adalah kaum pendusta yang mengaku-ngaku pengikut Ahlul Bait, mereka membenci Sayyidinaa Mu’awiyyah, melaknat beliau tiap siang dan malam mereka, padahal Imam Husain bin ’Ali sendiri di kitab mereka begitu sharih (jelas) mendoakan RAHMAT kepada beliau radhiyallaahu ’anhum.
فقال حسين كانه لا يظن ما يظن من موت معاوية: الصلة خير من القطيعة، اصلح الله ذات بينكما فلم يجيباه في هذا بشئ، وجاء حتى جلس، فأقرأه الوليد الكتاب ونعى له معاوية ودعاه إلى البيعة، فقال حسين: انالله وانا إليه راجعون ورحم الله معاوية وعظم لك الاجر
Maka Husain berkata, nampaknya beliau tidak menduga mengenai kematian Mu’awiyyah : “Persambungan itu lebih baik daripada perpecahan.” Semoga Allah membuat baik keadaan kalian berdua (Marwan bin Al-Hakam dan Al-Walid bin ‘Utbah). (Tetapi) mengenai hal ini keduanya tidak menjawabi beliau sama sekali, (Lalu) beliau beranjak sehingga terduduk. Kemudian Al-Walid membacakan sebuah kitab kepada beliau dan menceritakan berita tentang kematian Mu’awiyyah serta mengajaknya untuk bai’at. Maka Husain mengucapkan : "INNA LILLAAHI WA INNA ILAIHI RAAJI'UN, SEMOGA ALLAH MERAHMATI MU’AWIYYAH DAN MEMBERIKAN PAHALA YANG BESAR KEPADAMU’’ [Maqtalu Al-Husain oleh Dedengkot Abu Mikhnaf Luth bin Yahya Al-Azdi hal. 32, Darul Mahajjah Al-Baidha']
-----oOo-----
Kitab : Madinatul Ma'ajiz 5/10
Muallif : Dedengkot Al-Bahrani
السادس أنه-عليه السلام- صنع فيلا من طين فركبه- عليه السلام - فطار به الى مكة
Jabir bin Yazid Al-Ju'fi berkata kepada Ahmad Murrah bin Qabishah bin 'Abdul Hamid :
Muallif : Dedengkot Al-Bahrani
السادس أنه-عليه السلام- صنع فيلا من طين فركبه- عليه السلام - فطار به الى مكة
Yang Ke Enam : Bahwasanya Beliau (Imam Baqir) Membuat Gajah Dari Tanah Lalu Menungganginya Lalu Terbang Dengan Gajah Tersebut Ke Makkah.
Jabir bin Yazid Al-Ju'fi berkata kepada Ahmad Murrah bin Qabishah bin 'Abdul Hamid :
رأيت مولاي الباقر -عليه السلام - وقد صنع فيلا
من طين ، فركبه وطار في الهواء حتى ذهب الى مكة ورجع عليه ، فلم أصدق ذلك
منه حتى رأيت الباقر -عليه السلام - فقلت له : أخبرني جابر عنك بكذا وكذا
؟؟ [ فصنع مثله ] فركب وحملني معه إلى مكة وردني
"Aku melihat tuanku Baqir 'alaihis salam membuat GAJAH dari
tanah, lalu ia menungganginya dan terbang di udara sampai ia pergi ke
makkah dan kembali lagi. Lalu aku tidak mempercayainya
sehingga aku menjumpai Imam Baqir dan berkata "Wahai tuan sesungguhnya Jabir bercerita kepadaku tentang anda begini dan begitu (membuat gajah lalu terbang) lalu Imam Baqir membuat gajah lagi dari tanah seperti apa yang telah di
ceritakan oleh Jabir, kemudian ia menunggangi gajah tersebut serta
membawaku ikut serta bersamanya menuju makkah dan mengembalikanku
seperti semula."
-----oOo-----
Telah lama saat masa-masa awal blog ini dibuat, saya sempat mempublish sebuah artikel dari kawan yang berjudul "Bukti Bahwa Ibnu Zubair Bukan Anak Mut'ah".
Silahkan anda baca baik-baik artikel tersebut dan berlanjut kepada perdebatannya antara masing-masing pihak dari saudara-saudara Ahlus Sunnah dan para pemeluk agama Syi'ah disini. Semoga bermanfa'at.
Pada artikel tersebut, kawan kami menukil syubhat-syubhat yang sering dijadikan oleh para pemeluk agama Syi'ah untuk menuduh bahwa Ibnu Zubair adalah anak mut'ah. Diantara syubhat tersebut yaitu :
Ibnu Abbas kemudian berkata ;
"Tanyakan pada ibumu bagaimana perapian yang menyala antara ibumu dan ayahmu". Maka Ibnu Zubair bertanya kepada ibunya, dan ibunya menjawab : "AKU TIDAK MELAHIRKANMU KECUALI MELALUI NIKAH MUT'AH".
Referensi : Ar-Raghib, dalam "Al-Muhadharat", juz 2, hal. 94.
Syubhat ini dan beberapa syubhat lainnya -sebagaimana sudah kita baca- sudah dibantah oleh kawan kami pada artikel tsb. Namun tiba-tiba tadi malam ada seorang facebooker Syi'ah berkomentar mengenai kitab Al-Muhadharat oleh Ar-Raghib di atas dengan berkata sbb :
Allaahul Musta'aan.. kita kira dia ingin membantah dengan 'ilmu, namun justru memamerkan kebodohan. Kok malah halamannya yang dikomentari???
Halaman yang kami nukil dari syubhat yang sering dijadikan Syi'ah pada kitab Al-Muhadharat oleh Ar-Raghib di atas adalah halaman 94, sedangkan yang ditunjukkan olehnya berhalaman 96. Padahal kita semua sudah maklum dan siapa pun yang sering bergelut dalam membaca kitab-kitab sudah mengetahui bahwa bila beda penerbit tentu akan berbeda pula halamannya!
Sebelum dia berkomentar mengenai halaman, dia menyatakan bahwa yang dimaksud pada halaman yang tengah dibahas adalah hadits, padahal itu bukan hadits. Definisi hadits telah kita ketahui bersama, sedangkan di atas anak kecil pun juga tahu itu bukan hadits.
Maka komentar bodohnya itu justru semakin membuat wajahnya hitam, dia memamerkan kedunguan, menunjukkan bahwa dirinya memang sangat asing dari membaca kitab. Terlebih lagi dari cara dia menulis terhadap judul kitabnya sama seperti disini :
al-Raghib al-Isfahani reported in al-Maudhoorath Volume 2 page 96 "Ibn Zubair denounced Ibn Abbas for his opinion on Mut'ah. Thus Ibn Abbas told him: "Go and ask your mother what she did with your father." When Ibn Zubair asked her, she said: "By God, I did not conceive you except through Mut'ah"
Perhatikan letak huruf kecil dan besar pada kata "al-Raghib al-Isfahani" dan "al-Maudhoorath" sangat mirip dengan apa yang ditulis olehnya dan memang mengisahkan sebagaimana yang sudah diterjemahkan. Ini petanda bahwa dia menjadikan bahasa inggris sebagai patokan karena dia tidak memiliki kemampuan untuk melihat langsung ke kitab Al-Muhadharat pada bahasa aslinya. Tidak ada bedanya dengan saat dia mengcopas dari web-web Syi'ah lokal yang menjadi pondasi aqidahnya dalam beragama. Sungguh sangat patut dikasihani.
