Tampilkan postingan dengan label Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aqidah. Tampilkan semua postingan

Ghuluw : Ali Sudah Ada Semenjak Nabi Terdahulu, Penolong Dakwahnya, Dan Memiliki Kunci Kunci Ghaib!!!

Kitab : Tafsir Furat Al-Kufiy hal. 67
Muallif : Dedengkot Furat bin Ibrahim Al-Kufiy

Amirul Mukminin 'Ali 'alaihis salam bersabda :

أنا أؤدي من النبيين إلى الوصيين ومن الوصيين إلى النبيين، وما بعث الله نبيا إلا وأنا أقضي دينه وأنجز عداته، ولقد اصطفاني ربي بالعلم والظفر، ولقد وفدت إلى ربي اثنى عشر وفادة فعرفني نفسه وأعطاني مفاتيح الغيب 

"aku adalah penerus dari para Nabi terhadap para Washi dan penerus para Washi kepada para Nabi. Dan tidaklah Allah mengutus seorang Nabi kecuali aku telah ikut menegakkan agamanya dan penghancur musuh-musuhnya. Dan sungguh Tuhanku telah memilih aku sebagai pemilik ilmu dan kesuksesan. Dan Tuhanku telah memasukkan dua belas unsur kedalam diriku, maka sebab itu aku dapat mengetahui jati diriku. Dan tuhanku telah menyerahkan kunci-kunci ghaib (mafatihu al-ghaib) kepadaku."

Diteruskan lagi kemudian :

أنا الفاروق الذي أفرق بين الحق والباطل، أنا أدخل أوليائي الجنة وأعدائي النار 

"Aku adalah Al-Faruq yang memisahkan antara yang Haq dan yang Bathil. Aku memasukkan para kekasihku (Syi'ah) ke dalam Surga, dan memasukkan para musuh-musuhku (selain Syi'ah) ke dalam Neraka."

تفسير فرات الكوفي - فرات بن إبراهيم الكوفي - الصفحة ٦٧



-----oOo-----
Read More..

Syi'ah Berbuka Puasa Dengan Tanah Kuburan!!!

Disebutkan oleh dedengkot mereka, Asy-Syaikh Muhammad Hasan Al-Ishfahani dalam kitabnya Nurul 'Aini hal. 416 sbb:

الباب الثالث و الخمسون والمئتان 

استحباب الأفطار على التربة الحسينيّة 

عن علي بن محمد النوفلي قال لأبي الحسن عليه السلام : اني أفطرت يوم الفطر على طين القبر و تمر ؟ قال له جمعت بين بركة و سنّة 

فقه الرضا : أفضل ما يُفطر عليه طين من قبر الحسين عليه السلام

Bab 253
Disunnahkannya Berbuka Puasa Dengan Tanah Kuburan Husain

Dari 'Ali bin Muhammad An-Naufaliy berkata, berkata kepada Abi Al-Hasan 'alaihis salam : "Sesungguhnya aku berbuka puasa di harinya berbuka dengan tanah kuburan dan korma (bagaimana menurut anda) ?" Beliau menjawab "engkau telah menggabungkan antara berkah dan Sunnah" [Terdapat juga di : Al-Faqih 2/174, Al-Kafi 4/170, Al-Wasail 5/114, Al-Wafi 5/192, Jami' Ahadits Asy-Syi'ah 6/247]

Fiqh Ar-Ridha : "Seutama-utamanya sesuatu untuk dimakan tatkala berbuka puasa adalah tanah dari kuburan Husain 'alaihis salam" [Terdapat juga di Al-Mustadrak 1/429, Jami' Ahadits Asy-Syi'ah 6/248]


-----oOo-----
Read More..

Para Nabi 'Alaihim As-Salam Diciptakan Untuk Berwilayah Kepada 'Ali!!

Betapa kurang ajarnya para pemeluk agama Syi'ah, saking ghuluwnya mereka terhadap 'Ali radhiyallaahu 'anhu hingga mencapai watak yang merendahkan para Nabi 'alaihim as-salam dengan menyatakan bahwa Mereka diciptakan untuk berwilayah kepada 'Ali! Pernyataan ini berkonsekuensi bahwa tujuan mereka diciptakan berlepas diri tujuan untuk hanya menyembah Allah semata, berlepas pula dari tujuan dakwah untuk menegakkan Tauhid.

Mari kita simak, disebutkan oleh dedengkot Al-Mufid pada kitabnya Al-Ikhtishash sbb :

عن المفضل بن عمر قال: قال لي أبو عبد الله عليه السلام: إن الله تبارك و تعالى توحد بملكه فعرف عباده نفسه، ثم فوض إليهم أمره وأباح لهم جنته فمن أراد الله أن يطهر قلبه من الجن والإنس عرفه ولايتنا ومن أراد أن يطمس على قلبه أمسك عنه معرفتنا 

ثم قال يا مفضل والله ما استوجب آدم أن يخلقه الله بيده وينفخ فيه من روحه إلا بولاية علي عليه السلام، وما كلم الله موسى تكليما " إلا بولاية علي عليه السلام، ولا أقام الله عيسى ابن مريم آية للعالمين إلا بالخضوع لعلي عليه السلام، ثم قال: أجمل الأمر ما استأهل خلق من الله النظر إليه إلا بالعبودية لنا 

dari Al-Mufadhal bin 'Umar, berkata Abu 'Abdillah 'alaihis salam bersabda kepadaku : "Sesungguhnya Allah Tabaraka Wa Ta'ala itu adalah Tuhan Yang Maha Esa dan memberikan pada hamba-hambaNya pengetahuan akan hal itu, kemudian Allah memasrahkan perkara-Nya pada hamba-hambaNya dan memperbolehkan hamba-hambaNya untuk menikmati Surganya. Maka barangsiapa yang menginginkan hatinya disucikan dari jin dan manusia maka Allah mema'rifatkan orang tersebut akan wilayah kami. Dan barangsiapa ingin dihilangkan hatinya dari kesucian maka Allah akan mengambil ma'rifat akan wilayah kepada kami dari orang tersebut. Kemudian Abu 'Abdillah 'alaihis salam bersabda: ''wahai mufadhal, Demi Allah, tidaklah mewajibkan Adam yang dimana Allah menciptakan Adam dengan Tangan-Nya dan meniupkan ruh pada Adam kecuali agar Adam berwilayah kepada 'Ali 'alaihis salam. Dan tidaklah Allah telah berbicara kepada Musa 'alaihis salam secara langsung itu kecuali dengan tujuan agar Musa juga berwilayah kepada 'Ali 'alaihis salam. Dan tidaklah Allah telah menciptakan 'Isa 'alaihis salam putra Maryam sebagai bentuk tanda kebesaran Allah bagi alam semesta itu kecuali dengan tujuan agar 'Isa 'alaihis salam merendahkan diri kepada 'Ali 'alaihis salam. Kemudian Abu 'Abdillah 'alaihis salam melanjutkan sabdanya ''seindah-indahnya perkara itu adalah makhluq yang dijadikan ahli melihat Allah, yang pastilah ditetapkan baginya agar ber-'ubudiyah kepada kami (para imam)."

