Khomeini Terlaknat Di Mata Pemimpinnya Para Syi'ah

Oleh : Al-Akh Aditya Riko -Hafizhahullah-

Khomeini berkata dalam kitabnya al-Hukumah al-Islamiyyah hal. 91 :


نحن نعتقد أن المنصب الذي منحه الأئمة -ع- للفقهاء لا يزال محفوظًا لهم؛ لأن الأئمة الذين لا نتصور فيهم السهو أو الغفلة
 
"Kami berkeyakinan bahwa posisi yang dilimpahkan oleh a'immah kepada fuqaha akan senantiasa terpelihara, dikarenakan para imam adalah orang-orang yang kita tidak dapat gambarkan pada diri mereka suatu kelupaan (sahu) ataupun kelalaian."
____________________

Seakarang Kita bandingkan dengan keyakinan yang dimiliki oleh Syaikh Shaduq, dedengkotnya Syi'ah Imamiyyah. Sebelumnya, bagi yang belum mengetahui siapa itu syaikh Shaduq, langsung saja ke TKP : http://www.al-shia.org/html/id/page.php?id=413
 
Bisa digaris bawahi hal berikut ini :
Pada tahun 347 H., atas permintaan Ruknud Daulah Ad-Dailami ia menetap di Rei dan menjadi pemimpin para pengikut Syi’ah di seluruh dunia dalam segala bidang.

# Bayangkan, ra'isul muhadditsin, dan pemimpin pengikut syi'ah di seluruh dunia dalam segala bidang.

Dalam kitabnya 'Uyun al-Akhbar al-Ridha, Syaikh Shaduq meriwayatkan dari Abu Shalt al-Harawi, yang berkata:

قلت للرضا عليه السلام يا بن رسول الله إن في سواد الكوفة قوما يزعمون أن النبي (ص) لم يقع عليه السهو في صلاته، فقال: كذبوا لعنهم الله أن الذي لا يسهو هو الله الذي لا إله إلا هو
http://bit.ly/Jj3F7b
 
"Aku bertanya kepada Ar-Ridha : Wahai putera Rasulullah sesungguhnya diantara masyarakat kufah terdapat suatu kaum yang mengklaim bahwa Nabi tidak pernah terjadi padanya kelupaan dalam shalatnya. Maka beliau menjawab : Mereka telah berdusta, Allah melaknat mereka, sesungguhnya yang tidak pernah lupa Dialah Allah yang tiada ilah selain Dia."

Kemudian di dalam kitabnya yang lain dan termasuk yang paling terkenal darinya yaitu "Man Laa Yahdhuruhul Faqiih", Syaikh Shaduq menunjukkan keyakinannya :

إن الغلاة والمفوضة لعنهم الله ينكرون سهو النبي صلى الله عليه وآله ويقولون: لو جاز أن يسهو عليه السلام في الصلاة لجاز أن يسهو في التبليغ لان الصلاة عليه فريضة كما أن التبليغ عليه فريضة
http://bit.ly/KThGWx
 
"Sesungguhnya kaum ghulat dan mufawwidhah - Allah melaknat mereka - mereka mengingkari lupanya Nabi Shallallahu 'Alahi Wa Aalih, dan mereka mengatakan : jika dibolehkan Nabi lupa di dalam shalatnya, maka boleh juga lupa di dalam tabligh, karena baginya shalat adalah kewajiban sebagaimana tabligh."

Dari sini sudah bisa dibayangkan, seorang ra'isul muhadditsin, pemimpin syiah di seluruh dunia di zamannya (Syaikh Shaduq), mengatakan bahwa yang mengingkari lupanya Nabi itu termasuk ghulat (extrimis) dan dilaknat Allah. Ditambah lagi sebuah riwayat dari imam mereka sendiri yang menyebut sebagai pendusta kepada yang mengingkari lupanya Nabi, dan.....

Kemudian ada orang yang didaulat menjadi Pemimpin Besar Revolusi Syiah, mengatakan bahwa para imam itu tidak mungkin digambarkan bisa lupa. Mengatakan Nabi itu tidak mungkin lupa saja sudah termasuk ghulat dan dilaknat Allah, apalagi hanya imam yang bukan Nabi....?

-----oOo-----



Related Posts

No Response to "Khomeini Terlaknat Di Mata Pemimpinnya Para Syi'ah"

Posting Komentar