Dan memang aksi-aksinya di facebook serba copas dari web-web terjemahan,
dia tidak bisa berbahasa 'Arab. Karakter dan tingkah lakunya sangat
kental berdarah recehan. Dia sangat tidak laku ketika ingin berdebat di grup-grup facebook, tidak ada yang melayaninya karena kebodohannya yang membuat lawan bicara ingin muntah. Akhirnya dia sakit hati dan berlagak sok eksis agar ada yang mau kasihan untuk kemudian melayaninya.
Dan begitulah keadaan rata-rata kebanyakan facebooker Syi'ah, hanya bermodal refrensi terjemahan ataupun dalam bahasa Inggris yang sudah pasaran ramai orang menguasainya. Mereka tidak mampu melihat kitab-kitab 'Ulama secara langsung dalam bahasa aslinya meskipun kitab-kitab tersebut dapat dilihat secara online. Oleh karena itu mereka selalu tertipu oleh web-web Syi'ah terjemahan dan para ustadz mut'ah mereka yang kemudian mereka berbangga memeluk agama Syi'ah. Maka tak heran bila yang masuk Syi'ah hanya kumpulan orang-orang bodoh pemuja kawin kontrak. Jangankan kitab-kitab Ahlus Sunnah, terhadap kitab-kitab ulama mereka sendiri yang sudah banyak disediakan oleh website-website resmi Syi'ah secara online dan dapat dibaca kapan pun saja mereka BUTA alias tidak memiliki kemampuan berbahasa untuk bisa membacanya.
Seandainya dia bisa membaca kitab dan telah mengenal kitab Al-Muhadharat oleh Ar-Raghib di atas secara langsung, tentu dia tidak akan mengucapkan dengan lafazh "al-Maudhoorat" , tetapi seharusnya "Al-Muhadharat". Tetapi dia hanya mengambil dari terjemahan dalam bahasa Ingrris dan dia berlagak seakan-akan telah membacanya dalam versi aslinya. Sungguh kelakuan demikian membuat orang-orang yang sudah terbiasa bergelut dalam kitab-kitab menjadi tertawa karena betapa recehannya orang dungu bernama Farid Abas itu. Mari kita buktikan dengan melihat kitab tersebut secara online, berikut ini teks asli dalam bahasa Arab mengenai kisah di atas :
عير عبد الله بن الزبير عبد الله بن عباس بتحليله المتعة فقال له: سل أمك كيف سطعت المجامر بينها وبين أبيك؟فسألها فقالت: ما ولدتك إلا في المتعة
“Sesungguhnya Abdullah bin Zubair mencela Ibnu Abbas karena menghalalkan nikah mut'ah. Ibnu Abbas kemudian berkata kepadanya : "Tanyakan pada ibumu bagaimana perapian yang menyala antara ibumu dan ayahmu". Maka Ibnu Zubair bertanya kepada ibunya, dan ibunya menjawab : "Demi Allah Aku tidak melahirkanmu kecuali dengan cara mut'ah.”
Ini adalah kisah yang tidak memiliki sanad, tidak dapat dijadikan hujjah, sebagaimana telah dijelaskan kawan kami pada artikel yang kami jelaskan pada awal pemaparan di atas. Sekarang mari kita lihat judul kitab yang memuat kisah tsb, scroll ke paling atas dari link islamport dan dapat dilihat sbb :
الكتاب : محاضرات الأدباء
المؤلف : الراغب الاصفهاني
المؤلف : الراغب الاصفهاني
Kitab : Muhaadharaatu Al-Udabaa'
Muallif : Ar-Raaghib Al-Ishfahaaniy
Bandingkan dengan ucapan dia yang menulis dengan lafazh "al-Maudhoorat". Ucapan seperti itu tidak sewajarnya keluar dari orang yang sudah bisa membaca kitab, kecuali orang Inggris yang memang berbeda logatnya, tapi si dungu Farid Abas bukanlah orang asing, dan orang Indonesia mana pun bila membaca lafazh asli di atas tentu akan mengucapkan "Muhaadharaatu" , bukan "Maudhoorat". Bahkan anak-anak Ibtidaiyyah pun yang baru belajar iqra dapat dengan mudah melihat kebathilan penulisan si dungu Farid Abas itu.
Maka dari ini semua benar-benar menelanjangi kebodohan dia yang tidak bisa apa-apa kecuali mut'ah, cermin dan wakil para Syi'ah recehan.
Dan yang lebih menampar wajahnya lagi, sesungguhnya dia tidak sadar bahwa apa yang kawan kami nukil berdasarkan halaman 94 itu adalah justru dari web syiahali.wp selaku seniornya. Syiahali.wp lah yang pertama kali memaparkan dari Al-Muhadharat halaman 94 sebagai syubhat yang kemudian banyak dicopas oleh para Syi'ah recehan. Maka kawan kami pada artikel tersebut menukil syubhat-syubhat dari syiahali.wp untuk kemudian bersama kawan-kawan kami yang lain membantahnya, dan Alhamdulillah telah terbantah.
syiahali.wordpress.com (web Syi'ah recehan andalan para Syi'ah recehan) menyatakan sama seperti di atas berdasarkan halaman 94.
screenshot (buka pada tab baru agar lebih besar) :
Full screenshot, klik here. <-------
Perhatikanlah, sungguh sangat menggelikan, hanya karena bermodal terjemahan dalam
bahasa Inggris lalu dengan membabi buta menyalahkan refrensi dari
orang-orang selainnya tanpa ia sadari bahwa refrensi yang dinukil dari
orang-orang selainnya justru dari seniornya sendiri. Semua karena ia belum pernah membaca artikel tsb dari web syiahali, jika sebelumnya ia sempat membaca dari web syiahali, tentu dia akan diam dan bingung kenapa halamannya bisa berbeda dengan refrensi yang didapatnya dalam bahasa Inggris, karena kebodohannya sendiri yang begitu asing dari kitab-kitab. Orang-orang yang sudah terbiasa membaca kitab tentu akan faham bahwa yang namanya perbedaan halaman bukanlah masalah karena bedanya penerbit, yang penting isinya sama. Namun karena ia amatiran, ia tidak tahu itu semua tetapi berlagak pintar padahal botol (bodoh dan tolol).
Dan ternyata benar, tatkala dia disuguhkan halaman 94 dari web syiahali.wp tsb, lalu ditanya mana yang benar antara refrensi syiahali.wp atau refrensi miliknya, ia menjadi bingung bukan main, satu sisi dia tidak bisa mengingkari web ustadz googlenya yakni syiahali.wp, satu sisi dia menjadi tambah bingung setelah bingung. Karena sebelumnya ia telah ngotot meyakini refrensi dalam bahasa inggris yang didapatnya, ingin membuangnya namun malu, maka akhirnya dia pun ngelantur ke point-point lain. Dikiranya sikap tersebut dapat menutupi kebodohannya, namun orang-orang menjadi tambah geli karena sikap munafiknya itu dengan menertawakan kedunguannya.
Jika ia belum pernah mendapatkan refrensi dalam bahasa Inggris namun sudah membaca dari syiahali, tentu orang mana pun yang menukil dari refrensi Inggris akan turut pula disalahkannya sebagaimana di atas. Sungguh semua itu karena kebodohannya dan amat menunjukkan betapa taqlid butanya ia dalam beragama, hanya karena dengar dari katanya dan katanya, lalu langsung ia percaya begitu saja. Padahal kitabnya saja ia tidak punya.