Al-Ikhtishash oleh Al-Mufid hal. 250 : http://shiaonlinelibrary.com/الكتب/1300_الاختصاص-الشيخ-المفيد/الصفحة_262 


-----oOo-----

Read More..

IMAM MAHDI SYIAH: NARKOBA ITU HALAL, SHOLAT JUM’AT ITU HARAM!

(BAHKAN SEBAGIAN ULAMA SYIAH MENGKAFIRKAN ORANG YANG SHALAT JUM’AH!!!)

1. as-sayyid Nikmatullah al-Jazairi dalam kitab al-Anwar an-Nu’maniyyah (IV/54-56):


menyebutkan : bahwa at Taqiy al-Majlisi (mujaddid Syiah) mengkonsumsi ganja pada saat puasa sunnah, sedang dalam puasa wajib/Ramadhan meninggalkannya karena takut dicemooh orang awam!
Ni’matullah al-Jazairi menyebutkan: imam al-Shadiq bersabda: kalau kalian melihat manusia sangat menyenangi sesuatu maka tinggalkanlah/biarkanlah. Ini, narkoba ini orang-orang pada suka kepadanya dengan kesukaan yang sangat besar tidak mungkin dilarang!



Ini gambar kitab nikmatullah aljazairi diambil dari tayangan berdebatan Syekh Khalid al-Washshabi dg seorang syiah di TV Shafa.

Kemudian dikatakan: dari itu kamu lihat para Athyaf (pengkhayal), para ahlam (orang berakal) telah berselisih tentang ganja/narkoba…… sebagian mereka telah melihat imam mahdi memerintahkan untuk memakainya!


Sementara di kitab yang sama, orang shalat jum’ah haram dan kafir, dan mengatakan bahwa imam mahdi melarangnya melakukan shalat jumat melalui mimpi!


Apa anda sekarang baru menyadari betapa sesat dan bahayanya agama syiah?!!

Jauhkan anak dan istri anda, bahkan jauhkan negri ini dari agama syiah!

-----oOo-----

Sumber : gensyiah.com

Read More..

Ziarah Makam Nabi صلى الله عليه وسلم Atau Ziarah Imam Husain, Pilih Mana?

Segala sesuatu yang berlebihan dalam agama kita adalah tercela. Wa kuluu wasyrabuu wa laa tusrifuu innahu laa yuhibbul musrifin, Makan dan minumlah kamu dan janganlah berlebih-lebihan, sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. Dari ayat ini Allah mengajarkan kita keseimbangan, keadilan dan sifat inshof, maka qiyaskanlah/ analogikanlah ayat ini dengan semua hal. Termasuk dalam hal mencinta.

Kita mencintai Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, namun begitu, kita tidak sampai menyembahnya. Karena sampai kapan pun Tuhan kita adalah Allah al-Wahid al-Qahhar.

Kita mencintai Imam Husein radhiyallahu 'anhu sebagai ahlul bait, cucu Nabi dan penghulu para pemuda di Surga. Namun begitu, kita tidak melebihkannya di atas derajat dan keutamaan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Masih banyak manusia yang mengungguli beliau dalam hal keutamaan; sebutlah para Rasul, para Nabi, dan orang-orang shalih seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhum. Kita semua sepakat bahwa orang-orang ini mengungguli keutamaan Husein radhiyallahu 'anhu.

Namun apa yang terjadi dalam Syiah? Cinta telah membutakan mereka. Seorang ulama mereka yang bernama Al-Mirza Jawad At-Tibrizi memberikan pernyataan yang berupa fatwa di bawah ini:


أفضلية زيارة النبي (ص) والحسين (ع

سؤال : أيهما أفضل زيارة النبي أم الحسين ؟

بسمه تعالى : كل منهما خصوصية ولكن لو دار الأمر بين الزيارتين فزيارة الحسين (ع

تقدم لأن فيها ترويجا للمذهب وشعائره

Keutamaan Menziarahi Nabi (shallallahu 'alaihi wa alihi wasallam) dan Imam Husein ('alaihis salam)

Pertanyaan: Manakah yang lebih utama, menziarahi Nabi atau Husein?
 

Jawaban: Dengan nama-Nya yang maha tinggi, bagi keduanya terdapat kekhususan tersendiri. Akan tetapi jika perkara itu mengharuskan memilih antara dua ziarah, maka ziarah Imam Husein lebih diutamakan. Karena yang demikian itu merupakan pengagungan terhadap mazhab kita (syiah) dan syiar-syiarnya. Dan Allah Yang Maha Tahu.

Kitab: Asy-Sya'a'ir Al-Husainiyyah, Al-Mirza At-Tibrizi, hal 48.


-----oOo-----

Read More..

Masjid Al-Aqsha Bukan Di Palestine, Tapi Di Langit !!! (Kata Syi'ah...)

Kaum Muslimin telah mengetahui bahwasanya Masjid Al-Aqsha berada di Palestine, namun tidak demikian halnya menurut para pemeluk agama Syi'ah. Kaum penyembah selangkangan ini menolak mentah-mentah wujud dari Masjid Al-Aqsha yang berada di Palestine dengan meyakini bahwasanya Masjid Al-Aqsha yang sesungguhnya berada di LANGIT ! Betapa lucu dan dungunya keyakinan orang-orang busuk itu.

