Syi'ah Berkata : Nabi Adam 'Alaihis Salam Dengki Terhadap 'Ali, Fathimah, Hasan Dan Husain !!!

Ini adalah yang kesekian kalinya dari penghinaan-penghinaan Syi'ah terhadap para Nabi 'Alaihim Ash-Shalatu Wassalam , dan pada pembahasan ini adalah mengenai tuduhan keji dan dusta mereka kepada Nabi Adam 'Alaihis Salam. Sesungguhnya tidaklah keluar tuduhan-tuduhan tersebut kecuali dari jiwa-jiwa munafik. Siapa lagi yang berani menghina para Nabi 'Alaihim Ash-Shalatu Wassalam jikalau bukan dari kaum zindiq & kafir ??

Lihatlah apa yang disebutkan dalam Anwar Al-Wilayah hal. 153 oleh dedengkot besar mereka (Syi'ah); Ayatusy-SYAITHAN Mula Zain Al-'Abidin Al-Kalbayakani berikut :

و إن آدم عليه السّلام لما أكرمه اللّه تعالى ذكره بإسجاد ملائكته و بإدخاله الجنة، قال في نفسه: هل خلق اللّه بشرا أفضل مني؟ فعلم اللّه عز و جل ما وقع في نفسه، فناداه: ارفع رأسك يا آدم فانظر إلى ساق عرشي، فرفع آدم رأسه فنظر إلى ساق العرش، فوجد عليه مكتوبا: لا إله إلا اللّه، محمد رسول اللّه، علي بن أبي طالب أمير المؤمنين، و زوجته فاطمة سيدة نساء العالمين، و الحسن و الحسين سيدا شباب أهل الجنة. فقال آدم عليه السّلام: يا رب، من هؤلاء؟ فقال عز و جل: من ذريتك و هم خير منك، و من جميع خلقي، و لولاهم ما خلقتك و لا خلقت الجنة و النار و لا السماء و الأرض، فإياك أن تنظر إليهم بعين الحسد فأخرجك عن جواري ، فنظر إليهم بعين الحسد ، و تمنى منزلتهم فتسلط عليه الشيطان حتى أكل من الشجرة التي نهي عنها ، و تسلط على حواء لنظرها إلى فاطمة بعين الحسد حتى أكلت من الشجرة كما أكل آدم فأخرجهما الله عن جنته و أهبطهما عن جواره إلى الأرض

Dan sesungguhnya Adam 'Alaihis Salam pada saat ALLAH TA'ALA memuliakannya dengan sujud dari para Malaikat-NYA kepadanya dan dengan memasukkan dia ke Surga, Adam berkata berkenaan dirinya: "Apakah ALLAH menciptakan manusia yang lebih utama dari aku? ALLAH 'AZZA WA JALLA mengetahui apa yang tengah terjadi pada diri Adam, maka ALLAH pun berfirman kepadanya : "Angkatlah kepalamu wahai Adam dan lihatlah bagian bawah 'Arsy" Maka Adam pun mengangkat kepalanya dan melihat ke bagian bawah 'Arsy, maka dia pun mendapatkan bahwasanya tertulis di-atasnya "Laa Ilaaha Illaa ALLAAH, Muhammad (Shallallaahu 'Alaihi Wasallam) adalah Rasulullah, 'Ali bin Abi Thalib Amirul Mukminin, dan Istrinya; Fathimah Sayyidah Nisa` Al-'Alamin, Al-Hasan dan Al-Husain Sayyid Syabab Ahl Al-Jannah. Maka Adam pun bertanya kepada ALLAH : "Yaa Rabb, siapakah mereka?" ALLAH 'AZZA WA JALLA berfirman kepadanya : "Mereka adalah dari keturunanmu dan mereka lebih baik darimu, dan mereka lebih baik dari seluruh ciptaan-KU, seandainya bukan karena mereka tentu AKU tidak akan menciptakanmu, dan AKU juga tidak akan menciptakan Surga dan Neraka, tidak pula langit dan bumi. Maka berhati-hatilah engkau dari melihat mereka dengan mata kedengkian, (atau yang karenanya) maka AKU akan mengeluarkanmu dari Kedekatan Dengan-KU. Namun Adam memandang mereka dengan mata kedengkian dan menginginkan kedudukan mereka, maka setan pun menguasainya hingga Adam memakan dari pohon yang dilarang. Dan setan pun turut menguasai Hawa (Istri Nabi Adam 'Alaihis Salam) hingga Hawa memandang Fathimah dengan mata kedengkian hingga dia memakan dari pohon (yang dilarang) sebagaimana Adam melakukannya. Maka ALLAH mengeluarkan keduanya dari Surga-NYA dan menjauhkan keduanya dari Kedekatakan dengan-NYA ke bumi.