Maka dengan ucapan si dungu Farid Abas di atas yang tidak bisa membaca kitab, dia sama saja mengatakan kepada seniornya yang jelas jauh di atasnya dan tentu bisa membaca kitab dengan sebutan RECEHAN, karena kebodohannya sendiri yang begitu amatiran dalam mengenal kitab.
Dan ternyata benar, tatkala dia disuguhkan halaman 94 dari web syiahali.wp tsb, lalu ditanya mana yang benar antara refrensi syiahali.wp atau refrensi miliknya, ia menjadi bingung bukan main, satu sisi dia tidak bisa mengingkari web ustadz googlenya yakni syiahali.wp, satu sisi dia menjadi tambah bingung setelah bingung. Karena sebelumnya ia telah ngotot meyakini refrensi dalam bahasa inggris yang didapatnya, ingin membuangnya namun malu, maka akhirnya dia pun ngelantur ke point-point lain. Dikiranya sikap tersebut dapat menutupi kebodohannya, namun orang-orang menjadi tambah geli karena sikap munafiknya itu dengan menertawakan kedunguannya.
Jika ia belum pernah mendapatkan refrensi dalam bahasa Inggris namun sudah membaca dari syiahali, tentu orang mana pun yang menukil dari refrensi Inggris akan turut pula disalahkannya sebagaimana di atas. Sungguh semua itu karena kebodohannya dan amat menunjukkan betapa taqlid butanya ia dalam beragama, hanya karena dengar dari katanya dan katanya, lalu langsung ia percaya begitu saja. Padahal kitabnya saja ia tidak punya.
Maka dengan ucapan si dungu Farid Abas di atas yang tidak bisa membaca kitab, dia sama saja mengatakan kepada seniornya yang jelas jauh di atasnya dan tentu bisa membaca kitab dengan sebutan RECEHAN, karena kebodohannya sendiri yang begitu amatiran dalam mengenal kitab.
Sangat benar bahwa tidaklah memeluk agama Syi'ah kecuali orang-orang bodoh.
Imam Abu 'Ubaid Al-Qasim bin Salam rahimahullaahu Ta'aalaa berkata :
"Aku telah hidup dengan seluruh manusia. Dan aku telah berdebat dengan ahli kalam. Dan aku tidak melihat ada yang lebih kotor, lebih menjijikkan, lebih lemah hujjahnya, dan lebih BODOH daripada Syi'ah Rafidhah" [As-Sunnah Lil Khalal 1/499]
Sebagaimana dari dahulu para 'Ulama mensifati rafidhah sebagai :
"adalah sedusta-dustanya manusia dalam riwayat.. dan SEBODOH-BODOHNYA manusia dalam akal."
عاشرت الناس، وكلمت أهل الكلام، وكذا، فما رأيت أوسخ وسخاً، ولا أقذر قذراً، ولا أضعف حجة، ولا أحمق من الرافضة
"Aku telah hidup dengan seluruh manusia. Dan aku telah berdebat dengan ahli kalam. Dan aku tidak melihat ada yang lebih kotor, lebih menjijikkan, lebih lemah hujjahnya, dan lebih BODOH daripada Syi'ah Rafidhah" [As-Sunnah Lil Khalal 1/499]
Sebagaimana dari dahulu para 'Ulama mensifati rafidhah sebagai :
أكذب الناس في النقليات .. و أجهل الناس في العقليات
"adalah sedusta-dustanya manusia dalam riwayat.. dan SEBODOH-BODOHNYA manusia dalam akal."
Al-Imam 'Amir Asy-Sya'biy rahimahullaahu Ta'aalaa berkata :
ما رأيت قوماً أحمق من الشيعة
"Tidak pernah Aku lihat kaum yang lebih DUNGU daripada Syi'ah." [As-Sunnah Li 'Abdillah bin Ahmad 2/549, dikeluarkan pula oleh Al-Khalal dalam As-Sunnah 1/497, dan Al-Lalikai dalam Syarh As-Sunnah 7/1461]
Dan masih banyak lagi pernyataan para 'Ulama Ahlus Sunnah lainnya mengenai Syi'ah. Imam mereka, Al-Baqir dalam kitab mereka mengatakan :
لو كان الناس كلهم لنا شيعة لكان ثلاثة أرباعهم لنا شكاكاً والربع الآخر أحمق
“Seandainya semua manusia adalah syiah (pendukung) bagi kami niscaya 3/4 dari mereka ragu-ragu pada kami dan 1/4 sisanya adalah TOLOL.”
- Rijal Al-Kasysyi 3/204; lihat : http://www.al-shia.org/html/ara/books/lib-rejal/rejal_kashi3/2.html#ch10
- Ikhtiyar Ma'rifah Ar-Rijal oleh Ath-Thusi 2/459; lihat : http://www.yasoob.com/books/htm1/m020/23/no2322.html
- Madinatul Ma'ajiz oleh Hasyim Al-Bahrani 5/197; lihat : http://www.yasoob.com/books/htm1/m013/12/no1275.html
- Biharul Anwar oleh Al-Majlisi 47/149, lihat : http://www.yasoob.com/books/htm1/m013/13/no1326.html
- Khatimah Al-Mustadrak oleh Al-Mirza An-Nuri 5/284; lihat : http://www.yasoob.com/books/htm1/m012/11/no1111.html
-----oOo-----
Hauzah Ilmiah di Iran adalah institusi resmi pengkaderan ulama-ulama Syiah yang mencetak para mujtahid, ayatullah dan lain sebagainya.
Membaca ini akan terbayang di benak kita sebuah madrasah hebat yang mengajarkan ilmu-ilmu agama Islam secara mendalam dan komprehensif dimulai dari pengajaran Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian ilmu-ilmu pokok lainnya seperti fiqh, tafsir, tarikh, bahasa arab dan lain sebagainya.
Membaca ini akan terbayang di benak kita sebuah madrasah hebat yang mengajarkan ilmu-ilmu agama Islam secara mendalam dan komprehensif dimulai dari pengajaran Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian ilmu-ilmu pokok lainnya seperti fiqh, tafsir, tarikh, bahasa arab dan lain sebagainya.
Namun ‘pesantren’ syiah ini beda dengan sekolah atau institusi agama lainnya, pasalnya Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam beragama dan mendalami ilmu agama Islam ternyata tidak dipelajari di jantung pengkaderan ulama Syiah tersebut, bagaimana bisa? Silakan baca pengakuan dari ulama-ulama mereka sendiri di bawah ini,
Khomeini, “Wahai murid-murid Hauzah dan universitas-universitas ahli tahkik, bangkit dan selamatkanlah Al-Qur’an dari kejahatan orang-orang jahil dan ulama suu’ yang menyerang Al-Qur’an dengan sengaja. Perlu diketahui, saya berkata dengan rendah hati bukan dengan cara biasa, saya sangat bersedih, karena hidupku yang telah berlalu di atas jalan kesesatan dan kebodohan. Untukmu wahai anak-anak Islam yang pemberani, bangkitkanlah hauzah serta universitas-universitas agar bisa menoleh kepada Al-Qur’an. Jadikanlah pengajaran Al-Qur’an ada di setiap cabang-cabangnya sejauh pandanganmu dan tujuanmu yang tertinggi, agar anda semua tidak ditakdirkan oleh Allah untuk menyesal di akhir usia kalian ketika kelemahan dan usia tua menghalangi anda beramal kemudian anda menyesali usia muda yang telah lewat, sebagaimana yang penulis alami sendiri” (Al-Qur’an, Ats-Tsaql Al-Akbar, Khomeini, hal 33, Al-Qur’an Bab Al-Ma’rifah, hal 68-69)
Ali Khamene’i “Hauzah Ilmiah (sekarang ini), merupakan hasil dari keadaannya yang jika dilihat dari sejarah tidak punya perhatian yang besar terhadap Al-Qur’an serta pelajaran-pelajaran Qur’ani, kondisi ini (jauhnya Hauzah dari Al-Qur’an serta ilmu-ilmunya) memberikan dampak yang sangat besar terhadap jalannya pembelajaran dan pengajaran di Hauzah Ilmiah, sama saja jika dilihat dari sisi ilmu-ilmu umum atau dari sisi ilmu muamalah.”