Riwayat-riwayat mereka yang menunjukkan hal tsb bertebaran banyak di kitab-kitab mereka sebagaimana pernyataan para ulama mereka. Diantara contohnya adalah sebagaimana oleh dedengkot Al-Kasyani dalam kitab tafsirnya Ash-Shafiy tatkala memuat Firman Allah Ta'ala yang berbunyi :

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِير

"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat". (QS. Al-Isra : 1)

dia menafsirkan :

أي إلى ملكوت المسجد الأقصى الذي هو في السماء كما يظهر من الأخبار الآتية

"Yaitu kepada kerajaan (Malakuut) Masjid Al-Aqsha yang berada di LANGIT sebagaimana yang nampak dari khobar-khobar berikut.."

القمي عن الباقر (عليه الصلاة والسلام) إنه كان جالسا في المسجد الحرام فنظر إلى السماء مرة وإلى الكعبة مرة ثم قال سبحان الذي أسرى بعبده ليلا من المسجد الحرام إلى المسجد الأقصى وكرر ذلك ثلاث مرات ثم التفت إلى إسماعيل الجعفي فقال أي شيء يقولون أهل العراق في هذه الآية يا عراقي قال يقولون أسرى به من المسجد الحرام إلى بيت المقدس فقال ليس كما يقولون ولكنه أسرى به من هذه إلى هذه وأشار بيده إلى السماء وقال ما بينهما حرم

Al-Qummiy, dari Al-Baqir 'alaihis salam bahwa beliau pernah duduk di Masjid Al-Haram lalu beliau memandang ke langit satu kali kemudian ke Ka'bah satu kali. Lalu membaca (Ayat di atas) dan beliau mengulanginya tiga kali kemudian berbalik ke arah Isma'il Al-Ju'fiy, lalu beliau berkata: "Adakah sesuatu yang dikatakan penduduk irak mengenai ayat ini wahai 'Iraaqiy?", dia (Ismail Al-Ju'fiy) menjawab: "Yaitu mereka mengatakan bahwa (Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam) Isra dari Masjid Al-Haram ke Baitul Muqaddas (Masjid Al-Aqsha, Palestine)". Lalu beliau berkata "Sesungguhnya bukanlah seperti yang mereka katakan, namun sesungguhnya Beliau isra dari sini (Masjid Al-Haram) ke sini". Beliau memberi isyarat dengan tangannya menunjuk ke arah langit. Beliau menambahkan : "apa yang ada diantara keduanya adalah suci."

والعياشي عن الصادق عليه السلام أنه سئل عن المساجد التي لها الفضل فقال المسجد الحرام ومسجد الرسول صلى الله عليه وآله وسلم قيل والمسجد الأقصى فقال ذاك في السماء إليه أسرى رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم فقيل إن الناس يقولون إنه بيت المقدس فقال مسجد الكوفة أفضل منه

"Dan Al-'Ayyasyi, dari Ash-Shadiq 'alaihis salam bahwa beliau ditanya mengenai masjid-masjid yang terdapat padanya keutamaan, lalu beliau menjawab: "Masjid Al-Haram dan Masjid Ar-Rasul Shallallaahu 'Alaihi Wa Aalihi Wasallam". Beliau kembali ditanya: "Dan Masjid Al-Aqsha ?", Beliau menjawab "Masjid itu berada di LANGIT, kesanalah Isra Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam". Lalu beliau ditanyakan lagi: "Sesungguhnya orang-orang mengatakan bahwa Masjid tersebut adalah Baitul Muqaddas (di Palestine)". Maka beliau menjawab: "Masjid Kufah lebih utama daripadanya (Baitul Muqaddas) !!!"

Tafsir Ash-Shafiy juz 3 hal. 166 : http://www.alkadhum.org/other/mktba/quran/alsafi-03/04.html

And here the scan pages


Source of Scan, download here. (Choose Vol. 3, and look at page 75)

Juga sebagaimana tatkala salah satu web mereka ditanya lalu memberikan jawaban sbb :

هل المسجد الأقصى في فلسطين هو التفسير الصحيح لسورة الإسراء؟

"Apakah Masjid Al-Aqsha di Palestine adalah tafsir yang shahih (benar) untuk Surat Al-Isra?"

نورد الحقائق مسندة من روايات أهل بيت العصمة والرسالة أن المسجد الأقصى الذي ورد في سورة الإسراء ليس له أي علاقة بالمسجد الأقصى الموجود في فلسطين

"Kami akan menjawab berdasarkan hakikat bukti dari riwayat-riwayat Ahlul Bait yang makshum dan risalah bahwa sesungguhnya Masjid Al-Aqsha yang dimaksud pada Surat Al-Isra TIDAK ADA hubungannya dengan Masjid Al-Aqsha yang berada di Palestine."

Dedengkot 'Abbas Al-Qummiy menyatakan :

والمشهور على أن المسجد الأقصى هو بيت المقدس و لكن يظهر من الأحاديث الكثيرة أن المراد منه هو البيت المعمور الذي يقع في السماء الرابعة

"dan yang masyhur bahwa Masjid Al-Aqsha adalah baitul muqaddas TETAPI yang nampak dari hadits-hadits yang banyak bahwa yang dimaksud mengenainya adalah Baitul Makmur yang berada di LANGIT ke EMPAT." [Muntaha Al-Amal hal. 70]

Lihat selengkapnya jawaban-jawaban mereka berdasarkan riwayat-riwayat mereka tsb sebagaimana di atas di : http://www.alqaaem.com/new/articles-action-show-id-140.htm

And read more on :
Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam bersabda :

لا تشد الرحال إلا إلى ثلاثة مساجد : المسجد الحرام ، ومسجدي هذا ، والمسجد الاقصى . (رواه البخاري، رقم  1189 و مسلم، رقم 1397

"Tidak diperkenankan perjalan kecuali menuju tiga masjid, Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha" [HR. Bukhari, 1189 dan Muslim, 1397]

Betapa kebencian Syi'ah begitu membabi buta kepada Baitul Muqaddas, hingga mereka membuat-buat sbb :

عن محمد بن علي بن الحسين قال: قال أمير المؤمنين عليه السلام: لا تشد الرحال إلا إلى ثلاثة مساجد: المسجد الحرام، ومسجد الرسول عليه السلام، ومسجد الكوفة - وسائل الشيعة 5/257