------oOo------


Related Posts

1 Response to Syi'ah Berkata : Nabi Adam 'Alaihis Salam Dengki Terhadap 'Ali, Fathimah, Hasan Dan Husain !!!

14 September 2013 07.33

‘Alaa kulli haal, riwayat di atas jelas shahih. Hujjah yang menshahihkan
jauh lebih kuat. Dan ada dari ulama mereka yang menerimanya tetapi
makna dengki pada riwayat tersebut ditakwil bahwa dengki yang dimaksud adalah ghibthah yaitu dengki yang diperbolehkan dan bukan merupakan cela. Maka ini sungguh aneh dan menggelikan sebagaimana berikut disini:

ولابد أن يكون نظر آدم (عليه السلام) بعين الحسد ليس هو الذنب الذي يقدح بالعصمة بل هو تمني درجة أولئك المعظمين ولذلك ورد في الرواية أنه تمنى منزلتهم.

“Pandangan Adam ‘alaihis salam dengan mata kedengkian bukanlah dosa yang mengurangi kemakshumannya. Tetapi ia adalah menginginkan kedudukan orang-orang yang agung tersebut. Oleh karena itu disebutkan dalam riwayat-riwayat bahwa Nabi Adam ‘alaihis salam menginginkan kedudukan mereka.” [http://www.aqaed.com/faq/4178/]

Perhatikan, mereka mengatakan mata kedengkian tersebut bukan sebuah dosa, tetapi di riwayat tersebut dikatakan bahwa mata kedengkian yang dimaksud berasal dari setan. Tapi yang dari setan ini tidaklah mengandung dosa. Apakah masuk akal?

Lalu terdapat jalur periwayatan lain yang semakna dengan riwayat di atas yang pada bagian dekat akhir matan dikatakan:

فلما تاب إلى الله من حسده وأقر بالولاية ودعا بحق الخمسة: محمد وعلي وفاطمة والحسن والحسين صلوات الله عليهم غفر الله له

“Maka tatkala Adam ‘alaihis salam bertaubat kepada Allah dari hasadnya dan mengakui wilayah wa da’aa bi-haqq al-khamsah: Muhammad, ‘Ali, Fathimah, Al-Hasan, dan Al-Husain shalawaatullaahi ‘alaihim, Allah mengampuninya.” [Biharul Anwar, 11/187]

Jika bukan dosa dan itu adalah ghibthah, untuk apa bertaubat?

Terlebih lagi sudah jelas-jelas dalam riwayat tersebut bahwa sebelumnya Allah telah melarang mereka dari memandang yang demikian, petanda bahwa hal itu adalah sebuah cela. Tetapi larangan Allah tersebut dari memandang dengan mata kedengkian dan mata kedengkian yang merupakan sebab berasal dari setan ini sebagaimana dalam riwayat tersebut ditakwil oleh mereka dengan ghibthah.

Silahkan para pembaca berfikir sendiri mengenai kontradiksi agama berantakan satu ini (Syi’ah).
.

Posting Komentar