“Sesungguhnya sikap menutup diri dan menjauh dari Al-Qur’an yang terjadi di Hauzah-hauzah Ilmiah menyebabkan terjadinya masalah-masalah yang banyak pada masa kini dan kedepannya, begitu juga jauhnya kita dari Al-Qur’an menyebabkan pendeknya pandangan kita dalam menganalisa sesuatu”
“Diantara yang membuat kita heran adalah bahwa seorang penuntut ilmu agama sangat mungkin menjadi seorang alim dan mujtahid dalam masalah-masalah keislaman, pemikiran, serta fiqh dengan tidak bersentuhan dengan Al-Qur’an yang merupakan kitab wahyu!”
“Di antara yang membuat kita bersedih adalah bahwa dengan mudah kita memulai pelajaran dan mendalaminya sampai pada taraf menerima ijazah ‘ijthad’ tanpa harus merujuk kepada Al-Qur’an walau cuma satu kali, kenapa bisa begini? Karena pelajaran-pelajaran kita tidak terikat dengan Al-Qur’an”!
“Di dalam Fiqh terdapat ayat-ayat Al-Qur’an akan tetapi itupun tidak dipelajari, dan tidak diteliti dalam bentuk yang mendalam sebagaimana yang terdapat dalam riwayat-riwayat”
“Dari sini, solusinya adalah mengembalikan setiap perkara ke sumber asalnya yang benar, dan membangun ilmu-ilmu Islam di atas Kitab dan Sunnah, bukan berubah kepada pengetahuan-pengetahuan yang dibangun di atas dengan mengenyampingkan Kitab dan Sunnah, kemudian pelajaran Kitab dan Sunnah beralih ke pelejaran-pelajaran yang tidak pokok, ini merupakan hambatan untuk sampai pada sebuah tujuan, karena sesungguhnya kita membutuhkan ushul, fiqh, mantiq, ilmu bahasa arab dan selainnya untuk memahami Kitab dan Sunnah, bukan sebaliknya” (Al-Hauzah Al-Ilmiyyah fi Fikril Imam Al-Khamene’i, Markaz Takhtit wal Manahij Ad- Dirasah, hal 59-60. Dan juga Tsawabit wa Mutaghayyiraat Al-Hauzah Al-Ilmiyyah, Dr. Ja’far Al-Baaqiri, hal 110-112)
Husein Fadhlullah, “Kita telah dikagetkan dengan kenyataan bahwa ternyata Hauzah Ilmiah di Najaf, Qom atau yang lainnya tidak memiliki motede pembelajaran Al-Qur’an sama sekali” (Tsawabit wa Mutaghayyiraat Al-Hauzah Al-Ilmiyyah, Dr. Ja’far Al-Baaqiri, hal 111)
Muh. Ya’qubi, “Saya telah katakan di beberapa buku saya, bahwa di antara hal yang sangat disayangkan adalah hilangnya Al-Qur’an dari metode pengajaran di hauzah, saya telah menyusun dengan bentuk yang tidak membuat seorang penuntut ilmu harus membahas Al-Quran Al-Karim secara mendalam dari awal ia belajar hingga akhir. Kemudian ia tidak akan menyentuh pembahasan Al-Qur’an kecuali ketika mencari dalil atas sebuah kaidah nahwu, atau penelitian ushuli serta masalah fiqh, akhirnya menjadi penelitian lewat akal semata, sedangkan Al-Qur’an tidak dijadikan gizi bagu hati, ruh serta obat bagi jiwa.”
“Dan mungkin seorang siswa hauzah akan sampai pada derajat yang tinggi dalam bidang fiqh dan ushul dengan tidak menjalani hidup bersama Al-Qur’an, dan belum mencoba berinteraksi dengan Al-Qur’an dan mendalaminya layaknya risalah perbaikan. Hari-hari dan pekan telah berlalu dan anda tidak mendapat seorang pun penuntut ilmu yang memegang mushaf asy-syarif uuntuk membaca dan mentadabburi ayat-ayatnya, karena tidak adanya hubungan ruh yang mendalam antara dirinya dengan Al-Qur’an, padahal jika hubungan tersebut ada niscaya bekal dan gizinya telah mencukupinya dari selainnya ketika ia mampu meninggalkannya, dan ini merupakan musibah yang besar bagi hauzah dan masyarakat, bahkan bisa jadi sebagian di antara mereka tidak bisa membacanya dengan bentuk yang diinginkan!” (Tsalatsah Yasykuun; Al-Qur’an, Al-Masjid, Al-Imam, hal 39)
Beginilah nasib Al-Qur’an di negeri pusat Syiah ini, jangankan bertanya kepada masyarakat awam yang berada di sana tentang interaksi mereka dengan Al-Qur’an, institusi pembentukan ulamanya pun sama sekali tidak bersentuhan dengan Al-Qur’an Al-Karim, oleh karena itu tidak mengherankan jika banyak kita temukan ulama Syiah yang tidak hafal Al-Qur’an, bahkan ayat kursi yang dihafalkan oleh anak-anak TPA ternyata juga tidak dihafal oleh ulama Syiah (Baca: Dua UlamaSyiah ini Tidak Hafal Ayat Kursi, Maklum Qur'annya Beda), Wallahul musta’an.
Bahan bacaan: kitab Al-Fisham An-Nakd; Dirasah Lihaqiqah Al-Azimah Baina Ulama Asy-Syiah wal Qur’an, karya Abdul Malik bin Abdurrahman Asy-Sayfi’i, Cet 1, 2010.)
(Muh. Istiqamah/lppimakassar.com)
Mengaku cinta, namun tak mampu membuktikannya adalah dusta, bahasa indonesianya 'gombal' atau cinta palsu. Syi'ah begitu semangatnya mengklaim cinta ahlul bait. Tidak cukup di
situ, mereka juga menuduh Ahlus Sunnah sebagai 'Nawashib' (musuh Ahlul Bait).
Pada kesempatan kali ini kita akan buktikan 'cinta palsu' Syi'ah, dan alangkah besarnya cinta Ahlus Sunnah kepada Ahlul Bait.
Riwayat hadits, adalah perkara sakral dan urgen, sebab:
1. Ketika seorang perawi meriwayatkan hadits dari seseorang apa adanya, maka ini adalah indikasi 'kepercayaannya' kepada orang tersebut.
2. Ini membuktikan kejujuran perawi, sebab jika dia tidak jujur, maka ia bisa memanipulasi hadits yang diriwayatkannya, dan dampak negatif akan jatuh kepada sumber hadits tersebut.
3. Ilmu sanad (silsilah riwayat) hadits hanya dimilki oleh ahlus sunnah. Dimana satu persatu perawi dipelajari kejujuran dan agamanya. Maka kita mengenal hadits shahih, dha'if, maupun maudhu'.