"Dari Muhammad bin 'Ali bin Al-Husain, berkata : Amirul Mukminin 'Alaihis Salam berkata : "Tidak diperkenankan bagi seseorang perjalanan kecuali menuju tiga masjid, Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan MASJID KUFAH." [Wasail Asy-Syi'ah 5/257]

Begitulah sekilas pemaparan dari dedengkot besar Syi'ah, Al-Kasyani. Apakah Syi'ah recehan akan membantah dengan ludah sebab miskinnya pengetahuan mereka terhadap agamanya sendiri? Akankah mereka merasa lebih pintar daripada ulamanya sendiri? Tidak ada yang tidak mengenal Al-Kasyani kecuali Syi'ah recehan. Diantara para ulama Syi'ah yang memujinya sbb :

قال الشيخ الحرّ العاملي(قدس سره) في أمل الآمل: «كان فاضلاً عالماً ماهراً حكيماً متكلّماً محدّثاً فقيهاً محقّقاً شاعراً أديباً، حسَنَ التصنيف

Telah berkata Asy-Syaikh Al-Hurr Al-'Amiliy dalam Amal Al-Aamil : "(Bahwa Al-Kasyani) seorang yang fadhil (memiliki keutamaan), 'alim (berilmu), hakim, mutakallim, ahli hadits, ahli fiqh, muhaqqiq, ahli sya'ir dan sastra, hasan at-tashnif."

قال الشيخ النوري الطبرسي(قدس سره) في مستدرك الوسائل: «من مشايخ العلّامة المجلسي، العالم الفاضل المتبحّر، المتحدّث العارف الحكيم

Telah berkata Asy-Syaikh An-Nuri Ath-Thabrasi dalam Mustadrak Al-Wasail : "(Bahwa Al-Kasyani) termasuk dari guru Al-'Allamah Al-Majlisi. Seorang yang 'Alim, Fadhil, Al-Mutabahhir (Yang melaut keilmuannya), Al-Mutahaddits, Al-'Arif (yang mengetahui), Al-Hakim."

Dan guru-guru serta murid-muridnya pun adalah para ulama besar Syi'ah, lihat selengkapnya di  : http://www.al-shia.org/html/ara/others/?mod=monasebat&id=43

Setelah mengetahui kedudukan Al-Kasyani di mata Syi'ah, tentu tidaklah sembarangan ketika Al-Kasyani mengatakan apa yang telah ia muat dalam kitab tafsirnya. Al-Kasyani layaknya seorang ulama tentu menulis berdasarkan hujjah, bukan ludah sebagaimana syi'ah recehan level fb. Gelar-gelar yang disandangnya cukup menjadi bukti akan keilmuannya, sedangkan apakah gelar yang cocok bagi Syi'ah recehan selain TOLOL ?

-----oOo-----
Read More..

Ayatusy-Syaithan Ruhani Membolehkan Memelihara/Menguasai Jin !!!!

Dari website resmi Ayatusy-Syaithan Ruhani, ketika ia ditanya mengenai hal tsb dan ia memberikan jawaban sbb :

Question:

What is the command of religion on hypnotism and mastering the djinns?

Answer:
 

There is no restriction on that.

Screenshot:



Fatwanya lagi :

Question:

Is mastering the ghosts improper in Islam? Why?

Answer:

There is
no harm in that. I have explained the reasons in detail in Feghh books.

Screenshot:



-----oOo-----
Read More..

Layali Bisyawar : 'Ali (Radhiyallaahu 'Anhu) Mencapai Martabat Kenabian!!!

Ulama besar Syi'ah, Sayyid Muhammad Al-Musawi Asy-Syirazi dengan kitabnya yang telah masyhur Layali Bisyawar, mencantumkan di dalamnya sebuah bab dengan judul :

إثبات مرتبة النبوة لعلي عليه السلام

Itsbaat (Penetapan) Martabat Kenabian Kepada 'Ali 'Alaihis Salam

Kemudian dikatakan : 

إن الدليل على أن الإمام علي عليه السلام وصل مرتبة النبوة

"Sesungguhnya dalil yang menunjukkan bahwa Imam 'Ali 'alaihis salam telah mencapai martabat kenabian...."

Screenshot (buka pada tab baru agar lebih besar) :




Dan yang berikut scan kitab tersebut terbitan Darul Ghadir - Beirut, termuat pada hal 247 :



-----oOo-----
Read More..

Idul Fitri, Idul Adha, Idul Ghadir, Dan Hari Raya Nairuz

Idul Fitri, Itulah hari raya kaum Muslimin sedunia, syiar terbesar umat Islam, dan satu lagi di bulan Dzulhijjah Hari raya Idul Adha, hari raya terbesar kedua dalam syariat Islam, sebagaimana keterangan Nabi:
"Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam datang ke Madinah, dan penduduk Madinah mempunyai dua hari raya. Pada masa Jahiliyyah, mereka bermain pada dua hari raya tersebut. Beliau bersabda, ’Aku datang dan kalian mempunyai dua hari, yang kalian bermain pada masa Jahiliyah. Kemudian Allah mengganti dengan yang lebih baik dari keduanya, (yaitu) hari Nahr dan hari Fithri’.” [Dr. Abdullah Ath Thayyar, Ahkam Al ‘Idain Wa ‘Asyri Dzil Hijjah, hlm. 9].

Hari raya-hari raya Syiah:

Idul Ghadir

Menurut Ulama Syiah, Idul Ghadir adalah hari ketika Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam menunjuk Ali bin Abi Thalib menjadi Khalifah pengganti kepemimpinan setelah wafatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Yang kata mereka Jibril turun menyampaikan wahyu kepada Nabi berkenaan dengan hal ini, bahkan Idul Ghadir menurut mereka adalah Hari Raya TERBESAR.