Maka kita dapat membandingkan riwayat-riawayat hadits dari kitab ahlus sunnah dan kitab syi'ah,dengan membandingkan jumlah hadits yang diriwayatkan dari Rasulullah dan ahlul bait :
I. Kitab-Kitab hadits Syi'ah :
1. Al-Kafi karya Al-Kulaini : Buku hadits paling shohih di kalangan Syi'ah,di dalamnya terdapat 16.199 hadits.
Hadits yang shohih : 6714 ,dan yang dho'if : 9485. Ini berdasarkan pengakuan Fakhruddin Ath-Thuraihi (Ulama Syi'ah lahir di Najaf 979 H,dan wafat di Najaf pada 1085 H,dan ia memiliki 20 karangan). Dan hadits yang diriwayatkan dari Rasulullah dalam kitab ini hanya 92 hadits.Hadits ini kebanyakan bermasalah atau ahad,dan hadits ahad tidak dpt dijadikan hujjah menurut mazdhab Imamiyah Itsna 'Asyariyah.
2. Man La Yahdhuruhul Faqih karya Shaduq.
3. At-Tahdzib
4. Al-Istibshar,keduanya karya Ath-Thusi.
Dalam ke-empat kitab hadits mu'tamad ini terdapat lebih dari 44 ribu hadits. Dengan perincian sbb :
- Hadits yang diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam hanya berjumlah : 644 hadits.
- Riwayat Fathimah : tidak ada satupun hadits riwayat Fathimah dalam 44 ribu adits di atas.ajiiiiib !!
- Riwayat Imam Ali : hanya terdapat 690 riwayat dari 44 ribu hadits di atas,padahal Imam Ali adalah imam pertama dan terbesar ?? dan kebanyakan riwayat ini mursal.
- Riwayat Imam Hasan Bin Ali : 21 riwayat.
- Riwayat Imam Husein : hanya 7 riwayat.
Saatnya sekarang kita bandingkan dengn kitab hadits Ahlus Sunnah :
II. Kitab Hadits Ahlus Sunnah : Shahih Bukhari,Shahih Muslim, Sunan Nasa'i, Sunan Tirmidzi, Sunan Ibnu Majah, Sunan Abu Daud, Muwaththa' Imam Malik, Musnad Imam Ahmad, dan Sunan Ad-Darimi.
Hampir seluruh hadits dalam kitab yang sembilan ini diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam,adapaun riwayat dari Ahlul Bait, adalah sbb:
- Riwayat Fathimah Radhiyallahu Anha : 11 riwayat,dan 8 di antaranya terdapat di Musnad Imam Ahmad.
- Riwayat Imam Ali : 1583 riwayat,dan dalam Musnad Imam Ahmad terdapat 804 riwayat.
Artinya riwayat dalam Musnad Imam Ahmad mengalahkan jumlah riwayat dalam 4 kitab syi'ah yang mu'tabar.
- Riwayat Imam Hasan : 35 riwayat.
- Riwayat Imam Husein : 43 riwayat,dan dalam Musnad Imam Ahmad terdpt 18 riwayat,artinya lebih banyak dari 4 buku syi'ah.
III. Riwayat Hadits dari Ahlul Bait yang lain dalam kitab Ahlus Sunnah :
1. Shahih Bukhari : 25 hadits dari Zainal Abidin,setara denga riwayat Utsman bin Affan : 25 hadits.
2. Shahih Muslim : 15 hadits dari Zainal Abidin, 19 hadits dari Al-Baqir, dan 17 hadits dari Ash-Shadiq,sedang dari Abu Bakar Ash-Shiddiq hanya 9 hadits.
3. Sunan Tirmidzi : 23 hadits dari Al-Baqir, 20 hadits dari Ash-Shadiq, sedangkan Abu Bakar hanya memilki 22 riwayat, dan Utsman 19 riwayat.
4. Sunan Nasa'i : 56 hadits dari Al-Baqir, 44 hadits dari Ash-Shadiq, sedang Abu Bakar hanya 22, dan Utsman 27 riwayat.
5. Sunan Abu Dawud : 11 dari Zainal Abidin, 17 dari Al-Baqir, 11 dari Ash-Shadiq, sedang Abu Bakar hanya 11 hadits, dan Utsman 15 hadits.
6. Sunan Ibnu Majah : 24 dari Imam Al-Baqir, 19 dari Ash-Shadiq, dan dari Abu Bakar 16hadits, dan dari Utsman bin Affan 23 riwayat.
IV. Persentase Keshahihan Kitab Hadits :
1. Hadits Shahih dan Hasan dalam Kitab Al-Kafi karya Al-Kulaini : 41,5 % ( menurut Fakhruddin Ath-Thuraihi).
sedang menurut Muhammad Baqir Al-Bahbudi, hanya 27.9 %.
2. Hadits Shahih dan Hasan dalam Kitab Shahih Bukhari : 99 %.
3. Hadits Shahih dan Hasan dalam Kitab Shahih Muslim : 99 %.
4. Hadits Shahih dan Hasan dalam Kitab Sunan Nasa'i : 91,6 % (berdasarkan tahqiqi syekh Albani)
5. Hadits Shahih dan Hasan dalam Kitab Sunan Abu Dawud : 74,4 % (berdasrkn tahqiq syekh Albani)
6. Hadits Shahih dan Hasan dalam Kitab Sunan Tirmidzi : 73,2 % (berdasarkan tahqiq syekh Albani)
7. Hadits Shahih dan Hasan dalam Kitab Ibnu Majah : 73 % (berdasarkan tahqiqi syekh Albani).
Berarti, Sunan Ibnu Majah yang menempati posisi ke-tujuh dalam urutan kitab hadits Ahlus Sunnah, mengalahkan keshahihan kitab tershahih Syi'ah Al-Kafi.
Setelah mengamati perbandingan otentik ini, masing-masing kita bisa mengambil kesimpulan,siapa yang lebih mencintai Ahlul Bait Rasulullah ?
Wallahu A'lam
http://www.dd-sunnah.net/
http://www.fnoor.com/
-----oOo-----
AyatusSyi'ah Isa Qasim :
"Semua bertanya-tanya, kenapa begitu lama saya absen 'berkicau' di twitter. Sebabnya adalah; karena saya musafir ke Sirdab (tempat persembunyian al-Mahdi-Syi'ah). Saya menyerahkan Khumus harta yang kalian bayar. Beliau (Al-Mahdi) berterima kasih banyak kepada kalian, dan kesal kepada mereka yang belum bayar!"
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=500535373322712&set=a.476725959036987.112717.476723149037268&type=1&theater
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=500535373322712&set=a.476725959036987.112717.476723149037268&type=1&theater
-----oOo-----
Sumber : Note Fb Dukung MUI Keluarkan Fatwa Syi'ah Sesat Dan Haram Di Indonesia
Sebelumnya, saya telah mempublish sebuah artikel dengan judul "Web Dungu Syi'ah Recehan (syiahali.wp) Meng-KAFIR-kan Ulamanya Sendiri". Dan sebagaimana yang telah diketahui, bahwa artikel tersebut memuat gugatan terhadap apa yang dinyatakan oleh penulis dungu pada syiahali.wordpress.com (bahwa barangsiapa yang mendakwakan seluruh riwayat Al-Kafi adalah shahih, maka ia kafir dan murtad) dengan hujjah dari pernyataan-pernyataan para dedengkot besarnya sendiri mengenai keshahihhan Al-Kafi.
Si penulis dungu tersebut telah membacanya dan kemudian mengingkarinya pada web murahan miliknya dengan cara yang sangat menggelikan. Bukti-bukti yang telah saya paparkan mengenai ucapannya berupa screen-shot di-dustai mentah-mentah olehnya, link menuju artikel yang ditulis pada webnya dihapus, lalu kemudian menuduh bahwa saya lah yang berdusta.
Web pecinta kawin kontrak, syiahali.wordpress.com berkata :
takkala saya tengah ‘iseng’ melihat wahabi yang begitu membenci AHLUL BAiT dengan mata dengki dan otak bodoh mereka pada webnya yakni http://jaser-leonheart.blogspot.com/2012/12/web-dungu-syiah-recehan-syiahaliwp-meng.html
.
saya mendapatkan penulis di blog tersebut turut MEMBUAT TULiSAN berjudul Web Dungu Syi’ah Recehan (syiahali.wp) Meng-KAFIR-kan Ulamanya Sendiri
.
wahabi memang pandai merekayasa data. Faktanya kami tidak pernah menulis “Barang siapa yang mendakwahkan (seluruh) riwayat al-Kâfî demikian (sahih) maka dia adalah kafir dan murtad”
.
Itu cuma trik kamera wahabi untuk menipu umat !! Screen shot wahabi tersebut adalah rekayasa kamera belaka !
Syi’ah tidak mengatakan riwayat al-Kâfî dari awal sampai akhir adalah sahih atau “wahyu”. (???) Kami mengatakan riwayat dalam al-Kâfî ada yang sahih dan daif. Kami mempunyai kaidah dan kelengkapan ilmu rijal.
Screenshot (buka pada tab baru agar lebih besar) :
Silahkan untuk membaca baik-baik tulisan kami dan tulisan dia, dan anda akan mendapati bahwa dia hanya mengingkari bahwa dia pernah menulis pernyataan takfir (kafir kepada siapa pun yang meyakini keshahihhan seluruh riwayat Al-Kafi) dan kemudian memaparkan pernyataan ulama dia yang tidak meyakini seluruh riwayat Al-Kafi adalah shahih, yang dengan hal tsb dia mengajak pembaca seolah-olah telah membantah tulisan saya, padahal tidak. Perhatikan tulisan dia, tidak ada satu pun dari pemaparan saya mengenai dedengkot-dedengkot
besarnya yang meyakini keshahihhan seluruh riwayat Al-Kafi yang dibantah
olehnya.
Karena itu, artikel baru yang dibuatnya bukanlah bantahan, melainkan tuduhan palsu bahwa saya telah berdusta atas nama web murahannya dengan screen-shot yang telah saya buat. Sikap curang yang dilakukannya dengan menghapus pernyataan takfir yang pernah dia tulis sangat menunjukkan bahwa dia tidak bisa membantah pernyataan para dedengkot besar Syi'ah yang meyakini keshahihhan seluruh riwayat Al-Kafi karena hal itu benar adanya. Jika tidak benar, tentu dia tidak akan menghapusnya dan tetap mempertahankan pernyataan takfirnya karena tidak ada yang meyakini keshahihhan seluruh riwayat Al-Kafi. Namun faktanya justru membuat wajahnya semakin hitam, dia tidak mau dicap sebagai recehan yang kurang ajar terhadap para ulamanya karena mengkafirkan mereka, akhirnya dia menghapus dan membuat tuduhan palsu kepada saya.
Dan ketahuilah wahai Kaum Muslimin -rahimakumullah- , kelakuan licik si penulis dungu itu sama halnya dengan kelicikan para marja-nya di website-website resmi mereka yang ketika membuat fatwa-fatwa gila dan cabul, dan kemudian berhasil di screenshot oleh Ahlus Sunnah, namun di hari-hari berikutnya fatwa-fatwa busuk tersebut langsung buru-buru dihapus oleh para ulama busuk mereka (Syi'ah) di website mereka itu yang juga busuk.
Sekarang, mari kita menuju pada tulisan saya yang dimaksud olehnya. Silahkan klik : http://jaser-leonheart.blogspot.com/2012/12/web-dungu-syiah-recehan-syiahaliwp-meng.html
Karena itu, artikel baru yang dibuatnya bukanlah bantahan, melainkan tuduhan palsu bahwa saya telah berdusta atas nama web murahannya dengan screen-shot yang telah saya buat. Sikap curang yang dilakukannya dengan menghapus pernyataan takfir yang pernah dia tulis sangat menunjukkan bahwa dia tidak bisa membantah pernyataan para dedengkot besar Syi'ah yang meyakini keshahihhan seluruh riwayat Al-Kafi karena hal itu benar adanya. Jika tidak benar, tentu dia tidak akan menghapusnya dan tetap mempertahankan pernyataan takfirnya karena tidak ada yang meyakini keshahihhan seluruh riwayat Al-Kafi. Namun faktanya justru membuat wajahnya semakin hitam, dia tidak mau dicap sebagai recehan yang kurang ajar terhadap para ulamanya karena mengkafirkan mereka, akhirnya dia menghapus dan membuat tuduhan palsu kepada saya.
Dan ketahuilah wahai Kaum Muslimin -rahimakumullah- , kelakuan licik si penulis dungu itu sama halnya dengan kelicikan para marja-nya di website-website resmi mereka yang ketika membuat fatwa-fatwa gila dan cabul, dan kemudian berhasil di screenshot oleh Ahlus Sunnah, namun di hari-hari berikutnya fatwa-fatwa busuk tersebut langsung buru-buru dihapus oleh para ulama busuk mereka (Syi'ah) di website mereka itu yang juga busuk.
Sekarang, mari kita menuju pada tulisan saya yang dimaksud olehnya. Silahkan klik : http://jaser-leonheart.blogspot.com/2012/12/web-dungu-syiah-recehan-syiahaliwp-meng.html
Pada bagian awal tulisan saya di artikel tersebut, saya turut memberikan screenshot dengan command "klik". Silahkan anda buka dan anda akan mendapati bahwa web syiahali.wp mengatakan "Barang siapa yang mendakwahkan (seluruh) riwayat al-Kâfî demikian (sahih) maka dia adalah kafir dan murtad."
Pernyataan tsb setelah kalimat "Tapi kita tidak mengatakan riwayat al-Kâfî dari awal sampai akhir adalah sahih atau “wahyu”". Namun pada tulisan dia yang baru di atas, setelah kalimat tsb pernyataan itu sudah tidak ada. Oleh karena itu pada screenshot di atas saya memberi tanda tanya berwarna merah pada tulisan dia yang saya beri frame biru.
Dan sebelum command klik tsb saya turut memberikan alamat url yang dishorter dengan underline yaitu syiahaliwordpress.com yang apabila diklik akan menuju pada artikel syiahali.wp yang menulis pernyataannya tsb yaitu : http://syiahali.wordpress.com/2012/12/15/bukhari-menuduh-nabi-kencing-berdiri-bukhari-menuduh-nabi-musa-a-s-mengejar-batu-dalam-keadaan-telanjang-sehingga-diketahui-bani-israil-bukhari-menuduh-nabi-musa-menampar-wajah-izrail-hingga-buta/
Namun sekarang, ketika anda mengklik alamat url syiahali.wp tsb, anda akan mendapati bahwa "HALAMAN TIDAK DITEMUKAN"
Tentu akan ada yang bertanya-tanya, siapakah sesungguhnya yang berdusta? Saya atau justru penulis syiahali.wp tersebut? Sebenarnya mudah bagi saya untuk menunjukkan bahwa dia-lah yang berdusta dan telah menghapusnya dengan langsung menunjukkan kepadanya bahwa terdapat pada artikel-artikel lain miliknya yang memuat tulisan yang sama seperti yang saya gugat pada tulisan saya sebelumnya.