Dalil mereka adalah :

seorang bertanya kepada Abu Abdillah alaihis salam: Apakah kaum Muslimin memiliki hari raya selain Jum'at, Idul Adha dan Idul Fitri?, Sang Imam menjawab: Ya, Itulah yang paling agung. "Hari raya apakah itu, saya jadikan diriku sebagai tebusanmu, beritahu saya" Abu Abdillah menjawab: Hari ketika Rasulullah saw menyematkan kepada Amirul Mukminin (Ali bin Abi Thalib) alaihis salam perkataan "Man Kuntu Maulahu Fa 'Aliyyun Maulahu"


(lihat kitab ulama Syiah, Idul Ghadir A'zhamul A'yad fil Islam / Idul Ghadir Hari raya Terbesar dalam Islam, karangan Sayyid Muhammad Husain Asy-Syirazi, Haiah Ilmiah fi Hauzah Ar rasul Al-A'zham shallallahu alaihi wasallam fil Kuwait, hal 12)

Berikut scan kitabnya:




-----oOo-----
Read More..

Shalat Di Kuburan Ali Lebih Utama Daripada Shalat Di Masjid Nabawi !!!!

Seorang tokoh mereka (Syi'ah) bersamaan dirinya adalah hamba mut'ah, Ali As-Sistani, dia berkata dalam kitabnya Minhajush-Shalihin hal. 187 masalah ke 562 :

مسألة ٥٦۲: تستحب الصلاة في مشاهد الأئمة (عليهم السلام)، بل قيل إنها أفضل من المساجد، وقد روي أن الصلاة عند علي (عليه السلام) بمائتي ألف

Masalah 562 : Disunnahkan shalat di kuburan para Imam 'Alaihim As-Salam, bahkan dikatakan bahwa sesungguhnya hal tersebut lebih utama daripada shalat yang dilakukan di Masjid-Masjid. Sungguh telah diriwayatkan bahwa Shalat di kuburan 'Ali bin Abi Thalib 'Alaihis Salam dilipatkan gandakan sebanyak 200.000 kali lipat.
   

Bisa dilihat juga pada situs resmi sistani disini
http://www.sistani.org/index.php?p=831716&id=8&pid=763


- END -  
Read More..

Ulama Syi'ah, Ar-Ruhani: Ali Lebih Mulia Dari Seluruh Nabi Dan Rasul ('Alaihimus-Salam)



Fatwa Ar-Ruhani tentang Keutamaan Ali di atas seluruh Nabi dan Rasul

Pertanyaan: Sebagian ulama kontemporer ditanya,'Apakah Imam Ali 'alaihis salam lebih mulia daripada seluruh Nabi dan Rasul (
'alaihimus salam) yang terdahulu?', dijawab oleh mereka, 'Tidak ada alasan untuk mendalam terhadap masalam ini, kita tidak dibebani untuk mengetahuinya, dan tidak ada sanad yang jelas untuk menetapkannya' apakah perkataan ini benar?

Jawaban: Bismihi Jallat Asma'uhu, Keutamaan Imam Ali 'alaihis salam terhadap seluruh Nabi dan Rasul terdahulu 'alaihimus salam adalah termasuk hal yang sudah pasti (kebenarannya), maka siapa yang tawaqquf (tidak mau berpendapat) dalam masalah ini, entah dia tidak mau capek untuk meneliti riwayatdan berita atau dia punya masalah lain yang tidak perlu diungkap (di sini)


ini link fatwa sesatnya: http://www.istefta.com/question/1682


-----oOo-----

Read More..

Seandainya Jamaah Haji Tahu, Mereka Pasti Tidak Pergi Haji, Namun Ke Karbala



Diriwiyatkan secara dusta kepada Abu Abdillah, ia berkata, "Iya, Demi Allah, Sendainya saya memberitahumu tentang keutamaan menziarahinya dan fadhilah kuburannya niscaya kamu akan meninggalkan haji, dan tidak akan ada seorang pun dari kalian yang akan pergi haji, celaka kamu, tidakkah engkau mengetahui bahwa Allah telah menjadikan Karbala sebagai tanah suci yang aman lagi berbeekah sebelum Makkah?!" (Kitab Kamiluz Ziyarat, Al-Qummi, Hal 449)

Sumber : lppimakassar.com

-----oOo-----

Read More..

Ulama Syi'ah: Imamah, Rukun Tambahan



Seorang ulama Syiah yang masyhur, Muhammad Husein Ali Kasyif Al-Ghita' dalam bukunya Ashlu Asy-Syiah Wa Ushuluha, hal 98, mengatakan, "Akan tetapi Syiah Imamiyah menambah 'rukun yang kelima' yaitu keyakinan tentang Imamah, yaitu meyakini bahwa imamah merupakan penunjukan langsung dari Tuhan sebagaimana halnya dengan kenabian...."

Sumber : lppimakassar.com

-----oOo-----

Read More..

Allah Ta'ala Membaca Martsiyah!!!! [Kata Syi'ah]

Kitab : Iksir Al-'Ibadat Fi Asrar Asy-Syahadat [1/242]
By : Dedengkot Agha ibn Abid Asy-Syirwani Ad-Darbandi (his short bio, here)




إن أول من قرأ المرثية عليه (ع) وذكر مصائبه وأبكى الملائكة والعرش الكرسي الحجب هو الله عز وجل، هو القارئ أولا المرثية عليه 

Sesungguhnya Yang Pertama kali membaca martsiyah (narasi mushibah) kepadanya (Imam) 'Alaihis Salam dan menyebutkan mushibah-mushibahnya, dan membuat Malaikat menangis, dan 'Arsy, Al-Kursi, Al-Hijab, adalah ALLAH 'AZZA WA JALLA. DIA lah Pembaca Pertama martsiyah kepada imam.

ALLAH membaca martsiyah??!!! La Haula Wa La Quwwata Illa Billah!

-----oOo-----

Read More..

Mirip Kristen, Semua Dosa Orang Syi'ah Ditanggung Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam !!!!


Sungguh benar ungkapan Imam Syafi'i tentang Syiah, beliau rahimahullah mengatakan: "Saya belum pernah menyaksikan para pengikut hawa nafsu yang paling pendusta dalam mengklaim dan lebih berani bersaksi palsu lebih dari Rafidhah"

Tak tanggung-tanggung, sampai atas nama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasllam pun mereka berani berdusta, padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasllam pernah bersabda dalam hadisnya yang sangat masyhur "Barang siapa yang berdusta atasku dengan sengaja maka siapkanlah tempat duduknya di Neraka"

Dalam salah satu kitab pendeta mereka disebutkan riwayat dusta dari Nabi shallallahu 'alaihi wasllam berbincang dengan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, "Wahai Ali, Sesungguhnya Allah tabaraka wa ta'ala telah membebankan kepadaku dosa-dosa Syiah-mu"

lihat hasil scannya berikut ini:
 
 
 

-----oOo-----

 
Read More..