Membantah dia seperti ini pun sebenarnya tidak penting, para pembaca juga sudah bisa menilai siapa sesungguhnya yang berwatak pendusta antara Ahlus Sunnah dan Syi'ah. Dusta adalah sesuatu yang amat rendah dalam 'Aqidah Ahlus Sunnah. Tidak ada cerita bahwa Ahlus Sunnah dihalalkan berdusta dalam berhujjah. Dan Ahlus Sunnah tidak butuh bersenjatakan dusta dalam membantah argumen-argumen tolol Syi'ah. Namun saya tertarik untuk mengajak bermain "analisa" disini dan menunjukkan betapa tidak professionalnya si penulis dungu tsb dalam berdusta, yang justru dengan kedustaannya itu sendiri lah yang membuatnya menjadi semakin hina.
Sekali lagi saya katakan, bahwa sesungguhnya si penulis dungu tsb telah menghapusnya dan mendustai kotorannya sendiri. Meskipun dia adalah admin yang dapat mengubah sekehendak hawa nafsunya isi pada web murahannya itu, namun bau busuk dari bangkai dustanya itulah yang menyingkap kelicikan dan topeng munafiknya dengan bukti-bukti seperti pemaparan berikut :
Sekali lagi saya katakan, bahwa sesungguhnya si penulis dungu tsb telah menghapusnya dan mendustai kotorannya sendiri. Meskipun dia adalah admin yang dapat mengubah sekehendak hawa nafsunya isi pada web murahannya itu, namun bau busuk dari bangkai dustanya itulah yang menyingkap kelicikan dan topeng munafiknya dengan bukti-bukti seperti pemaparan berikut :
1. Tanggal Post Dan Alamat URL Yang Berbeda
Perhatikan baik-baik, alamat url pada tulisan barunya itu adalah :
http://syiahali.wordpress.com/2013/01/14/bukhari-menuduh-nabi-kencing-berdiri-bukhari-menuduh-nabi-musa-a-s-mengejar-batu-dalam-keadaan-telanjang-sehingga-diketahui-bani-israil-bukhari-menuduh-nabi-musa-menampar-wajah-izrail-hingga-buta-2/
- 2013/01/14 (14 Januari 2013), dan ada angka 2 di bagian akhir alamat url-nya.
Sedangkan
alamat url yang telah saya screenshot pada tulisan saya sebelumnya
adalah :
http://syiahali.wordpress.com/2012/12/15/bukhari-menuduh-nabi-kencing-berdiri-bukhari-menuduh-nabi-musa-a-s-mengejar-batu-dalam-keadaan-telanjang-sehingga-diketahui-bani-israil-bukhari-menuduh-nabi-musa-menampar-wajah-izrail-hingga-buta/
- 2012/12/15 (15 Desember 2012), dan tidak ada angka 2 di bagian akhir alamat url-nya.
Maka disini jelas bahwa si penulis dungu tsb telah menghapus artikelnya yang lama lalu kemudian diganti olehnya dengan artikel yang baru, angka dua (bermaksud artikel kedua dengan judul yang sama) pada bagian akhir alamat url dari artikelnya yang baru adalah bukti dari itu semua.
Dan bantahan yang dimuat olehnya bermaksud bahwa pada artikel dia yang sesungguhnya berkenaan Al-Kafi, dia hanya menulis tanpa ada pernyataan bahwa barangsiapa yang mendakwakan keseluruhan riwayat pada Al-Kafi maka ia kafir dan murtad, maka dia mengulangnya pada bantahannya itu. Namun disini aneh, bila ia memang sempat menulisnya, maka :
- Mengapa tidak diberikan alamat url-nya dari artikel sebelumnya yang menurut dia itulah artikel yang sesungguhnya?
- Mengapa ia hanya menggabungnya dengan bantahannya itu yang bertanggal jauh setelahnya yaitu 14 Januari 2013?
- Apakah karena dia takut kedustaannya terbongkar karena sesungguhnya alamat url dari artikel yang sempat ditulisnya adalah sebagaimana yang telah saya muat pada tulisan saya yang ketika di-klik justru yang muncul adalah "HALAMAN TIDAK DITEMUKAN" ?
Rupa-rupanya si penulis dungu tersebut lupa bahwa sesungguhnya dia juga sempat menulis hal yang serupa dengan pernyataan yang sama (barangsiapa yang meyakini seluruh riwayat pada Al-Kafi adalah shahih maka ia kafir dan murtad) pada tulisannya yang lain selain dari tulisannya yang telah dihapus sendiri olehnya.
Pada artikelnya yang lain berjudul "Kritik dan Rekonstruksi Hadis Sunni Berlabel Tershahih", dia berkata :
Tapi kita tidak mengatakan riwayat al-Kâfî dari awal sampai akhir adalah sahih atau “wahyu”. Barang siapa yang mendakwahkan (seluruh) riwayat al-Kâfî demikian (sahih) maka dia adalah kafir dan murtad. Kami mengatakan riwayat dalam al-Kâfî ada yang sahih dan daif. Kami mempunyai kaidah dan kelengkapan ilmu rijal.....
Screen-shot :
Lihatlah, faktanya lebih memalukan dan menampar wajah si penulis dungu tersebut. Karena sesungguhnya di artikelnya yang lain dengan sangat jelas dia menyatakannya (Yaitu Kafir bagi siapa pun yang meyakini seluruh riwayat Al-Kafi adalah Shahih) yang ternyata merupakan ceramah dari seorang Ayatullah yaitu "Ayatullah DR. Husaini Qazwini", dan dengan berbangga pula ia mengambilnya dengan mencatutkan namanya.
Apakah si penulis dungu tsb akan meludahi pernyataan ulamanya untuk yang kesekian kali? Husaini Qazwini memang hanyalah recehan dibandingkan dengan Al-Kulaini, Al-Kasyani, dan dedengkot Syi'ah lainnya yang meyakini keshahihan Al-Kafi. Namun si penulis dungu web syiahali.wp itu tetap tidak lebih berpengetahuan daripada Husaini Qazwini. Maka syiahali.wp bersama boss-nya (Husaini Qazwini) telah mengkafirkan para ulamanya. Inilah kaum Syi'ah, kaum orang-orang kurang ajar dan bodoh.
Dan setelah tertangkap basah seperti ini lagi, akankah si penulis dungu itu kembali menghapus atau mengedit artikelnya untuk menghilangkan pernyataan kurang ajar dan takfir kepada para dedengkotnya itu?
3. Web Syi'ah ejajufri.wp Turut Menyatakan Hal Yang Serupa
Lihat : http://ejajufri.wordpress.com/2011/03/10/kritik-dan-rekonstruksi-hadis-suni-syiah/
Screen-shot :
Dengan bukti ini makin jelas bahwa artikel yang telah dihapus oleh syiahali.wp, kemudian berlanjut kepada bantahannya, lalu artikel lain miliknya yang memuat pernyataan takfirnya, juga artikel dari ejajufri.wp di atas, semuanya adalah artikel dengan BAHASA, TULISAN, DAN PERNYATAAN YANG SAMA. Memuat takfir kepada para dedengkotnya yang meyakini keshahihhan Al-Kafi.