Ash-Shaduq Di Mata Ihsai Dan Bahai

Para pemeluk agama Syi'ah berkeyakinan bahwasanya Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam tidak pernah lupa. Mereka menyerang siapa pun yang menyelisihi keyakinan mereka tersebut dan mereka menuduh bahwasanya Kita telah menghina Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam bilamana Kita mengatakan bahwa Beliau Shallallaahu 'Alaihi Wasallam pernah lupa.

Namun sangat sedikit sekali dari para pemeluk agama Syi'ah yang mengetahui bahwasanya ulama mereka menyembunyikan banyak hal dari mereka yaitu terdapat ulama-ulama besar mereka yang meyakini sifat lupa Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam seperti pemaparan berikut.

Ibn Babwaih Al-Qummi (Ash-Shaduq) menyatakan dalam kitabnya Man La Yahdhuruhu Al Faqih 1/360 :

وكان شيخنا محمد بن الحسن بن أحمد بن الوليد رحمه الله يقول: أول درجة في الغلو نفي السهو عن النبي صلى الله عليه وآله، ولو جاز أن ترد الاخبار الواردة في هذا المعنى لجاز أن ترد جميع الاخبار وفي ردها إبطال الدين والشريعة 

Dan bahwasanya guru kami Muhammad bin Al-Hasan bin Ahmad bin Al-Walid berkata : tingkat awal keghuluwan adalah menafikan (mengingkari) sifat lupa Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wa Aalih. Dan seandainya diperbolehkan untuk menolak khobar-khobar dengan makna ini maka menjadikan boleh pula untuk menolak keseluruhan khobar. Dan penolakannya tersebut membatalkan Dien dan Syari'at.

Setelah menukil dari gurunya, Ash-Shaduq menjelaskan :

وأنا أحتسب الاجر في تصنيف كتاب منفرد في إثبات سهو النبي صلى الله عليه وآله والرد على منكريه إن شاء الله تعالى 

Dan aku berharap pahala dalam penulisan kitab tersendiri (khusus) dalam hal penetapan mengenai sifat lupa Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wa Aalihi, dan bantahan terhadap mereka yang mengingkarinya. Insya Allahu Ta'ala.

Pada hal. 359, dia berkata :

إن الغلاة والمفوضة لعنهم الله ينكرون سهو النبي صلى الله عليه وآله ويقولون: لو جاز أن يسهو عليه السلام في الصلاة لجاز أن يسهو في التبليغ 

Sesungguhnya kaum ghulat dan mufawwidhah, Allah melaknat mereka, mereka mengingkari lupanya Nabi Shallallaahu 'Alahi Wa Aalih, dan mereka mengatakan : jika dibolehkan Nabi lupa di dalam shalatnya, maka boleh juga lupa di dalam tabligh, karena baginya shalat adalah kewajiban sebagaimana tabligh.

Mari kita lihat bagaimana respon dua Syaikh Syi'ah terhadap keyakinan Ash-Shaduq.

Husain Muhammad Al-Mazhlum dalam الشيخ الخصيبي (lihat juga Muqaddimah Man ​​la Yahdhuruhu Al Faqih 1/70) dikutip dari Al-Hasan Al-Musawi Al-Khurasani:

ونقل عن البهائي رحمه الله أنه قال: الحمد لله الذي قطع عمره ولم يوفقه لكتابة مثل ذلك. ونقل عن الشيخ أحمد الاحسائي أنه قال: الصدوق في هذه المسألة كذوب 

Dan telah dinukil dari Asy-Syaikh Al-Bahai sesungguhnya beliau berkata (mengenai Ash-Shaduq) : "Segala Puji Bagi Allah Yang Telah Memutuskan umurnya dan tidak memberikan kepadanya Taufiq untuk menulis hal tersebut". Dan telah dinukil dari Asy-Syaikh Ahmad Al-Ahsai sesungguhnya beliau berkata : "Ash-Shaduq dalam permasalahan ini adalah Pendusta."

Dalam Al-Khashaish Al-Fathimiyyah juga disebutkan mirip dengan pernyataan di atas


Dalam Muqaddimah Kitab Man La Yahdhuruhu Al Faqih; yang Syaikh mereka Al-'Allamah Muhammad Jawad Al-Faqih menyatakan seperti berikut :

مقدمة كتاب من لايحضره الفقيه – ج 1 – ص 70

9/ جواز السهو على النبي (ص) وسماه اسهاء من الله تعالى تبع في رايه ذلك شيخه محمد بن الحسن بن الوليد وتبعه على رأيه ذلك الشيخ الطبرسي في مجمع البيان كما نقل عنه التنكانبي في قصص العلماء والسيد الجزائري في الانوار النعمانية وفخر الدين الطريحي في مجمع البيان مادة (بدا) والمحقق الفيض الكاشاني في الوافي على مايظهر من كلامه ونقل عن الشيخ البهائي رحمه الله انه قال : ( الحمد لله الذي قطع عمره ولم يوفقه لكتابة مثل ذلك ) ونقل عن الشيخ أحمد الاحسائي انه قال : ( الصدوق في هذه المسألة كذوب ) ولايخلو قولهما من سوء ادب نربأ بامثالهما عن ذلك ونسأل الله العصمة والتوفيق . . . أ.هـ
 

Pembolehan adanya lupa terhadap Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wa Aalihi; dari mereka yang berpendapat demikian adalah Muhammad bin Al-Hasan bin Al-Walid dan yang mengikuti pendapatnya tersebut yaitu Asy-Syaikh Ath-Thabrasi dalam Majma' Al-Bayan sebagaimana mengambil dari pendapatnya itu yakni Syaikh At-Tinkanbi dalam Qashash Al-'Ulama, lalu As-Sayyid Al-Jazairy dalam Al-Anwar An-Nu'maniyyah, kemudian Fakhruddin Ath-Tharihi dalam Majma' Al-Bayan, dan Al-Muhaqqiq Al-Faydh Al-Kasyani dalam Al-Wafi. Dan telah dinukil dari Asy-Syaikh Al-Bahai sesungguhnya beliau berkata (mengenai Ash-Shaduq) : "Segala Puji Bagi Allah Yang Telah Memutuskan umurnya dan tidak memberikan kepadanya Taufiq untuk menulis hal tersebut". Dan telah dinukil dari Asy-Syaikh Ahmad Al-Ahsai sesungguhnya beliau berkata ; "Ash-Shaduq dalam permasalahan ini adalah Pendusta". Tidaklah bersih perkataan mereka berdua dari adab yang buruk. Dan kami tidak mengharapkan hal ini dari orang-orang yang semisal mereka... [Muqaddimah Kitab Man La Yahdhuruhu Al Faqih 1/70]