Maka jangan pernah mencoba-coba beralasan bahwa engkau (syiahali.wp) tidak pernah menulis pernyataan takfir tsb wahai himar. Itu sungguh tidak masuk akal karena artikel-artikel yang sama di tempat lain pada web murahanmu sendiri, juga pada web syi'ah lain seperti ejajufri.wp memuat hal yang sama dan mengambil dari sumber yang sama yaitu dari Ceramah DR. Husaini Qazwini, dan dia sendiri yang menyatakan pernyataan takfir tsb yang kemudian di-muat pada web-web Syi'ah. Sungguh lucu bila engkau (syiahali.wp) mengatakan hal yang serupa dengan DR. Husaini Qazwini namun hanya berbeda pada satu kalimat yaitu pada pernyataan takfir tsb.
4. Youtube Husaini Qazwini Dengan Pernyataan Dan Terjemahan Yang Serupa.
Saat sebelumnya tadi kita melihat di web murahan syiahali.wp pada artikel yang lupa dihapusnnya dan masih menyimpan pernyataan takfir tsb, di bagian akhir sebagaimana pada screen-shot yang saya beri kotak ber-frame merah, dia memuat catatan dengan mengatakan :
Ceramah ini disampaikan pada seminar al-Ghadir yang dihadiri ratusan pelajar Syiah dan ahlusunah pada 11/09/1338 di kota Masyhad. Diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu oleh Kachiwa dan disesuaikan ke dalam bahasa Indonesia.
Note yang sama sebagaimana ditulis oleh ejajufri.wp di bagian akhir tulisan :
Ceramah ini disampaikan pada seminar al-Ghadir yang dihadiri ratusan pelajar Syiah dan ahlusunah pada 11/09/1338 di kota Masyhad. Diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu oleh Kachiwa dan disesuaikan ke dalam bahasa Indonesia oleh Ali Reza Aljufri.
Perbedaannya, bahwa di web syiahali.wp tidak dimuat penyesuaian ke dalam bahasa Indonesia oleh Ali Reza Aljufri. Saya tidak tahu siapa yang mengcopas, apakah syiahali.wp yang mengopas ejajufri.wp dengan kecurangan ilmiyyah karena tidak memuat nama Ali Reza AlJufri ataukah sebaliknya yaitu ejajufir.wp yang mencopas syiahali.wp dengan kecurangan ilmiyyah karena mengaku-ngaku bahwa dialah yang menyesuaikan ke dalam bahasa Indonesia?
Namun itu tidak penting, pointnya adalah bahwa keduanya pada artikel tsb merupakan penyesuaian dari bahasa Melayu oleh Kachiwa sebagaimana mereka sendiri yang menulisnya, yang Kachiwa ini adalah yang menerjemahkan ceramah DR. Husaini Qazwini ke dalam bahasa Melayu yang kemudian syiahali.wp dan ejajufri.wp menyesuaikannya ke dalam bahasa Indonesia.
Dan berikut ini adalah youtube DR. Husaini Qazwini yang telah diupload dan diterjemahkan oleh Kachiwa dengan bahasa yang sama sebagaimana yang ditulis oleh syiahali.wp dan ejajufri.wp.
Perhatikan mulai menit 6:27, DR Husaini Qazwini mengatakan: "Tapi kita tidak mengatakan riwayat al-Kâfî dari awal sampai akhir adalah sahih atau “wahyu”. Lalu berlanjut mengatakan (menit 6:36 - 6:38) : "Barang siapa yang mendakwahkan (seluruh) riwayat al-Kâfî demikian (sahih) maka dia adalah kafir dan murtad."
Buktikan sendiri :
Screen-shoot :
Masihkah engkau berdusta wahai hamba mut'ah?
Masihkah engkau meludahi kesaksian ini setelah Allah membuatmu lupa?
Apakah anda ingin menghapus artikel anda lagi yang baru saya screenshot beserta link di atas? Saya sarankan, jika ingin menghapus ataupun meng-editnya, jangan lupa untuk turut meng-edit ataupun menghapus artikel anda lainnya pada tanggal 30 Juli 2011 selain artikel anda di atas, yaitu yang satu ini :
http://syiahali.wordpress.com/2011/07/30/jikalau-melihat-suatu-riwayat-meskipun-dalam-shahihain-jika-bertentangan-dengan-alquran-bertentangan-dengan-sunah-yang-sebenarnya-bertentangan-dengan-akal-sehat-manusia-hendaknya-mereka-pisahka/
Karena disitu anda menyatakan dengan sangat jelas :
Tapi kita tidak mengatakan riwayat al-Kâfî dari awal sampai akhir adalah sahih atau “wahyu”. Barang siapa yang mendakwahkan (seluruh) riwayat al-Kâfî demikian (sahih) maka dia adalah kafir dan murtad. Kami mengatakan riwayat dalam al-Kâfî ada yang sahih dan daif. Kami mempunyai kaidah dan kelengkapan ilmu rijal.......
Screen-shot :
Teruslah engkau berdusta wahai hamba mut'ah dan membusuklah karena tangan kotormu sendiri
Benarlah tatkala Al-Imam Asy-Syafi'iy rahimahullaahu Ta'aalaa berkata :
لم أر أحداً من أصحاب الأهواء أكذب في الدعوى، ولا أشهد بالزور من الرافضة
“Aku tidak pernah melihat seorang pun dari kalangan pengekor hawa nafsu yang paling berdusta dalam pengakuan dan paling palsu dalam kesaksian melebihi orang-orang Syi'ah Rafidhah.” [Al-Ibanah Al-Kubra 2/545]
Imam Abu 'Ubaid Al-Qasim bin Salam rahimahullaahu Ta'aalaa berkata :
عاشرت الناس، وكلمت أهل الكلام، وكذا، فما رأيت أوسخ وسخاً، ولا أقذر قذراً، ولا أضعف حجة، ولا أحمق من الرافضة
"Aku telah hidup dengan seluruh manusia. Dan aku telah berdebat dengan
ahli kalam. Dan aku tidak melihat ada yang lebih kotor, lebih
menjijikkan, lebih lemah hujjahnya, dan lebih bodoh daripada Syi'ah
Rafidhah" [As-Sunnah Lil Khalal 1/499]
Sebagaimana dari dahulu para 'Ulama mensifati rafidhah sebagai :
أكذب الناس في النقليات .. و أجهل الناس في العقليات
"adalah sedusta-dustanya manusia dalam riwayat.. dan sebodoh-bodohnya manusia dalam akal."
Imam mereka di kitab mereka mengatakan :
قال أبو عبد الله (ع): إن ممن ينتحل هذا الأمر ليكذب حتى أنا الشيطان ليحتاج إلى كذبه
Telah berkata Abu 'Abdullah (Imam Ja'far Ash-Shadiq) 'alaihis salam : "Sesungguhnya diantara orang yang meyakini perkara ini (yaitu bertasyayyu’) melakukan dusta hingga setan saja perlu kepada kedustaannya.” [Al-Kafi oleh Al-Kulaini 8/254, lihat : www.al-shia.com/html/ara/books/lib-hadis/al-kafi-8/07.htm, Al-Amali oleh Ath-Thusi hal. 414, lihat : www.yasoob.com/books/htm1/m013/11/no1186.html, Biharul Anwar oleh Al-Majlisi 69/260, lihat : www.yasoob.com/books/htm1/m013/13/no1348.html]
Wallaahul Muwaffiq.
-----oOo-----














Shahabatku.Uni.Me