[Buka pada Tab baru agar Scan menjadi lebih besar]



Jadi berdasarkan pemaparan di atas, beberapa ulama besar Syi'ah meyakini bahwa Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam dapat lupa, dari mereka yang berkeyakinan demikian adalah:

1 - Abu Ja'far Muhammad bin Ali bin Husain bin Babwaih (Ash-Shaduq).
2 - Muhammad bin Al-Hasan ibn Al-Walid.
3 - Al-Fadhl Ath-Thabrasi.
4 - Ni'matullah Al-Jazairy.
5 - Fakhrud-Din Ath-Tharihi.
6 - Al-Faydh Al-Kasyani.


Kami juga melihat adanya ulama Syi'ah yang berdo'a dan bersyukur kepada Allah karena telah mengakhiri hidup Ash-Shaduq sebab mereka tidak setuju terhadapnya dalam hal aqidah.


-----oOo-----
Read More..

Syi'ah Membaca Ayat Kursi Di TOILET !!!!

Semua surat dalam Al-Qur'an adalah Surat yang Agung dan Mulia. Demikian juga seluruh Ayat yang dikandungnya. Namun, Allah Ta'ala dengan Kehendak dan Kebijaksanaan-Nya menjadikan Sebagian Surat dan Ayat lebih Agung dari Sebagian yang lain. Surat yang paling Agung adalah Surat Al-Fatihah, sedangkan Ayat yang paling Agung adalah Ayat Kursi, yaitu di Surat Al-Baqarah, Ayat 255. Baca mengenai Keutamaan Ayat Kursi disini.

Kini, bagaimana kedudukan Ayat Kursi tersebut di mata Syi'ah?

Mari Kita lihat.

Diantaranya adalah dari apa yang telah dinyatakan oleh dedengkot besar mereka, Quthbuddin Al-Baihaqi Al-Kaidari dalam kitabnya Isbah Asy-Syi'ah Bi-Mishbah Asy-Syari'ah hal. 28 :

ولايقرأ القرآن حال الغائط إلاّ آية الكرسي 

"Dan janganlah membaca Al-Qur'an dalam keadaan Al-Ghaith (buang air) KECUALI AYAT KURSI"


Dan yang berikut merupakan screen-shoot kitab di atas pada Maktabah Syi'ah Online yang turut disajikan di situs resmi dedengkot Ja'far As-Subhani.



As You Can See Here



Demikian, maka apa yang mereka nyatakan menjadikan mereka untuk boleh membaca Ayat Kursi di toilet ketika mereka sedang mengorek-ngorek kotoran mereka. Betapa mereka menghinakan Ayat Kursi dengan menempatkannya pada kedudukan yang sangat rendah! DI TOILET !!!

-----oOo-----
Read More..

أن المرتضى والطوسي ممن نفى قدرة الله

Kitab : An-Nafi' Yaum Al-Hasyr , by Al-'Allamah Al-Hilli
شرح : Al-Faqih Al-Miqdad As-Suyuri (mati 826H)

Page 34 :



( 2 ) حكي [ . . . ] عن السيد المرتضى والشيخ الطوسي رضي الله عنهما أنهما ممن نفى قدرة الباري تعالى قالا أنه خلاف الحق وقولهما رحمهما الله بذلك عجيب ( شرح ط 

Diriwayatkan [ . . . ] dari As-Sayyid Al-Murtadha dan Asy-Syaikh Ath-Thusi bahwa sesungguhnya mereka berdua MENAFIKAN / MENGINGKARI Qudrah Al-Bari Ta'ala. Berkata keduanya; sesungguhnya hal tersebut menyelisihi kebenaran. Dan perkataan mereka berdua mengenai hal itu sungguh aneh.

Dan berikut dari Maktabah Syi'ah Online Untuk Kitab Diatas

النافع يوم الحشر في شرح الباب الحادى عشر - العلامة الحلي - الصفحة ٣٤


Note : Al-Bari adalah Satu dari Nama-Nama Allah.

Lihat Ayat 24 dari Surat Al-Hasyr

هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ 

"Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih Kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana." (QS.59:24)

Betapa ingkarnya Al-Murtadha dan Ath-Thusi terhadap Ayat Yang Mulia di atas...Terhadap Al-Qur'an Al-Karim... sampai-sampai mereka mengatakan bahwa yang demikian MENYELISIHI KEBENARAN.

-----oOo-----
Read More..

Syi'ah Berkata : Nabi Adam 'Alaihis Salam Dengki Terhadap 'Ali, Fathimah, Hasan Dan Husain !!!

Ini adalah yang kesekian kalinya dari penghinaan-penghinaan Syi'ah terhadap para Nabi 'Alaihim Ash-Shalatu Wassalam , dan pada pembahasan ini adalah mengenai tuduhan keji dan dusta mereka kepada Nabi Adam 'Alaihis Salam. Sesungguhnya tidaklah keluar tuduhan-tuduhan tersebut kecuali dari jiwa-jiwa munafik. Siapa lagi yang berani menghina para Nabi 'Alaihim Ash-Shalatu Wassalam jikalau bukan dari kaum zindiq & kafir ??

Lihatlah apa yang disebutkan dalam Anwar Al-Wilayah hal. 153 oleh dedengkot besar mereka (Syi'ah); Ayatusy-SYAITHAN Mula Zain Al-'Abidin Al-Kalbayakani berikut :

و إن آدم عليه السّلام لما أكرمه اللّه تعالى ذكره بإسجاد ملائكته و بإدخاله الجنة، قال في نفسه: هل خلق اللّه بشرا أفضل مني؟ فعلم اللّه عز و جل ما وقع في نفسه، فناداه: ارفع رأسك يا آدم فانظر إلى ساق عرشي، فرفع آدم رأسه فنظر إلى ساق العرش، فوجد عليه مكتوبا: لا إله إلا اللّه، محمد رسول اللّه، علي بن أبي طالب أمير المؤمنين، و زوجته فاطمة سيدة نساء العالمين، و الحسن و الحسين سيدا شباب أهل الجنة. فقال آدم عليه السّلام: يا رب، من هؤلاء؟ فقال عز و جل: من ذريتك و هم خير منك، و من جميع خلقي، و لولاهم ما خلقتك و لا خلقت الجنة و النار و لا السماء و الأرض، فإياك أن تنظر إليهم بعين الحسد فأخرجك عن جواري ، فنظر إليهم بعين الحسد ، و تمنى منزلتهم فتسلط عليه الشيطان حتى أكل من الشجرة التي نهي عنها ، و تسلط على حواء لنظرها إلى فاطمة بعين الحسد حتى أكلت من الشجرة كما أكل آدم فأخرجهما الله عن جنته و أهبطهما عن جواره إلى الأرض

Dan sesungguhnya Adam 'Alaihis Salam pada saat ALLAH TA'ALA memuliakannya dengan sujud dari para Malaikat-NYA kepadanya dan dengan memasukkan dia ke Surga, Adam berkata berkenaan dirinya: "Apakah ALLAH menciptakan manusia yang lebih utama dari aku? ALLAH 'AZZA WA JALLA mengetahui apa yang tengah terjadi pada diri Adam, maka ALLAH pun berfirman kepadanya : "Angkatlah kepalamu wahai Adam dan lihatlah bagian bawah 'Arsy" Maka Adam pun mengangkat kepalanya dan melihat ke bagian bawah 'Arsy, maka dia pun mendapatkan bahwasanya tertulis di-atasnya "Laa Ilaaha Illaa ALLAAH, Muhammad (Shallallaahu 'Alaihi Wasallam) adalah Rasulullah, 'Ali bin Abi Thalib Amirul Mukminin, dan Istrinya; Fathimah Sayyidah Nisa` Al-'Alamin, Al-Hasan dan Al-Husain Sayyid Syabab Ahl Al-Jannah. Maka Adam pun bertanya kepada ALLAH : "Yaa Rabb, siapakah mereka?" ALLAH 'AZZA WA JALLA berfirman kepadanya : "Mereka adalah dari keturunanmu dan mereka lebih baik darimu, dan mereka lebih baik dari seluruh ciptaan-KU, seandainya bukan karena mereka tentu AKU tidak akan menciptakanmu, dan AKU juga tidak akan menciptakan Surga dan Neraka, tidak pula langit dan bumi. Maka berhati-hatilah engkau dari melihat mereka dengan mata kedengkian, (atau yang karenanya) maka AKU akan mengeluarkanmu dari Kedekatan Dengan-KU. Namun Adam memandang mereka dengan mata kedengkian dan menginginkan kedudukan mereka, maka setan pun menguasainya hingga Adam memakan dari pohon yang dilarang. Dan setan pun turut menguasai Hawa (Istri Nabi Adam 'Alaihis Salam) hingga Hawa memandang Fathimah dengan mata kedengkian hingga dia memakan dari pohon (yang dilarang) sebagaimana Adam melakukannya. Maka ALLAH mengeluarkan keduanya dari Surga-NYA dan menjauhkan keduanya dari Kedekatakan dengan-NYA ke bumi.

------oOo------
Read More..

Syi'ah Memuji 'Ali Dengan Sebutan Keledai !!!

Lihatlah, bagaimana cara para pemeluk agama Syi'ah yang mengaku-ngaku pengikut 'Ali Radhiyallaahu 'Anhu ketika memuji Imam mereka. Disebutkan oleh Ahli hadits besar Syi'ah, Al-Majlisi dalam kitabnya Biharul Anwar -One of the TOP Shiite books- Juz 25 hal. 202 -Second Verified Print By Al Wafa'a in Beirut Lebanon 1983- seperti berikut :

ختص : ابن أبي الخطاب عن محمد بن سنان عن عمار بن مروان عن المنخل بن جميل عن جابر بن يزيد عن أبي جعفر ع قال : قال : يا جابر ألك حمار يسير بك فيبلغ بك من المشرق إلى المغرب في يوم واحد ؟ فقلت : جعلت فداك يا با جعفر وأنى لي هذا ؟ فقال أبو جعفر : ذاك أمير المؤمنين ع ألم تسمع قول رسول الله صلى الله عليه وآله في علي ع : والله لتبلغن الأسباب والله لتركبن السحاب 

"....Abu Ja'far 'Alaihis Salam berkata: "Wahai Jabir, apakah engkau memiliki seekor KELEDAI yang dapat melakukan perjalanan bersamamu dari timur ke barat hanya dalam satu hari? Aku berkata: Aku menjadi tebusanmu Wahai Abu Ja'far, dimana aku dapat menemukannya? Maka Abu Ja'far menjawab: Itu adalah Amir Al-Mukminin ('Ali 'Alaihis Salam), apakah engkau tidak mendengar perkataan Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wa Aalihi tentang 'Ali ('Alaihis Salam): Demi Allah La Tablughanna Al-Asbaab, Demi Allah sungguh engkau akan menaiki (mengendarai) awan"

Allaahul Musta'aan..
Betapa berdusta kalian wahai hamba-hamba mut'ah.. kalian mengaku-ngaku pecinta 'Ali namun menyebut Beliau dengan sebutan RENDAH seperti HIMAR.

Note : Ini hanya satu contoh dari banyaknya penghinaan Syi'ah terhadap 'Ali Radhiyallaahu 'Anhu. Masih banyak bukti-bukti lain dari penghinaan mereka seperti penyebutan mereka terhadap 'Ali Radhiyallaahu 'Anhu dengan sebutan binatang melata dan lain sebagainya.

And Here The Scan Page From Naration Of Their Humiliation Above



Dan ini yang dari Maktabah Syi'ah Online (Terdapat pada Juz 25 Hal. 380) :

بحار الأنوار للمجلسي (1111 هـ) ج 25 ص 380 باب 13 غرائب أفعالهم وأحوالهم ووجوب التسليم لهم



-----oOo-----
Read More..